Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Royan..


Elang terus mencebikkan bibirnya sedari tadi, bahkan di mobil pun ia hanya bersedekap tangan dan melihat kearah jendela mobil tanpa memperhatikan Mila...


"mas, udah lah masak gitu aja marah sih"


"nggak marah cuma lagi badmood aja"


"ibu tadi ngomong gitu cuma nggak suka sama kamu, soalnya kamu kayak jijik gitu di pasar"


"suami Lo lagi PMS apa gimana sih mil" ucap Tino yang sedang mengemudi


"nggak usah ikut campur Lo" ucap Elang sinis


"kurang belaian kali mil" celoteh Tino lagi lagi , ia memang senang menggoda sahabat nya yang satu ini jika sedang cemburu buta.


"iya itu . . .kurang belaian" ucap Elang menoleh kearah istrinya masih dengan muka yang malas.


"sini peluk" Mila merentangkan kedua tangannya.


"cium dulu tapi"


cup . . .satu kecupan di pipi Elang


kemudian Elang merengkuh tubuh istrinya penuh sayang, sungguh ia tidak suka diabaikan oleh istrinya sendiri. . . bagaimana jika suatu hari mereka memiliki anak, itu akan membuatnya gila.


"kalian jangan macem-macem ya disini" ancam Tino yang masih bisa melihat lewat kaca depan.


Elang malah menarik dagu mila menghadap kearahnya lalu cup. . . Mila bisa merasakan lidah Elang yang sudah masuk ke dalam mulutnya. entah kali ini dia lupa dengan kehadiran Tino.


masih dengan bibir yang bertautan satu sama lain , Elang menarik Mila sampai Mila duduk dipangkuannya... dengan nafas yang saling memburu akibat kehabisan oksigen keduanya menempelkan keningnya. Mila bisa melihat tatapan sayu Elang dan bagian bawahnya yang ia duduki pun menegang.


"mas. . . " Mila mengingatkan Elang untuk segera tersadar bisa bahaya kalau mereka melakukan hal-hal yang diinginkan disini.


"bangkee emang kalian berdua" umpat Tino yang merasa jadi obat nyamuk sedari tadi.


Elang hanya bisa mendesis frustasi dan menenggelamkan kepalanya di leher Mila.


Tino memberhentikan mobilnya di parkiran sebuah cafe bernuansa alam.


"ngapain kesini?" tanya Mila


"gue mau ngopi , gue beri waktu satu ronde . . tapi jangan salahin gue kalo besok ada berita CEO Elang grup dan Mawardi Utama tertangkap mesum di parkiran" Tino meninggalkan mereka begitu saja.


"ayo turun , aku juga mau kopi" ucap Mila


"iya, kalo kelamaan disini aku pastiin besok artikel itu benar-benar ada" Elang menyunggingkan senyumnya.


"ishhhhhh dasar mesum" ucap Mila memukul dada bidang Elang dengan manja.


.


.


.


mereka berada didalam cafe . . .


"mas aku mau vanilla latte aja ya"


"katanya mau ngopi"


"enggak deh. . . aku mau ke kamar mandi kamu nyari Tino aja dulu"


"iya sayang"


Elang menghampiri Tino yang sedang menyeruput secangkir kopi panasnya. . .


"gue kirain Lo lagi main, biar besok ngeramein media, sekali-kali kek bikin skandal . . ."


"yaiyah Bambang orang situ pacaran nya dikantor coba kalo pacaran sama model atau anak konglomerat"


dan disaat mereka sedang bercengkrama sambil menyesap nikmat nya kopi. mereka melihat orang yang tidak asing sedang berdiri didepan kasir.


"tunggu deh tin , itu bukannya Royan" ucap Elang sambil memperhatikan laki-laki bertopi itu.


"kayaknya iya deh Lang". . "Royan..!!!" teriak Tino yang tak tahu malu dan benar saja laki-laki itu menengok.


"woy. . . ***** baru aja gue mau ngubungin kalian" laki-laki itu mendekati mereka.


mereka berpelukan ala cowok-cowok. . .


"gila gila gila . . . Lo ngapain disini kambing" ucap Tino heboh bertemu sahabat lamanya..


"Lo bukannya di US yan?" tanya Elang


"iya, gue baru nyampe sini kemaren, baru mau telpon elo pada"


"tambah tinggi aja beneran elo nggak nyemilin tiang listrik disana" celetuk Tino


"elo tu yang masih sama aja, masih aja kaya cewe mulut lo" timbal Royan.


"sumpah kangen banget gue, akhirnya punya temen dugem lagi?" ucap Tino


"kan ada Elang" ucap Royan


"lo kaya nggak tau nih bocah aja mana mau dia, palingan kesana harus gue paksa sampe urat gue keluar semua"


Elang tersenyum kecil "Lo liburan disini"


"enggak Lang, kali ini menetap"


"gue bener-bener nggak sabar pengen ngajakin Lo berburu" ucap Tino nyeleneh dan Elang paham apa yang dimaksud sahabat nya Tino dan Royan memang pemangsa para wanita.


"gampang gue ada kenalan , gue jamin memuaskan" seringai Royan


"tin inget yang dirumah" ucap Elang


"Lo udah nikah nyet" tanya Royan kaget


"baru mau" ucap Tino melemah karena mengingat tidak bisa bebas lagi.


"gila nyet nyet gak nyangka gue Lo bisa serius sama betina" ucap Royan


Mila menghampiri mereka namun ia urungkan niatnya untuk duduk karena melihat orang asing dimeja itu.


Royan menatap Mila dari ujung kaki sampai kepala.


seksi , cantik, menggoda , batinnya dan pikirannya mulai menerawang kemana-mana.


"jadi ini tin cewek Lo, sejak kapan Lo bisa dapet yang lebih dari gua" ucap Royan yang tidak mengalihkan pandangannya pada Mila.


.


.


.


**Sepertinya hari ini terlalu bersemangat, hehe..


tergantung mood juga😌


like like ya semuanya. . . jangan lupa ninggalin jejak. 💋💋💋**