Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Sharing and Talking


"yang Deket aja na, kasian bayi Lo" sahut Mila


"yang jauh aja yang, sekalian kita honeymoon . . . kalo diingat-ingat kita belum honeymoon Lo" ucap Elang.


"jangan mas , kasihan ana. . . kita kapan-kapan aja" jawab Mila


"iya Lang masak lo honeymoon mau rame-rame" timpal Tino


"emang siapa yang mau ngajakin Lo. . ."


"ishhhhhh.... tega amat"


"kayaknya asik deh kalo rame-rame. . . aku ajakin Dimas ya mas sama kak Erfan"


"sekalian kamu ajakin se RT mil" ucap Tino sinis


"suka-suka dong" ucap Mila cemberut


"udah-udah nanti kalian berantem terus tabok-tabokan lagi" kata Elang terkekeh mengingat pertengkaran Mila dan Tino meskipun sedikit merinding.


"pokoknya aku mau rame-rame mas" rengek Mila


"iya-iya sayang kita ke villa aja kalo gitu Sabtu Minggu"


"good idea Lang".sahut tino


.


.


.


Mila dan Elang memutuskan untuk pulang ke rumah karena Tino yang sekarang menjaga ana, Tino ingin bertanggung jawab penuh menebus kesalahannya. . .


"mas ajak sella sekalian ya" ucap Mila yang kini meluruskan kakinya diatas ranjang.


"sella?" tanya Elang yang kini beranjak ikut Mila merebahkan tubuhnya di ranjang.


"iya kamu tau nggak mas ternyata sella sama Dimas pacaran loh"


Elang menatap Mila "serius, Dimas anak buah kamu?"


"iya mas"


"syukur deh" ada sedikit kelegaan dihati Elang, karena bisa bahaya kalo Mila dekat dengan Dimas terus . . jujur saja Elang takut Mila tergoda oleh laki-laki lain, apalagi Dimas lebih muda darinya.


"kamu juga seneng ya, aku juga seneng mas. . nggak nyangka ya orang terdekat aku bisa Deket sama orang terdekat kamu. . . Dimas sama sella, Tino sama ana" celoteh Mila


"aku sama kamu" ucap Elang tersenyum bahagia


"berarti bersatunya kita adalah berkah bagi orang lain" lanjutnya


"iya mas, kadang masih nggak nyangka aja sama takdir"


"aku sih nggak masalah mil apapun takdir aku. . . asalkan kamu tetap disisiku, menemani ku" ucap Elang meraih tangan Mila lalu di genggamnya.


Mila merebahkan diri disamping Elang. . .


"mas. . . kadang aku nggak percaya aja sama takdir kita, kamu yang pacaran lama sama Sasa dan aku yang dekat sama Al bertahun-tahun nggak ada apa-apa nya kalo Tuhan udah berkehendak aku milikmu dan kamu milikku . . . "


Elang memeluk Mila. . .


"mungkin mereka ditakdirkan agar kita dapat bertemu mil, dan kita nggak perlu menyesalinya. . cukup dijadikan pelajaran untuk hari esok"


"iya masku" ucap Mila gemas


"buat apa mas?" tanya Mila


"kamu kan berhasil dapet tender proyek yang kemaren diperusahaan aku"


"kaya sama siapa aja, udah nggak usah sungkan"


"tapi tetep aja makasih banyak ya sayangku. . cintaku. . my darling"


"itu udah kewajiban istri bantu suami mas"


"itu masalah kerjaan yang, jadi kamu nggak seharusnya bantu. . . tugas istri itu santai dirumah nunggu suami pulang"


"iya-iya bilang aja kamu nggak mau aku sibuk sama urusan butik kan"


"hehe tau aja"


"aku udah kurangin kok jam kerja aku mas, aku juga udah nyari orang buat bantu Dimas. . . dan sekarang aku maunya fokus sama kamu aja" ucap Mila sambil menatap langit-langit kamarnya..


"makasih ya yang aku beruntung milikin kamu"


Elang tak henti-hentinya mencium pipi Mila


"jangan makasih terus deh mas , bosen" ucap Mila tersenyum


"kamu itu galak banget sumpah"


"maksud nya?" tanya Mila tak paham


"hehe aku lihat cctv kantor. . .kamu ngomel Mulu sama anak-anak kantor"


"ya emang harus digituin mas, sebel aja aku lihat mereka kerja santai-santai terus"


"tapi kamu kok nggak pernah galak ke aku yang?"


"kamu kan suami aku mas, mana berani aku. . . aku menghormati kamu, kalo pun aku marah aku nggak akan berani marah yang seperti aku marahin karyawan kamu"


"kamu memang anugerah terindah . . . aku mencintaimu bukan hanya dari fisik mil, hatimu juga" Elang menatap Mila dengan serius. .


deg. . deg. .deg. .


hati Mila bagai terguncang , entah mengapa meskipun mereka sudah lumayan lama bersama, tapi tidak bisa dipungkiri setiap Elang menatapnya dengan serius jantungnya seperti berlarian kesana-kemari.


"aku tahu mas, aku bisa bedain mana laki-laki yang hanya melihat fisikku saja mana yang tulus. . dan entah sejak kapan aku seperti menemukan ketulusan itu dimatamu"


"ahhhh. . sepertinya kita harus membiasakan diri untuk sharing dan talking sebelum tidur. . aku merasa lebih dekat dengan mu"


"ide bagus, aku juga ngerasa lega aja . . . kalo udah ngomong ke kamu"


"tapi sekarang bukan waktunya buat ngomong"


Mila mengerutkan keningnya. . .


dengan cepat Elang menindih tubuh istrinya, dan Mila paham betul apa yang akan dilakukan suaminya selanjutnya. . .


.


.


.


.


Semangat vote nya ya . . .biar author juga semangat nulisnya ❤️. . . like-like juga teman-teman 💋💋💋💋💋