
namun sekarang bukan hanya mila yang merasakan itu, hati Renaldi seperti tersayat sayat saat mendengar bahwa gadis cantik didepannya ini adalah istri dari sahabat nya. dadanya sesak terasa ngilu begitu saja melihat tangan yang dulu sering ia genggam, namun sekarang berada di genggaman orang lain.
ana dan Aris yang mengetahui tentang mereka di masalalu bisa merasakan betapa keduanya dikejutkan oleh kenyataan yang sedikit pahit... bagaimana bisa hubungan nya sekarang serumit ini. meskipun entah bagaimana perasaan mereka masing-masing saat ini, namun sungguh ini sulit untuk diterima... apalagi bagaimana nanti jika Elang mengetahuinya?.
dengan hati yang hancur berkeping-keping, dan raga yang sedikit bergetar, Renaldi menyadarkan dirinya dari lamunan yang begitu kejam. . . perlahan ia mengulurkan tangannya pada gadis cantik didepannya.
"re re Renaldi" ucapnya terbata. ia memilih untuk bersandiwara saja daripada nanti banyak hati yang tersakiti termasuk Elang jika semua tahu mereka saling mengenal bahkan lebih dari itu.
Mila masih mengatur irama jantung nya , ia menghela nafas perlahan. sejujurnya syok yang mendalam membuat sekujur tubuhnya menjadi lemas saat ini. namun ia menguatkan dirinya sendiri, ia tak boleh kalah bukan terhadap laki-laki yang dulu meninggalkan dirinya dan sekarang malah berpura-pura tidak mengenali dirinya.
"Mila" ucanya datar dan menundukkan pandangannya, karena jika ia menatap manik yang selalu meneduhkan hatinya dulu kala. . . ia pastikan buliran bening itu akan lolos begitu saja. ia tidak ingin lemah, ia menggenggam begitu erat tangan suaminya.
sejujurnya Elang sendiri merasa aneh dengan perubahan mood Mila yang daritadi terus tersenyum namun sekarang terlihat begitu tegang.
"kalo ini Terry , calon istri nya Royan" candanya Elang.
"jangan ngarang Lo!" sahut Royan tidak suka.
Terry memperhatikan penampilan Mila dari atas hingga ujung kaki nya. bisa dilihat jika barang yang ia kenakan berlabel branded semua. jadi ia menyimpulkan jika wanita didepannya ini benar-benar menguras kekayaan Elang. meskipun bisa dibilang lebih cantik sedikit dari dirinya namun Terry yakin bahwa kemampuan menggodanya diatas rata-rata sehingga membuat Elang Suryo, pengusaha muda ini luluh begitu saja.
mila mengulurkan tangannya meskipun kelihatannya wanita itu tidak suka padanya "Mila"
"Terry" ucapnya cuek.
"semuanya sudah siap pak" ucap salah seorang pelayan pada Tino.
lalu Tino mengajak semuanya untuk duduk dan menikmati berbagai makanan yang terhidang.
Mila meremas dress nya , lagi-lagi mengapa ia harus duduk berhadapan dengan Al...
bahkan ia tak berani mendongak kan kepalanya daritadi. deguban jantung nya semakin terasa, keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya.
Mila duduk ditengah-tengah Elang dan ana, ana tahu betul kegelisahan sahabat nya. ia mengusap punggung Mila perlahan dan memberi nya air putih. "nggak papa mil, semuanya akan baik-baik saja" bisik ana. dan Mila mengangguk.
Elang mengamati istrinya . . . wajahnya terlihat pucat meskipun dibalut makeup, terlihat keringat di dahinya. Elang mengambil tissue lalu mengusap dahi Mila yang sedikit basah.
"are you okay?" tanyanya, dan Mila mengangguk sambil memaksakan senyumnya.
"iya pak".
Renaldi bisa melihat begitu perhatian nya Elang pada Mila betapa tatapan Elang menunjukan rasa khawatir yang berlimpah. disatu sisi itu membuatnya bahagia karena Mila selama ini aman disisi Elang sedangkan disisi lain sayatan itu sekarang benar-benar terasa.
dan tentu semua orang juga bisa mendengar perkataan dan melihat betapa cemasnya Elang pada Mila.
"yah nggak bisa minum-minum dong kita" gerutu Royan.
"nggak ada yang boleh nyentuh alkohol selama istri gue ada" sahut Elang penuh penekanan.
"emang istri Lo hamil apa" ucap Royan.
Elang tersenyum mendengarnya, wajahnya yang dari tadi menegang berubah menjadi senyum.
"kayak nya sih, doa in aja" ucap Elang santai. Mila langsung memukul pelan paha suaminya yang ngawur itu.
berbeda dengan seseorang yang sangat terkejut.
"uhuk. . uhuk. . uhuk. ." Renaldi merasa tenggorokannya tercekat saat mendengar itu.
"santai nal, masih banyak kok air putih nya" canda Tino yang tidak paham keadaan.
.
.
.
**gimana-gimana masih deg-deg an????
kencengin votenya terus ya teman-teman.
hari Senin waktu nya ngumpulin vote heheheππππππππππ**