Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Gara-gara Pudding


kini mereka semua nampak berkumpul dimeja makan. . .


Mila mengambilkan nasi dan lauk untuk Elang,


"makasih istri" ucap Elang dan dibalas senyuman oleh Mila


"ehmmm...ehmmm..." Tino berdehem


"hargai yang jomblo dong Lang" lanjutnya


"suruh ngambil ana tuh" sahut Elang


ana yang sedang meminum air putih nya pun terbatuk mendengarnya uhuk. . uhuk. .


dengan cepat Tino mendekatinya dan mengusap punggung ana. "pelan-pelan dong kalo minum"


"iya-iya" sahut ana sambil menepis tangan Tino.


semua yang berada disana hanya terdiam menatap mereka, dan selama makan pun hanya Elang dan Mila yang sesekali berbicara. . .


Mila mengambil pudding nya dari kulkas, kemudian memotong nya jadi beberapa bagian "ini mas , cobain" ucap Mila menyerahkan sepotong pudding pada Elang. . .


Elang yang memakannya pun sedikit kaget dengan rasanya, ia mencoba menetralkan wajahnya. . karena Mila terus menatapnya.


kenapa pudding nya rasanya asin banget , aneh banget rasanya sumpah tapi nanti kalo gue bilang nggak enak Mila pasti kecewa, batin Elang


"ehmmm. . . enak kok" Elang sedikit memaksakan senyumnya


"kalian ambil sendiri ya pudingnya, aku mau ambil ponsel aku diatas , kayanya tadi bunyi deh" Mila beranjak menaiki tangga. . .


baru Tino mau menyentuh pudding itu tapi ditahan oleh Elang "jangan dimakan, cari kantong plastik cepet" Elang tidak mau mereka memakannya karena mereka pasti memuntahkannya, ia tidak mau istrinya kecewa.


sedangkan Tino masih bingung dengan perkataan Elang dan elang langsung mengobrak-abrik isi lemari mencari kantong plastik.


Tino yang semakin penasaran mencoba mencicipi sedikit pudding itu " cihhhhh, apaan ini asin banget"


"kan udah gue bilang bodo, cepetan masukin sini" ucap Elang menenteng kantong plastik. "sisain sedikit di piring kalian masing-masing" lanjutnya


Aris dan ana yang penasaran pun mencobanya sedikit, namun segera mengambil minuman karena tidak kuat dengan rasa asinnya..


elang mondar mandir bingung, ia berfikir kalo dibuang ke tempat sampah pasti Mila tau dan kecewa, "tin elo bawa tas ngga" tanya Elang


"buat apa?"


"ini, nggak mungkin gue buang disini"


"enggak bawa" Tino melirik kearah ana , dan elang langsung paham.


"gue titip ini na, terserah mau Lo buang dimana tapi jangan sampe Mila tau, dia pasti kecewa"


ana pun bingung "tapi. . ."


"udah sini Lang" Tino mengambilnya dan langsung menuju ruang tengah menaruh nya di tas ana.


"kenapa nggak jujur aja sih" sahut ana yang tidak mengerti dengan jalan pikiran para lelaki disana.


"gue nggak mau dia kecewa" jawab Elang santai


lagi-lagi ana dibuat tercengang oleh perkataan Elang, sedikit rasa lega karena ia tahu sahabatnya menemukan lelaki yang begitu menyayanginya..


"its oke kalo gitu aku paham" jawab ana


Mila berjalan mendekati mereka . . .


"loh kok udah abis aja pudding nya"


"hehe iya maaf ya sayang udah mereka habisin" jawab Elang


"iya nggak papa, apa perlu aku buatin lagi?" tanyanya pada semua orang disana


"jangan!" Tino reflek menjawab dan semua mata yang disana tertuju padanya, apalagi mata elang yang seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.


"hah?" Mila terlihat bingung..


"maksud gue lo istirahat aja, kita semua sudah kenyang" jawab Tino terbata-bata


"hehe iya mil kita mau lanjut main dulu" ucap Aris... kemudian mereka semua beranjak.


sedangkan Mila dan ana masih sibuk dengan piring-piring kotornya. . .


"mil. . " ucap ana


"Hem. . apa?"


"Elang emang orang baik kayaknya, nggak salah Lo dapet dia"


Mila tersenyum "gue rasa sih juga gitu"


"iya gue bisa lihat dari sorot matanya ketika Mandang elo, ketika nyebut nama Lo. . dia beneran cinta sama Lo.. pokoknya gue restuin kalian"


"cih, emang ada pengaruh nya. . . nggak lo restuin kan kita juga udah nikah haha"


"bener sih bener, cuma selama ini gue kira dia tu orangnya dingin, sombong, galak...."


"dan ternyata dia itu, bawel, cerewet, kadang kayak bocah. . . " Mila menyela perkataan ana, kemudian mereka tertawa bersama. . .


"itu kalo kita udah kenal Deket baru tahu aslinya" lanjut Mila


"hehe iya"


"elo ada masalah apa sama Tino na?" tanya Mila


"nggak papa kok mil, sedikit masalah aja. . . tapi gue ngerasa hubungan yang berdosa ini harus segera diakhiri" jawabnya sendu


"na. . jangan dipaksain , pelan-pelan aja" Mila tahu betul betapa sahabatnya menyukai Tino. tapi disisi lain ia juga tahu Tino memiliki banyak wanita entah itu teman atau apanya.


"iya mil, ini gue lagi usaha"


.


.


.


๐ŸŒธ๐ŸŒธhalo teman-teman sampai disini bagaimana ceritanya?, apakah membosankan?, apakah kurang konflik?. . .๐ŸŒธ๐ŸŒธ


like vote dan jangan lupa Tinggalkan jejak ya๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹****