Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Tentang Al


"jadi semuanya itu berawal waktu aku SMP, mungkin kalo sekarang ini aku dan kebanyakan orang bersyukur punya bentuk badan seperti ku, tapi tidak dengan aku waktu SMP, semua temen-temen aku ngatain tentang yang enggak-enggak tentang body aku yang udah berbentuk padahal belum waktunya. . . jadi aku tersiksa secara batin, apalagi waktu itu nggak ada tempat buat untuk sekedar bercerita . . aku nggak punya temen , kakak juga kuliah diluar negeri, papah mamah sibuk-sibuknya kerja berangkat pagi pulang malam" ucap Mila menghela nafas nya mengingat dulu betapa terpuruknya dia menjalani hari.


"sampai aku SMA awalnya mau home schooling aja , tapi tidak disetujui oleh orang tuaku. . . di SMA malah lebih parah lagi ternyata. . . aku dikatain simpanan om-om, meskipun kebanyakan cowok suka sama aku tapi aku risih dengan cara mereka memandang ku. . . jujur saja itu semua terasa berat untuk ku tanggung sendiri mas, aku selalu meminum obat depresi untuk menenangkan diri ku sendiri" Mila mulai berkaca-kaca. . . Elang pun tertegun tidak percaya dulu istrinya mengalami masa yang sangat sulit.


"kalo kamu nggak sanggup nggak usah dilanjutin" tutur Elang mengelus rambut Mila.


"enggak mas, aku harus ceritakan semua ke kamu. . . sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang laki-laki" ucap Mila sedikit ragu


"Al maksud kamu?, dokter Puri juga ngomong soal dia" ucap Elang datar menahan rasa cemburunya.


"iya, waktu aku kelas dua SMA baru kenal sama dia , dia kakak kelas aku dia dulu juga ketua OSIS disekolah. dia selalu menolong ku ketika aku jadi bahan ejekan anak-anak di sekolah. itu bukan cuma sekali dua kali awalnya aku tetep cuek, tapi lama kelamaan aku selalu ingin disamping nya karena anak-anak nggak ada yang berani ganggu aku waktu aku lagi sama koh al. . . , seiring berjalannya waktu tentu ada rasa diantara kita, koh Al juga yang ngajak aku ke psikiater semenjak dia tahu aku mengonsumsi obat penenang".


Mila memperhatikan wajah kesal Elang "mau dilanjut nggak" katanya menggoda Elang


"iya next"


"hari ke hari aku semakin dekat dengan koh Al , kami sering menghabiskan waktu bersama, sampai aku ketahuan oleh keluargaku karena aku terlalu dekat dengannya, papah marah-marah kepada ku karena memang beliau sangat benci aku dekat dengan laki-laki , kak Erfan juga menentang awalnya. . tapi aku jelasin semuanya ke kak Erfan, dan dia memahaminya justru dia sangat sedih mengetahui kondisi ku. dan akhirnya aku sembuh dari depresi itu berkat koh Al dia yang selalu memaksaku menemui dokter Puri"


Elang sejenak berfikir kini ia tahu kenapa dokter Puri mengatakan jika tidak menduga Mila akan menikah dengan orang lain, karena memang Al berjasa dalam hidupnya.


"masih mau dilanjut , yakin mau denger" kata Mila lagi-lagi karena gemas melihat Elang yang cemberut.


"Hem"


"aku dinyatakan sembuh setelah nya, awalnya kami membuat kesepakatan untuk tidak berpacaran jadi awalnya mau langsung menikah saja, tapi semua sirna . . mau tidak mau koh Al harus menuruti orang tuanya , dia dijodohkan dengan putri pemilik rumah sakit yang besar. . karena saat itu koh al sedang menempuh pendidikan kedokteran. aku bahkan merasa duniaku runtuh saat itu tapi untungnya ada ana masuk dalam hidupku saat itu waktu aku kuliah, postur tubuhnya sama sepertiku tapi dia malah sangat percaya diri akan hal itu. . . dan itu membuat ku sadar tubuhku yang indah ini bukanlah sesuatu yang harus ku anggap memalukan. justru akhirnya aku memilih memakai pakaian yang terbuka dan menunjukan rasa percaya diriku".


"fashionable mas haha"


"lanjutkan tentang laki-laki itu" ucap Elang yang sangat penasaran.


"Hem. . . dia tetap menuruti orang tuanya, tapi selang beberapa tahun pernikahannya istrinya meninggal dia mempunyai satu anak perempuan mungkin usianya sepantaran Exel. dan setelah beberapa tahun tidak bertemu, tidak sengaja kami bertemu di mall . . . dia menceritakan semuanya dan anaknya juga dekat dengan ku setelah nya. anaknya selalu ingin bertemu dengan ku setiap hari, aku tahu bagaimana anak yang tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu . . jadi aku terus menemuinya, sampai cinta diantara kami terpupuk kembali. dia mengajakku menikah, dan aku memintanya menemui orang tuaku. . tapi ditolak mentah-mentah karena dia duda apalagi memiliki anak. hanya kak Erfan yang merestui kami , sampai orang tuaku kelabakan menjodohkan ku dengan pengusaha-pengusaha kaya" ucap Mila kemudian tersenyum.


"sampai kamu memilihku" tutur Elang


"iya hanya kamu dan Leon pilihannya pada saat itu, jelas aku memilih mu . . aku tahu Leon laki-laki seperti apa, jadi jangan mencurigai ku dengan Leon lagi"


"iya maaf, berarti menurut mu aku laki-laki yang baik" ucap Elang tersenyum bangga


"seharusnya haha, meskipun aku tahu semua akal-akalan mamahku saja. . . tapi karena mamah memutuskan berhenti bekerja aku lebih senang dan menuruti semua permintaan nya, agar mamah fokus dengan Exel . . . aku yakin kamu laki-laki yang baik mas"


"aku tidak menyangka kamu memiliki masalalu yang berat juga ternyata" mereka berpelukan dengan erat satu sama lain....


.


.


.


Mohon dukungannya ya jangan lupa vote like and komen teman-teman, 💋💋💋