Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Angry Elang


"ya daripada nanti gue yang disalahin suami Lo" kata ana dan langsung pergi.


"yayaya"


Mila menatap tempat yang sudah lama tidak dikunjungi nya itu, tidak ada yang berbeda bahkan tambah ramai, meskipun banyak mata yang melihat kearahnya ia hanya diam dan pura-pura mengutik ponselnya itu.


tiba-tiba ponselnya berdering..


Elang ia calling...


Mila bingung "duh diangkat nggak ya, tapi nanti harus bilang apa. . masak iya harus ngomong di bar" gumam Mila


"lemon tea kesukaan ratu sudah datang" gurau Deni


"lama nggak ketemu kok jadi lebay sih Lo"


Mila memilih memasukkan kembali ponselnya didalam tasnya, diangkat pun percuma tidak akan dengar suaranya..


"ada yang pesen nih mil, gue tinggal sendiri nggak papa"


"alah Lo apaan sih kaya gue ratu aja . . haha udah sana minggat"


tinggal Mila sendiri di sofa itu , namun tidak lama kemudian. . . matanya tertuju pada dua orang yang baru datang dan bergandengan.


Mila menundukkan kepalanya agar dua orang itu tidak melihatnya, setelah jauh Mila kembali menatap mereka . . .


ia memasang senyum liciknya "takdir macam apa ini haha, aku harus menemui mereka"


ia mengambil minumnya kemudian mengahampiri sepanjang sejoli itu. . terlihat keduanya nampak kaget melihat Mila.


"Mila" ucap Leon kaget


"hai Le, kalian terlihat manis jika bersama seperti itu" ucap Mila tersenyum


Leon dengan cepat melepaskan tangan Sasa dari lengannya.


Mila duduk bersama mereka..


"mil, ayo kita cari tempat duduk berdua"


"jangan gila kamu le, mau dikemanakan wanitamu haha"


terlihat Sasa hanya diam dan menundukkan kepalanya..


"aku serius mil, jangan memikirkan dia. . aku akan menemanimu malam ini"


"ceh, bahkan kamu tidak berperasaan"


"dia kan pacar Elang"


deg . . ucapan Leon mampu membungkam mulut mila dan langsung terdiam.


"sudah kubilang lebih baik kamu bersama ku saja, apapun untuk mu honey" Leon meraih tangan Mila namun segera ia menepisnya.


"jauhkan tangan sial mu itu dari ku"


"ayo ikut denganku" kata Leon beranjak dan menarik tangan Mila


namun tetap saja Leon menarik tangannya, dan hampir saja ia terjatuh..


buggghhh. .


satu pukulan melayang hingga Leon tersungkur di lantai..


"Tino" ucap Mila


"ayo mil pergi, ngapain kamu sama orang nggak jelas ini" ucap Mila


Tino bangkit dan hendak membalas pukulan itu.


"shitt"


buggghhh. .


lalu semua orang yang disana menghadang Leon dan Tino yang mau berkelahi..


"sudah tin, ayo pergi. . " ucap Mila kemudian menatap tajam kearah Sasa dan Leon .


.


.


.


Mila dan Tino memilih pergi ke minimarket dekat bar itu mereka duduk berdua di bangku minimarket.


Mila mengirimkan pesan pada ana. .


na, gue ada di minimarket Deket bar. .Lo kesini aja nanti gue ceritain sama bawa kotak p3k ya.


"kok bisa tau kalo aku disana" tanya Mila


"kamu ngapain sih kelayapan malem-malem gini , untung Elang telpon aku" ucap Tino


"ha, Elang" Mila terkejut dan sedikit takut


"iya, dia telpon tadi, nyuruh aku cepet-cepet nyamperin kamu. . .dan untungnya aku Dateng diwaktu yang tepat"


"hehe makasih loh tin. . elang marah nggak ya"


drrttttggggg. . drrttttggggg. .


"tuh angkat telpon Elang" Tino tersenyum melihat ponsel Mila berdering


Mila menghela nafas dan mengangkat panggilan video dari suaminya..


"halo mas. . " Mila memasang tampang manisnya.


terlihat Elang yang sudah menatap tajam disana "keluyuran sama siapa kamu!"


"maaf"


"kemana aja nggak angkat telepon!!, udah berapa kali aku telponin kamu, kamu nggak tau khawatir nya aku disini! , punya ponsel buat apa, apa kamu sengaja ngabaikan telpon aku"