Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Sepuasmu


"Sayang, anak Mamii ganteng banget sih nak" ucap Mila pada putranya yang terlentang di tempat tidur dan sudah berpakaian rapi dengan bedak yang memenuhi seluruh wajahnya.


Bayi yang sekarang berumur empat bulan lebih itu, terus mengoceh tidak jelas, kaki nya menendang nendang kesana kemari.


Setelah mengalami masa sulitnya,akhirnya Mila bisa tertidur dengan pulas akhir-akhir ini, karena bayi mungil nya tidak lagi hobi begadang. . . ia selalu bergantian dengan Elang jika Gemilang terbangun di malam hari biasanya.


Selain itu, bekas jahitan nya sudah mulai mengering setelah beberapa kali kontrol.


Kini ia hanya fokus merawat Gemilang saja, tidak ada kegiatan lainnya. . .


"sayang kamu mau tengkurap lagi ya" ucap Mila gemas pada putranya yang sedang bersusah payah membalikkan badannya.


"yey. . Gemilang berhasil" ucap nya heboh ketika sang anak berhasil tengkurap.


Mendengar suara Mila yang sedang asik berbicara dengan anaknya, Elang yang sedang tidur disamping mereka membuka matanya lalu menoleh. . . ia tersenyum saat mendapati dua malaikat di dalam hidupnya.


"Morning sayang, morning baby" ucap Elang segera beranjak lalu mencium keduanya secara bergantian.


"tidur lagi aja mas kalo masih ngantuk" ucap Mila khawatir karena Elang baru saja pulang dari luar kota, untuk urusan pekerjaan. Setelah Gemilang tidak lagi begadang dan Mila juga mulai sehat pasca operasi nya , ia baru berani meninggalkan anak dan istrinya untuk pergi ke luar kota.


"nggak sayang lihat kalian berdua capek sama ngantuk nya langsung hilang" ucap Elang memeluk manja sang istri nya.


Gemilang terus berceloteh sambil menghisap jarinya, kaki nya masih menendang kesana kemari.


"dia udah berhasil tengkurap berapa kali yang?" tanya Elang.


"nggak ngitung lah mas"


tiba-tiba Gemilang merengek lalu menangis. . .


"cup, cup sayang . . . haus ya sini sini mau ***** ya" ucap Mila segera mengambil anaknya lalu memangku nya.


"lapar ya Gem" ucap Elang saat menatap putranya yang sedang gencar menyusu.


"iya Papii" jawab Mila.


"kamu udah makan belum yang?" tanya Elang pada menaruh dagunya pada pundak Mila , ia terus menatap manik kecil putranya.


"udah mas, kamu tahu sendiri kan aku itu bawaannya laper Mulu".


"ya iyalah laper , orang abis makan langsung disedot sama anak Papii" ucap Elang menoel pipi sang anak.


"tapi badan aku semakin nggak keurus mas" ucap Mila memperhatikan badannya yang sangat melar sekarang, apalagi ia jarang berdandan.


"tapi aku tetep cinta tuh" ucap Elang mengecup tengkuk Mila.


Mila menggeliat sejenak. .


"yang, udah waktunya aku minta jatah" ucap Elang begitu serius.


"beneran?" tanya Mila, karena sebenarnya mereka belum melakukan hubungan intim semenjak Mila melahirkan, karena Elang benar-benar takut akan melukai istrinya. . . tempo hari jahitan Mila mengeluarkan sedikit darah.


Semenjak tahu itu, dan melihat bekas jahitan istrinya Elang berjanji pada dirinya sendiri akan menahan hasratnya.


namun ini sudah saatnya. . .


"iya, nanti mamah kesini dia mau ajak Gemilang ke rumah, kita lakuin nya dirumah kamu atau rumah aku" tawar Elang dengan nada sensual nya.


"ke apartemen aku aja" ucap Mila dengan malu-malu. "nanti abis itu kita nyusul Gemilang ke rumah kamu".


"setuju, biar lebih puas lebih leluasa-".


"udah deh mas, dilihatin anak kamu ini" ucap Mila mengusap bibir Gemilang yang belepotan dengan ASI nya.


"apa?, baaaa. . . ciluk baaaa. . . " ucap Elang sambil bersembunyi di balik punggung mila, Gemilang melebarkan senyumnya mendapat i tingkah lucu Papii nya.


"nanti giliran Papii yang mau nen".


"massss".


.


.


.


ia selalu berdiam diri di rumah, Elang benar-benar melarangnya karena takut kondisi Mila yang masih lemah waktu itu.


Sedangkan Gemilang sudah berkali kali ikut Oma nya ke rumah Elang. . . namun itu tidak lebih dari lima jam, anak itu akan kembali meminta ASI ibunya. . stok yang Mila buat seolah benar-benar kurang untuk bayi montok itu.


Mila merasa dadanya seolah terguncang saat Elang membuka pintu apartemennya. . .


"ini bukan malam pertama loh yang" ucap Elang pada Mila yang terlihat tegang.


"mas" ucap Mila dengan ragu.


"apa sayang" Elang menyingkirkan anak rambut Mila.


Mila menghela nafasnya sejenak, lalu memeluk Elang dengan erat "aku takut" ucapnya.


"kenapa?, masih sakit ya. . . kita tunda aja kalo gitu, aku nggak papa kok" ucap Elang mengusap punggung Mila.


"aku takut kamu kecewa melihat bentuk tubuh aku yang seperti sekarang". ucap Mila dengan suara yang tercekat.


Elang melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya "sayang, seperti apapun kamu sekarang. . . cuma kamu yang aku cintai dan ada di hatiku. aku tidak pernah perduli seperti apapun bentuk tubuh yang penting kamu adalah Mila, istri ku".


"aku berjanji nanti kalo Gemilang sudah besar, aku akan merawat kembali tubuhku" ucap Mila mencoba tersenyum namun tidak dengan matanya.


Elang menggelengkan kepalanya "aku mencintaimu apa adanya Emila, bentuk tubuh mu berubah dan merasakan sakit karena aku. . . aku tidak mempersalahkan itu, tapi kalau kamu. merasa tidak nyaman aku minta maaf. . . karena semua ini gara-gara aku".


"aku hanya takut kamu jijik denganku mas" ucap Mila yang malah menangis mendengar betapa tulusnya Elang mencintai nya.


"ssssttt, nggak akan pernah" ucap Elang lalu membungkam Mila dengan ciuman, perlahan kelembutan itu berubah menjadi lebih rakus dan terus menempel kan diri sedekat mungkin.


Entah sudah berapa lama ciuman panas itu berlangsung, yang pasti Mila seolah tak sadar ketika Elang sudah berhasil membuka semua pakaian nya.


Lalu perlahan Elang membaringkan Mila di ranjangnya, masih dengan decitan ciuman yang begitu nyaring. . . berbulan-bulan mereka saling menahan hasrat.


"kamu selalu sempurna sayang" bisik Elang setelah memandangi tubuh polos istrinya.


Mila menarik Elang agar lebih dekat dengan nya, ia membuka satu persatu kancing kemeja Elang, lalu Elang melepaskan semua pakaiannya dengan senang hati.


Tangan Elang begitu lihainya menyusuri kesana-kemari, meninggalkan kecupan dan gigitan di setiap inci tubuh istrinya.


Elang menatap Mila begitu ia akan mulai memasuki istrinya, Mila hanya mengangguk ia tahu, Elang takut akan menyakiti nya.


"gigit pundak ku jika kamu merasakan kesakitan" bisik Elang pada telinga Mila, dan ia sudah mulai menghentakkan tubuhnya.


Akhirnya, suara desahan dan lenguhan yang selama ini Elang rindukan , sangat terasa merdu ditelinga nya , semakin menambah gairah nya.


Decitan suara bercinta semakin memanas di kamar itu, Elang begitu lega saat berhasil meraih kepuasan nya. . . rasanya semua beban di hidup nya hilang begitu saja.


"maafkan aku jika hari ini aku tidak bisa mengontrol diriku" ucap Elang yang akan memulai lagi peperangan.


Mila mengangguk dan tersenyum, ia tahu betul Elang sudah bersusah payah menahannya selama ini. "miliki aku mas, sepuasmu". balas Mila dengan malu-malu.


.


.


.


**Nikmati alurnya ya gaesss . . .


jangan lupa dukungannya untuk Elang dan Emila, terus vote , like, and komen ya buat baby Gemilang


udah update dari kemaren tapi review terus. . . yang pengen tanya update nya gabung aja di grup**.


lopeyuall 💋💋💋