Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Istri yang bar-bar


setelah berhasil membujuk suaminya dengan berbagai cara hingga mulutnya berbusa , akhirnya Mila berhasil membawa Elang ke rumah sakit untuk menemui sahabatnya. . .


saat ini mereka sedang sedang berada di lobby rumah sakit hendak ke ruangan ana. . .


"mas lepaskan tanganku apa kamu tidak malu"


"kenapa malu, kita kan suami istri. . . apa yang salah dengan bergandengan tangan"


"kita terlihat seperti bocah SMA yang mau nyebrang di zebra cross"


"hahahaha kok kamu ngelawak sih mil"


Mila menautkan kedua alisnya "dih, siapa yang ngelawak coba"


Elang semakin bergelayut manja pada lengan Mila..


"Mila. . ." panggil seseorang di sebrang sana


"dokter Puri" wanita itu semakin mendekat


"gimana kamu udah nggak papa kan?" tanya nya khawatir


"iya dok , nggak papa kok"


"sore pak Elang" sapa dokter Puri


"iya dok"


"kamu ini ya mil nikah nggak bilang-bilang, saya jadi nggak enak sama pak Elang karena nggak tau kalo beliau suami kamu ternyata"


"maaf dok, soalnya nikahnya dadakan kemaren" ucap Mila asal mencari alasan


dan jelas saja terlihat dokter Puri bingung "kamu nggak itu kan?" tanya nya hati-hati


"anak kita udah tiga kok dok" ucap Elang asal


dan mendapat kan pukulan dilengannya


"enggak kok dok, maaf suami saya suka bercanda"


"bagus kalo pak Elang suka bercanda, biar pikiran kamu nggak mikir yang berat-berat. . . kamu udah punya anak?" tanya dokter Puri


"belum dok, doain cepet punya ya" sahut Mila


"iya mil, kamu nggak boleh terlalu stres biar cepet punya momongan"


"iya dok makasih"


"saya mau pulang dulu ya mil" pamit dokter


"iya dok".


.


.


.


ceklek. . .


Mila membuka ruangan sahabatnya, namun alangkah terkejutnya melihat seseorang yang kemaren bertengkar dengannya. . .


"ngapain kamu disini" ucap Mila ketus Mila langsung mendekati sahabatnya diikuti Elang dari belakang.


"na , lo nggak di apa apain kan" tanya Mila sambil memeriksa keadaan sahabatnya


ana tersenyum melihat sahabatnya yang begitu posesif "nggak papa kok mil"


"mau cari ribut lagi" ucapnya menantang


Elang langsung meraih lengan mila. .


"udahlah mil. . . dengerin penjelasan Tino dulu" tutur Elang yang mengajak Mila duduk disofa , diikuti Tino.


"mil, sebelumnya aku mau minta maaf soal kemaren. . . aku syok banget soalnya" tutur Tino


Mila hanya tersenyum sinis mendengarnya "kalo kamu berani berbuat sudah seharusnya bertanggung jawab"


"mil dengerin dulu" ucap Elang tak suka pada Mila yang terbawa emosinya


"iya mil aku salah. . . aku pengecut, tapi aku bakal tanggungjawab pada ana dan anakku" kata Tino yang tersenyum kearah ana.


"na apa elo percaya sama dia" ucap Mila


Tino menyela "mungkin aku emang laki-laki brengsek selama ini, tapi aku bersyukur ana bisa menerima aku untuk memperbaiki semuanya, dan maaf sebelumnya sudah salah paham tentang ana. dan meragukan ana . . thanks bro udah ngebuktiin kalo ana bukan cewe nggak bener" ucap Tino pada Elang


Mila menoleh pada suaminya "apa yang kamu lakukan mas?"


"hanya hal kecil"


"tapi hal kecil itu mampu merubah Tino jadi manusia" candanya


"kamu pikir selama ini aku siluman" bantah Tino yang ikut tertawa


"makasih ya mas" Mila memeluk suaminya


"mulai sekarang bercerita lah ,aku akan selalu melakukan hak kecil itu untukmu. . . jadi tidak ada beban pikiran untuk mu" balas Elang


"tapi kalian berdua seharusnya juga mengucapkan terimakasih padaku" sahut Tino yang sekarang berada di samping ana


"berkat ku , kalian berdua jadi baikan haha"lanjutnya


"benar sepertinya kita harus merayakannya" tutur Elang


"setuju. . . kita liburan saja , aku juga berniat mengajak ana berlibur sebelum kita menikah" ucap Tino


"kapan kalian menikah?" tanya Mila


"secepatnya" jawab Tino yang mengelus-elus perut ana


"aku harap kamu tidak mengecewakan nya tin" ucap Mila dengan serius


"kamu boleh nenghajarku lagi jika aku berbuat sesuatu pada sahabatmu" balas Tino terkekeh


"awas saja kau" mila


"haha ternyata istri nya bar-bar juga ya Lang" kata tino.


"dia lebih bar-bar kalo diranjang tin" ucap Elang santai yang kemudian meringis karena mendapat kan cubitan.


"nggak usah ngomongin hal-hal yang berfaedah, pikiran kalian berdua tidak jauh dari ranjang" tutur Mila


"itu namanya normal sayang" balas Elang


"jadi mau liburan dimana kita?" tanya ana yang bersemangat, seolah sehat dan rasa sakit ditubuhnya menghilangkan. . .


.


.


.


hallo semuanya. . . jangan lupa dukungan nya ya 💋💋💋