Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Hot Papii


Beberapa saat keheningan menyelimuti mereka berdua, Mila menenangkan Elang yang terlihat ketakutan itu.


Mila terus mengusap punggung Elang, seolah memberi ketenangan padanya, dada Elang terus naik turun dan sesekali mengusap buliran air mata yang jatuh.


Elang tidak ingin terlihat lemah di mata Mila, ia mencoba untuk mengatur nafasnya. dikira sudah sedikit membaik perlahan ia melepaskan rengkuhannya.


"minum dulu" Mila menyerahkan segelas air putih, yang biasanya ia letakkan di samping ranjang nya.


Elang meneguk air putih itu hingga tak tersisa, sedikit rasa lega, hanya sedikit saja. Elang menatap manik mata lentik yang terlihat sangat mengkhawatirkannya.


"kamu mimpi apa?" tanya Mila mengusap rahang tegas itu dengan lembut.


Elang kembali membaringkan tubuhnya, ia menarik tangan Mila agar juga berbaring mendekat dengannya. iya. . . ia merengkuh tubuh Mila untuk dekat dengannya.


Bahkan Mila masih mematung karena tindakan Elang yang tidak seperti biasanya. "mas, mau minum obat dulu?" tawar Mila karena sikap Elang yang aneh membuatnya takut.


"nggak mil, gini aja dulu" ucap Elang semakin mengeratkan pelukannya.


Eh , mil?.


Rasanya memang baru kali ini Elang memanggil namanya setelah kecelakaan itu, tapi sentuhan hangat ini . . . dada yang begitu nyaman ini . . . sungguh, Mila sangat merindukan nya.


Mila semakin menelusupkan kepalanya pada dada yang nyaman itu, tangannya melingkar di pinggang Elang dengan erat.


"mas, kalo ada apa-apa cerita ya" ucap Mila dengan sendu, ia takut Elang memendam masalahnya sendirian.


"tidak ada, ayo tidur" ucap Elang mengecup kening Mila, tubuh Mila menegang menerima kecupan manis itu.


Apa yang terjadi dengan masku?


Keheningan membuat mereka kembali ke alam mimpi, keduanya saling memeluk dengan erat, seolah rasa rindu itu sudah tak terbendung lagi.


.


.


.


Elang sayup-sayup membuka matanya, cahaya matahari sudah mulai silau dibalik gorden putihnya. Namun ia tidak mendapati Mila disampingnya.


Matanya tertuju pada jam digital yang menggantung di tembok kamar nya. ternyata sudah pukul setengah sembilan pagi, terlalu lama ia tertidur.


Elang melangkahkan kakinya menuju dapur, biasanya Mila sedang bergelut dengan alat-alat dapur, tapi tidak ada.


Kemudian ia menghampiri mamahnya dan Gemilang yang sedang bermain di ruang tengah.


"Lang , kebetulan ada kamu . . . mamah mau ke kamar mandi dulu, awasin Gem" ucap mamah yang berjalan terburu-buru menuju kamar mandi.


Elang merengkuh tubuh montok anaknya, ya anaknya sekarang sudah mulai makan, tapi tetap saja ASI mommy semakin kencang.


"Gem, Papii sayang sama Gem. . . Gem harus jadi anak baik ya" ucap Elang sembari menghujani Gemilang dengan ciuman.


"Lang, sarapan dulu mamah udah siapin nasi goreng seafood kesukaan kamu" ucap mamah yang baru saja ikut bergabung bersama Elang dan Gemilang.


"makasih mah" ucap Elang. mencium pipi mamahnya , dahi mamah berkerut saat merasakan tingkah aneh Elang.


huaaaa. . . huuaaaa. . . .Gemilang tiba-tiba menangis, sepertinya anak itu sedang haus.


"sebentar ya Gem, Oma buatin susu dulu" ucap mamah menuju ke dapur, Elang yang sedang menggendong Gemilang mengikuti langkah mamahnya menunju dapur.


"kenapa susu formula mah" tanyanya tidak suka.


"stoknya tinggal satu botol tadi, mungkin Mila lupa soalnya dia berangkat pagi-pagi sekali" ucap mamah yang terus sibuk dengan susu Gemilang.


"mah mandikan Gem ya, Elang juga mau mandi juga".


"ha?".


.


.


.


Sosok laki-laki gagah dan tampan melangkahkan kakinya dengan percaya diri di Elang Group, anak kecil yang tak kalah tampannya ia gendong di depan dengan hipseat..


Semua orang melongo melihat dua manusia tampan itu, padahal ia hanya mengenakan kaos hitam yang sama dengan sang buah hati dengan celana pendeknya.


"se selamat siang pak" ucap salah satu karyawan menundukkan kepalanya.


"siang" jawabnya dengan senyuman.


Gila pak Elang ganteng banget, nj*r!


Wah, ternyata pak Elang sudah sembuh ya.


ya ampun anaknya ganteng banget, jadi pengen nyubit bapaknya deh.


dan masih banyak lagi, komentar para karyawan itu menatap Elang dan bayi mungil yang menempel padanya.


ia menaiki lift khusus, "Sabar ya Gem jangan nangis dulu, nanti Papii gagal jadi hot Papii" ucap Elang melepaskan kacamata hitamnya.


Ting. . . lift terbuka.


Para karyawan dilantai paling atas tidak kalah terkejutnya melihat Elang berada disana, namun tetap saja mereka membungkukkan badannya untuk menghormati Direkturnya.


Aris terlihat terbirit-birit menghampiri Elang, "pa pak Elang".


"Hem" ucap Elang cuek dan berjalan mendahului Aris .


Pintu ruangan terbuka, Antoni yang baru saja keluar mengusap matanya saat melihat ada Elang, siapa tahu ia hanya terbayang saja. Namun tepukan di pundaknya membuat ia sadar Elang sungguh disana.


"pak Aris , apa saya tidak salah lihat"


Aris menggelengkan kepalanya sembari menutup ruangan itu, membiarkan mereka bertigaan.


"uhuk. . uhuk. . " Mila yang baru saja meminum air putih, tersedak saat melihat Elang memasuki ruangan bersama bayi mungil nya.


"mas, ada apa?" ucap Mila bingung, ia lalu melangkahkan kakinya menuju sofa , karena Elang telah mendaratkan tubuhnya di sofa.


"dia haus" ucap Elang mencubit gemas pipi Gemilang, seperti biasa Gemilang merengek jika bertemu dengan Mamii nya.


"aku rencana nya mau pulang loh, aku lupa stok nya habis" ucap Mila sembari mengambil alih Gemilang dari Elang.


"mas minta tolong" ucap Mila yang hendak membuka kancing kemejanya.


"apa?"


"ambilin penutup nya di tas" ucap Mila yang terus menenangkan Gemilang, Gemilang malah menangis semakin kencang karena Mila begitu lama.


"udah nggak usah, dia udah haus itu" ucap Elang lalu berdiri, bukan untuk mengambil penutup melainkan untuk mengunci pintu ruangan itu.


Dengan ragu Mila membuka kancing bajunya, biasanya Elang akan marah jika ia terang-terangan menyusu* Gemilang didepannya.


Namun Elang malah terlihat santai melihatnya, kini malah Mila yang malu ditatap seperti itu.


tapi masabodoh lah, toh. . juga suaminya sendiri, yang penting Gemilang tidak menangis lagi.


"tadi dokter aku telepon" ucap Elang membuyarkan lamunan Mila.


"ke kenapa?" tanya Mila mengerutkan keningnya.


"lusa , dia mau aku checkup lagi".


"tapi kan kemarin udah" ucap Mila.


Elang mengangkat kedua bahunya "nggak tahu".


"tapi kan temen-temen kamu nggak bisa mas kalo mendadak, Tino paling yang bisa atau nggak Anton apa mas Aris--".


"aku maunya kamu"


"hah? , aku" ucap Mila seolah tak percaya.


"iya, sekali ini saja".


"tapi Gem-"


"yang penting kasih dia stok yang banyak".


Mila mengangguk lemah, otaknya terus berfikir. .


Apakah ada yang salah dengan saraf Elang?


Mila memilih menatap wajah Gemilang yang sedang gencar menyus* , ia mengusap pipi bulat Gemilang.


Tapi apa ini?,


Mila baru menyadari kaos Elang dan Gemilang sama, Mila menatap Elang dan Gemilang secara bergantian.


"mas ini siapa yang beliin" ucap Mila memegang kaos Gemilang.


Elang tersenyum---.


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋💋💋