Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Manja dan Gemas


sinar cahaya pagi mulai menyusup di sela-sela gorden apartemen mewah ini. . . cahaya emas kekuningan yang menandakan pagi telah tiba.. .


masih dengan pelukan yang sama eratnya. . keduanya terpejam seolah tidak terjadi apa-apa tadi malam, Mila semakin menggeliat menelusup kan kepalanya pada dada yang nyaman itu.


merasakan pergerakan Mila membuat Elang terbangun ia memeluk erat tubuh istrinya kemudian menghadiahkan kecupan lembut di keningnya.


ia sangat merasa bersalah pada Mila, seharusnya ia lebih mengalah karena wanita hamil memang sangat sensitif. . .


Elang terus memandangi wajah cantik istrinya yang masih terpejam. . . ini adalah pemandangan yang luar biasa indah yang ia dapatkan setiap pagi. . .


jadi ia benar-benar tidak sanggup hidup tanpanya..


Mila mengerjapkan matanya perlahan, dan begitu ia membuka matanya langsung berhadapan dengan Elang yang sedang menatapnya. Elang langsung tersenyum manis kearahnya.


"morning" ucap Elang kemudian mengusap dengan lembut pipi Mila.


Mila mengingat kejadian semalam, dimana mereka bertengkar lalu Mila memilih mengabaikan nya. . ada sedikit rasa penyesalan memang dihatinya.


matanya sudah berkaca-kaca saat menatap Elang ia lalu menundukkan pandangannya...


"mau makan apa?" tanya Elang karena ia tidak ingin membahas kejadian yang semalam.


mila masih menunduk dan menggelengkan kepalanya. . .


"aku buatin susu dulu ya"


Mila mencengkram kuat kaos Elang yang hendak beranjak, Elang tersenyum dengan lembut padanya.


"susu apa?" tanya Mila


"susu buat ibu hamil sayang, Aris udah dibawah bawain susu buat kamu. . . . aku ambil dulu ya" tutur Elang.


mendengar nama Aris disebutkan Mila mengangguk dan melepaskan kaos Elang , pasti Aris sudah menunggu daritadi.


.


.


.


Elang membawa segelas susu hangat di tangannya, namun ia tidak menemukan Mila dikamar. ia segera meletakkan susu itu di meja. .


ia menuju kamar mandi dan benar dugaannya Mila sedang muntah-muntah disana.


ia mengumpulkan jadi satu rambut Mila yang masih tergerai dengan tangannya. kemudian menggunakan tangannya yang satu lagi untuk mengusap-usap punggung Mila.


setelah mengeluarkan semua isi diperutnya , Mila menyandarkan tubuhnya pada Elang yang masih berdiri di belakangnya. ia merasa lemas setiap kali habis memuntahkan isi diperutnya.


"mau gendong?" tanya Elang tak tega melihat Mila lemas.


Mila mengangguk begitu saja , dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Elang lalu Elang merengkuh tubuh Mila dalam gendongannya.


"mau tidur lagi apa duduk aja" tanya Elang


"duduk" ucap Mila menunjuk sofa. Elang lalu mendudukkan istrinya disofa itu.


"minum dulu" Elang menyerahkan segelas susu hanga.


"makasih" ucap Mila kemudian meneguk susu itu hingga menyisakan setengah gelas.


Elang meraih tangan Mila menggenggam nya lalu mengusapnya perlahan. "Mila maafin aku ya. . aku tahu aku salah nggak seharusnya aku-"


Mila menempel kan jari telunjuknya pada bibir Elang agar Elang tidak menyalakan dirinya sendiri.


"aku juga salah mas, aku cuma nggak suka kamu mengabaikan ku" ucapnya menahan tangis saat mengingat Elang mengabaikan dirinya.


"maafin aku mil, aku bener-bener kalut dengan pikiran aku sendiri. . . aku takut kamu meninggalkan ku dan memilih bersama-"


"mas stop, aku lapar" Mila mengerucutkan bibirnya lalu mengusap perutnya, ia sungguh luar tidak suka mendengarkan itu lagi.


Elang tersenyum gemas melihatnya "ayo makanannya udah ada dibawah"


"kamu tadi pesen?"


"iya aku pesen banyak kamu tinggal milih aja yang kamu suka"


"kamu mandi dulu deh mas"


"kenapa?, bau ya?" tanya Elang mengendus kaos yang ia kenakan.


Mila menggelengkan kepalanya "enggak kok, cuma aku suka wangi kamu kalo abis mandi aja" ucapnya dengan malu-malu bahkan mungkin pipinya sangat merah saat ini.


baru kali ini ia menyuarakan isi hatinya, karena memang benar akhir-akhir ini ia sangat menyukai aroma suaminya jika sehabis mandi. entah bawaan bayi nya atau apa entahlah ia sangat suka.


Elang tersenyum lembut mendengarkan permintaan istrinya "oke, aku mandi dulu . . . kamu makan dulu aja" Elang mengecup kening Mila sekilas lalu beranjak ke kamar mandi.


sedangkan Mila memilih untuk turun terlebih dahulu . . . ia membelalakkan matanya tak percaya saat melihat berbagai jenis makanan tersaji dalam meja makannya. ada berbagai makanan laut , daging dan banyak macam sayuran.


"kok nggak makan dulu sih" ucap Elang ikut duduk di meja makan


"mau peluk" ucap Mila dengan manja


lagi-lagi Elang tersenyum dibuatnya, ia langsung merengkuh tubuh Mila . . . sedangkan Mila asik mengendus aroma maskulin yang segar sehabis mandi itu.


"makan dulu, nanti peluk lagi" ucap Elang


Mila menggelengkan kepalanya dan tidak melepaskan pelukannya.


"makan disofa aja ya sambil peluk . . . biar enak peluk nya, kalo gini susah" ucap Elang, karena di meja makan kursinya single jadi menyisakan jarak untuk pelukan itu.


Mila mengangguk . . . Elang mengambil kan makanan untuk istrinya menanyakan lauk apa yang diinginkan Mila.


"mas banyak banget sih" gerutu Mila saat melihat Elang mengambil makanan yang memenuhi seluruh piring besar itu.


"kan buat berdua kamu sama baby" ucap Elang nyengir kuda


"nggak akan habis lah mas" ucap Mila jengkel


"sama aku juga deh yang, ayo " Elang mengajak mila untuk duduk disofa. Mila tetap menempel padanya dengan terpaksa ia hanya menggunakan satu tangannya untuk menyuapi istrinya...


setelah menghabiskan makanannya Mila meneguk air putih nya. . .


"kenyang?" tanya Elang dan Mila mengangguk.


"mas ada yang mau aku omongin" ucap Mila berubah menjadi serius.


"iya bentar aku taruh sana dulu piring nya" ucap Elang lalu beranjak pergi.


Mila berdiri mendekati jendela kaca yang besar itu, menatap kearah luar betapa hijaunya pemandangan disana dan jika malam akan dipenuhi oleh lampu-lampu kecil . . . dan bintang di langit yang terlihat jelas.


Elang melingkarkan tangannya pada perut Mila , memeluknya dari belakang . . . ikut menikmati keindahan dibalik jendela kaca itu.


"aku baru tau kalo kamu punya apartemen disini" ucap Elang menaruh dagunya pada pundak Mila.


"setelah kak Erfan menikah, rumah terasa seperti neraka untuk ku. . . jadi aku memutuskan untuk tinggal sendiri" jawab mila


"kenapa?" tanya Elang hati-hati meskipun ia sedikit tahu tentang itu.


"bagaimana bisa aku tinggal satu atap dengan musuh ku" ucap Mila kembali jengkel


"apakah dia jahat?"


"di itu seperti Mak lampir . . . dulu aku satu sekolah dengan nya , dia sering sekali mengganggu aku hanya karena cowo yang disukai nya menyukai ku"


"jadi kamu lebih cantik darinya" Elang mengecup tengkuk Mila yang membuatnya merinding.


Mila menggeliat sejenak memang Elang suka menggoda nya dengan sentuhan-sentuhan kecil. namun ia tidak boleh goyah.


"aku tidak merasa seperti itu mas, jujur saja dia juga cantik tubuhnya lebih ramping dariku proposional bak model bibirnya yang sedikit tebal itu menjadi daya tarik tersendiri untuk para laki-laki"


Elang tahu itulah sosok Margaretha. . . namun hal tersebut tidak membuat Elang jatuh dalam pesonanya . . . bagi Elang ia hanyalah sosok adik , adik dari sahabat nya yang telah pergi dari dunia ini.


"kamu itu lebih cantik sayang" ucap Elang tanpa sadar


"emang kamu udah tau dia?" ucap Mila


Elang menggelengkan kepalanya "e enggak lah, bagi aku kamu adalah yang tercantik di muka bumi ini. . . .oh ya mau ngomong apa?"


Mila tersipu sejenak "ehm. . . tapi janji ya nggak bakal marah"


"iya-iya sayang"


"kamu nggak boleh marah sama aku mendiamkan ku juga nggak boleh cuekin aku"


"iya-iya bawel" Elang mengecup berulang kali pipi Mila karena merasa sangat gemas.


"se sebenarnya , rencana gila yang diajukan Royan itu idenya Al" Mila memejamkan matanya takut


Elang tercengang "maksud nya?"


.


.


.


**Ketemu lagi dihari Senin . .


episode nya udah aku panjangin ya. . .


bantu vote nya, buat naikin ranking 😗


lopeyuall** 💋💋💋💋💋