Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Jarak jauh


"iya mas, kamu baru pulang ya" begitu mendengar suara Elang Mila langsung tersenyum.


"iya ini aku baru abis mandi, mil nyalain lampu kamu dong"


"emang kenapa mas?"


"aku ini lagi video call loh , gelap semua"


mila sedikit menjauhkan ponselnya dan menatapnya, ternyata benar Elang melakukan panggilan video. Mila segera mengambil remote dimejanya untuk menghidupkan lampunya.dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap.


"kamu sengaja mau buat aku pulang malam ini juga ya" ucap Elang


"hah, kenapa mas" Mila mengucek matanya mengumpulkan kesadarannya.


"youre so sexy"


Mila baru menyadari ia mengenakan lingerie seksi yang biasanya ia pakai sebelum menikah dan ia meninggalkannya dirumahnya.


ia menatap dadanya yang terlihat lalu menutupinya dengan selimut. Elang yang melihat Mila salah tingkah hanya tersenyum.


"ma af mas"


" kenapa minta maaf, seharusnya kamu itu pakek baju kayak gitu pas aku ada dirumah"


"biar apa coba?"


"biar aku lebih mudah lepasinya"


"ya kan biar kamu ada usahanya hehe"


"oh jadi kamu selama ini selalu memakai baju tidur yang ada kancingnya emang sengaja"


"hehe ya enggak sih. . .kamu udah makan belum mas?"


"udah sayang, gimana hari ini kantor aman?"


"aman terkendali"


"yaudah kamu bobo lagi aja ya, disana udah jam 11 kan"


"iya mas kamu juga cepetan tidur jangan begadang"


"nggak kok, Nanti begadang nya dirumah aja sama kamu"


"massss...."


"hehe, pokonya kamu harus pakai baju tidur yang ini kalo aku pulang"


"Hem iya iya udah tidur sana"


"iya sayang"


tut.....


pagi hari di kediaman keluarga Mawardi


terlihat di meja makan Mila sibuk dengan tabletnya, karena harus mempelajari beberapa file penting perusahaan.


ia memakan sandwich nya namun pandangannya tak lepas dari tabletnya...


"mamah mana?" Erfan bergabung di meja makan


"nggak tau , keluar kata bibi. . kakak nggak nganter Exel"


"pas banget, Anter mila ya" Mila memasang wajah imutnya


"Hem iya iya" erfan mengacak-acak rambut adiknya , lalu mengunyah sandwich nya..


.


.


.


diperjalanan, dalam mobil Erfan...


"kakak, Jumat ada acara?"


"enggak , kenapa?"


"Mila mau undang kak brina kerumah"


"mil ,jangan ngawur kamu"


"tenang aja, mamah urusan Mila kok"


singkat cerita dulu mamahnya tidak merestui hubungan antara Erfan dan Sabrina karena , Sabrina menyuruh Erfan menunggu sampai ia lulus kuliah tapi kedua orang tuanya tidak setuju bila Erfan harus disuruh menunggu, bahkan Sabrina dari keluarga yang biasa2 saja dan mamahnya erfan menganggap itu merendahkan harga diri keluarga nya. jadi keluarga erfan memilihkan calon istri untuk erfan waktu itu, yaitu momynya Exel.


"anggep aja kakak nggak tau" ucap Erfan


"gengsi nya minta ampun orang ,satu ini"


Mila melangkahkan kakinya keluar dari mobil . .erfan juga ikut keluar dan beberapa karyawan disana memperhatikan mereka.


Mila mencium tangan kakaknya "hati-hati"


"iya" erfan pergi


"pak Elang nggak ada kok berani-beraninya dianterin cowo lain ke kantor, ganteng lagi" ucap salah satu karyawan dari kejauhan.


"pagi Bu Mila" ucap sella yang menunggu di lobby


"pagi sell"


mereka berjalan beriringan dan terlihat beberapa karyawan disana memberikan hormat pada Mila.


Mila menyuruh sella untuk keruangan nya.


"hari ini ada rapat ya?" tanya mila


"iya Bu, satu jam lagi" jawab sella sambil menyerahkan berkas.


"kita membahas ini dengan para direktur dan manager" kata Mila sambil membolak-balik kan berkas.


"iya Bu"


"baik terima kasih, kamu boleh keluar"


Mila memimpin rapat hari ini. . .dengan para direktur yang rata-rata umurnya lebih tua darinya..


para direktur disana.


para orang yang disana menatap kagum pada Mila, cara berbicara dan pengambilan keputusan nya seperti orang yang sudah profesional bahkan kecerdasan nya dapat dilihat dari caranya menyampaikan.. mereka sedikit malu karena memandang Mila dari penampilannya saja selama ini.