Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
menggemaskan


setelah melakukan pertempuran yang panas dan beberapa kali pelepasan.


Mila kini memeluk Elang dengan erat dan bersandar di dada bidangnya, nafas keduanya masih tersengal-sengal. . .


cup. . . Elang mengecup kening Mila , entah mengapa itu jadi kebiasaannya sekarang, setelah melakukan hubungan.


"makasih ya" ucap Elang.


Mila mengangguk...


"makasih juga udah ngejaga semuanya utuh buat aku"


"kan kamu suami aku"


"aku akan segera putusin Sasa"


mila terdiam bahkan ia tidak tahu harus berkata apa. . . sebenarnya itu cukup membuatnya lega , tapi akan lebih lega lagi kalo Elang mengatakan mencintainya..karena setiap wanita membutuhkannya.


"kok diem"


Mila mengeratkan pelukannya "gapapa"


hening....


"eh mas, lihat perut kamu ini tambah lama tambah buncit aja" kata Mila sambil mengusap perut Elang


"ini semua gara-gara kamu"


"kok aku?"


"kamu kasih makan aku apa? sampai kayak gini"


"kamu aja yang makannya banyak" Mila terkekeh mendengarnya.


"udah jangan diusap terus nanti yang bawah bangun"


Mila memukul pelan dada Elang. . .


kini Elang menghadapkan tubuhnya ke Mila dan ganti mengusap perut Mila.


"nggak sabar deh pengen ketemu Elang junior"


kata Elang


"kamu pengen punya anak?" tanya Mila


"iya dong sayang"


"dari aku?"


"kamu kok ngomongnya gitu sih , emang dari siapa lagi. . kamu kan istri aku"


"eh iya iya mas"


"yang penting kita harus giat usaha huahahha"


Mila mencubit perut Elang


"aw... galak banget sih"


"lihat badan aku udah merah-merah gara-gara kamu gigit"


Mila memperhatikan dada dan perut Elang yang memang sudah merah gara-gara kelakuannya..


ia merasa sangat malu atas ulahnya itu


"kok kamu malu sih haha" Elang gemas sendiri melihat tingkah Mila


"udah-udah tidur gih sana"


Elang meraih pinggang Mila dan mempererat pelukannya...


mereka tertidur pulas hingga sore hari tapi Mila bangun terlebih dulu , ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah berganti pakaian langsung menuju dapur. . .


Mila mengambil air dingin dikulkasnya lalu meneguknya karena dirasa tenggorokannya sudah kering dari tadi...


"udah bangun" tanya mamah Mila sambil menggendong Exel


"iya mah, Exel ayo ikut Tante" Mila mengambil Exel dari mamahnya


Mila mencubit gemas pipi Exel , lalu menciumnya hingga Exel terkekeh. . .


"tambah ganteng ya kamu" Mila terus menciumi pipi Exel


"papah sama kak Erfan belum pulang mah"


"kakak kamu nggak pulang deh kayaknya , katanya sih mau keluar kota tadi"


"oh ya"


"iya, kamu bangunin suami kamu mil. . .papah udah pulang , kita makan diluar aja"


"oke mah, kita udah lama nggak makan diluar kayaknya"


Mila menggendong Exel ke kamarnya lalu menurunkan Exel disebelah Elang yang tertidur pulas


"Exel bangunin om kamu"


Exel menindih tubuh Elang , Mila tertawa melihatnya. .


Elang mengerjapkan matanya , sedikit kaget karena Exel menarik-narik rambutnya.


Elang yang sudah bangun meraih tubuh Exel "aduh anak siapa sih ganteng banget" Elang mencium Exel.


"Exel sini ,om bau belom mandi" ejek Mila


"om wangi kok xel , Tante kamu aja sampe klepek-klepek"


"udah sana mandi, mamah ngajak makan diluar"


Elang beranjak ia gemas melihat Exel yang bersembunyi dibawah selimut . . .


"mil, buatin aku satu aja yang kaya Exel"


Mila mencubit perut Elang "udah sana mandi"


sementara Elang mandi Mila bermain-main dengan Exel , ia merasa rindu dengan ponakannya itu. . .mila sangat menyayangi Exel, dulu waktu ia masih tinggal dirumahnya, Exel yang mengurus Mila..