Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
You are the reason


Mila menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh milik suaminya, tangan keduanya saling bertautan satu sama lain.


Aroma parfum yang selama ini menjadi favoritnya selalu menjadi ketenangan tersendiri untuk ia hidup dalam-dalam.


...I'd climb every mountain...


...And swim every ocean...


...Just to be with you...


...And fix what I've broken...


...Oh, 'cause I need you to see...


...That you are the reason 🖤...


Senyuman dari keduanya seolah enggan untuk memudar, lagu yang menemani perjalanan mereka menuju rumahnya bagaikan arti dari perasaan nya saat ini. . .


"mil" panggi Elang yang membuat Mila mendongak.


"apa?" jawabnya yang tidak ada lembut-lembutnya.


"you are the reason. . ." bisik nya dengan mesra.


"hilih. . ." balas Mila mencebikkan bibirnya, entah mengapa semenjak hilang ingatan mulut suaminya itu semakin manis saja.


Dan tentunya pak supir yang berada disitu bagaikan obat nyamuk yang menahan tawanya melihat tingkah manis mereka.


Mobil itu mulai memasuki kawasan perumahan mewah yang hijau nan asri, Mila terus menyunggingkan senyum nya ketika mengingat Gemilang, ia sudah sangat merindukan anak tampannya. . .


Mereka memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menemui Gemilang, setelah itu baru mereka menemui Gemilang yang sedang bermain bersama Jen ada ana juga beserta anaknya yaitu Ben yang seumuran dengan Gemilang.


"Sayang nya Mamii" ucap Mila yang membuat Gemilang menoleh, ia menangis sangat kencang ketika melihat Mamii nya digandeng oleh Papii nya.


"huaaaa. . . huuuuuuu. . huaa..."


"cup. . cup. . sini anak Mamii, kangen ya" ucap Mila mendekat lalu meraih tubuh montok anaknya, dan memberinya ASI.


"udah dari tadi na?" ucap Mila menoel pipi Ben yang nampak bermain bersama Jen.


"baru kok" Jawab ana tersenyum menatap sahabatnya yang terlihat begitu bahagia, berbeda dari hari-hari sebelumnya.


"Papii" panggil Jen pada Elang yang terus melamun menatap Mila dan Gem.


"eh iya, apa sayang" ucapnya lalu mendekat.


"adek tadi nakal, masa Jen mainkan direbut terus" ucap Jen mengerucutkan bibirnya.


Semua orang yang disana sontak tertawa mendengarnya. . .


"sayang inget ya, kakak harus ngalah sama adeknya" ucap Mila menatap Jen dengan gemas.


"iya Mam" ucapnya kemudian mengalungkan tangannya pada Elang "Papii kakak udah baik loh sama adek, katanya mau kasih hadiah kalo Jen jadi anak baik".


"iya hadiah nya masih di koper, nanti ya" ucap Elang.


"Yeay!!" teriak Jen begitu gembira lalu ia mencium pipi Elang bertubi-tubi "Papii baik deh".


"Mamii nggak nih" ucap Mila yang membuat Jen segera berlari memeluknya.


"Ayah enggak nih" ucap seseorang yang baru saja datang.


"Jen masih marah sama ayah" ucapnya kemudian kembali ke pangkuan Elang.


"oh gitu" ucap Al tersenyum "Kalo gitu ayah sama Gem saja , ayo Gem ikut ayah" ucap Al yang membuat Elang menajamkan matanya seketika.


"nggak kapok ini anak" ucap Elang yang sudah melipat lengan kaosnya.


"ampun bos hahahah".


.


.


.


Jas biru navi yang melekat sempurna pada tubuh berotot nya membuatnya semakin seksi, tak lupa jam tangan mewah yang melingkar pada tangannya.


"ganteng banget sih" puji Mila terang-terangan.


Elang tersenyum "suaminya siapa dulu" ucapnya mencolek dagu Mila.


"jadi nggak rela deh kalo dibiarin keluar rumah" ucapnya mendekap erat tubuh kokoh itu.


"yang penting kan hatinya ada dirumah yang" Elang begitu antusias di hari pertama nya masuk kantor, setelah sekian lama ia libur.


Tangan Mila terulur untuk merapikan dasi berwarna biru muda itu "awas aja kalo berani macem-macem dibelakang ku" ancam Mila .


"nggak akan, beneran kamu itu segalanya hidup dan matiku. . . ya cuma kalian berdua" ucapnya bergantian menatap putranya yang masih terlelap.


"iya masku, yaudah berangkat sana" ucapnya mengusir sang suami.


"kamu nggak kemana-mana kan hari ini?" tanya pada Mila.


"nggaklah mana berani" ucapnya kesal.


Elang tertawa renyah melihat Mila yang begitu menggemaskan "kenapa?" godanya padahal ia sudah tahu alasan nya.


"lihat ini. . ini. . ini. ." ucapnya sambil menunjuk lehernya yang penuh dengan bekas merah, banyak sekali sungguh memalukan.


"hahahaha. . . hasil karya aku" ucapnya dengan bangga.


Mila hanya mendengus kesal mendengarnya.


.


.


.


"Semuanya sudah kamu siapkan an" ucap Elang pada Antoni yang tengah mengemudi.


"sudah pak"


"Aris dimana?"


"sudah standby di depan gedung BRT CORP".


Elang menyunggingkan senyum liciknya "siapa suruh berani menantang Elang Suryo" gumam Elang.


Tangan Elang bergerak untuk mencari ponselnya , namun tidak kunjung ketemu "ponsel saya ketinggalan an, hubungi Sella untuk menunda semua meeting hari ini".


"baik pak".


....


Sedangkan disisi lain. .


"aduh, ponselnya masku ketinggalan" ucap Mila menatap ponsel yang terletak di atas meja.


ia tersenyum saat melihat foto dan Gemilang yang menjadi wallpaper ponsel itu. Namun dahinya mengernyit saat melihat isi pesan dari Aris.


^^^apa yang mereka rencanakan?. . ^^^


.


.


.


SEDIKIT UNTUK MENGHILANGKAN RASA RINDU PADA ELANG DAN EMILA HEHE. . .


SAMBIL NUNGGU NOVEL INI END, JANGAN LUPA BACA ULANG, TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR DI SETIAP EPISODE. .


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋