
Mila kembali menghela nafasnya
ya ampun, cerewet nya ini orang belum juga satu dijawab, udah berlembar-lembar pertanyaannya, batin Mila.
"mas, aku lagi sama ana sahabat aku"
"di bar" ucap Elang melotot
dan hanya mendapatkan anggukan dari Mila. . .
tapi beberapa saat Mila menyadari bagaimana bisa Elang tau kalo dia sedang berada di bar . . .
"mas kok tau kalo aku dibar"
"urusan gampang, jangan bilang kamu mabuk!!!"
"hah, enggak mungkin lah"
"jangan bohong mil!!!"
"kamu kali yang mabuk, marah-marah gak jelas gini" Mila mengerucut kan bibirnya
"hih, kalo kamu gemesin gini. . . mana bisa aku marah" ucap Elang dengan suara yang lucu
"huahahahha Elang. . . Elang. . .dasar bucin" ujar tino
Mila mengalihkan pandangannya kearah laki-laki yang didepannya.
"lagi sama siapa kamu!?"
"i itu. . "
"jawab mil!"
dengan cepat Tino merebut ponsel dari genggaman Mila..
"good night boss" ucap Tino Santai
"ngapain kamu disitu" bentak Elang
"kayaknya lagi pms deh suami kamu mil. . ."
"tin!!!!!" bentak Elang
"kamu lupa ingatan apa gimana sih, tadi yang nyuruh kesini siapa"
"Hem" hanya mendapatkan jawaban seenteng itu,
"eh muka kamu bonyok kenapa?" lanjutnya, melihat lebam di pipi Tino
"abis berantem sama singa" jawab Tino santai
"singa?" ucap Elang belum paham
"iya dia godain Mila tadi"
prankkkk. . suara lemparan gelas.
"ada apa tin?" tanya Mila , dan Tino hanya menaikkan kedua pundaknya.
"Leon , sialan!! . . kasih hp nya sama Mila" ucap Elang dan Tino segera mengembalikan ponsel Mila.
"iya mas" kata Mila polos
"kamu suruh Tino anter kamu pulang sekarang juga!!!!"
"tapi kan"
"nggak ada bantahan ya mil, mau jadi istri durhaka kamu, pergi nggak pamit disuruh suami nggak nurut"
"oke. . oke. .aku minta maaf dan sekarang juga aku pulang sama Tino" Mila mengalah
Tut, Elang mematikan teleponnya. . .
"kenapa dia mil?" tanya Mila
"suruh pulang ayo, anterin aku sebelum dia ngamuk lagi"
"haha kamu ada takutnya juga ternyata"
"ya mau gimana lagi orang tau sendiri Elang udah kaya orang kesurupan gitu"
"tapi emang bener dia beda banget kalo sama kamu"
"maksudnya?" tanya Mila
"aku nggak pernah lihat Elang seposesif ini sama cewe manapun kecuali kamu"
blusshhhh. . muka Mila memerah seketika..
"ya kan aku istrinya , gimana sih. . ayo cepetan pulang" ucap Mila salah tingkah
"kamu kok malu sendiri sih, pipi kamu kenapa? haha"
mereka menoleh ke sumber suara bersamaan,
"ana" ucap Mila sedikit terkejut karena sahabat nya menjatuhkan kotak p3k.
tak lama kemudian Mila menyadari dua manusia itu saling berpandangan, ana dan Tino.
"ada yang nggak beres ini" gumam Mila
"kalian saling kenal" tanya Tino melihat Mila
"iya, dia sahabat aku"
"terus dia siapa kamu mil?" tanya ana
"dia temennya Elang na, tunggu . . tunggu. . jangan bilang kalo kalian saling kenal" Mila menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"na ,jangan bilang dia tino . .orang yang selalu kamu ceritain" kini gantian ana yang membungkam mulut Mila..
"iya mil , dia partner s*ks aku" ucap Tino santai
"haaa....., tunggu. . tunggu"
Mila duduk kembali menetralisir rasa terkejutnya, ana mendekat kearah Tino dan mengangkat dagunya untuk melihat luka lebam Tino. . .
"jadi kamu yang bikin ribut di bar tadi" kata ana
"ayo pulang mil, kamu mau Elang tambah marah" Tino mengabaikan ana
"obatin dulu tin" sahut Mila
"aku Anter kamu pulang dulu nanti kesini lagi"
"oh yaudah, kamu mau ikut nganter aku nggak na?"
"nggak usah Mil"
mila dan Tino beranjak , "tunggu ditempat biasa" bisik Tino pada ana.
entah ana harus merasa bahagia atau bersedih, Tino hanya menganggapnya sebagai perempuan murahan tidak lebih. . . padahal ia hanya melakukannya dengan Tino saja.
.
.
.
"yakin nggak mau mampir" tanya Mila pada Tino yang kini sudah berada didepan rumahnya mila
"nggak usah udah sana masuk" Tino hendak membuka pintu mobilnya. .
"tin. . tunggu"
"apa mil?"
"apapun yang kamu pikirkan tentang ana, yang pasti ana bukan perempuan seperti itu" Mila langsung pergi tanpa mendengar kan jawaban dari Tino.
sesampainya dirumah Mila langsung disambut oleh ponakannya yang paling tampan
"Exel . . " Mila berjongkok dan memeluk anak kecil yang berlarian itu.
Mila terus menciumi pipi Exel..
"aduh ganteng banget sih , makin gumush" anak kecil itu terus tertawa pada Mila
"ya iyalah ganteng kaya Dady nya" ucap seseorang yang baru keluar dari dapur
"dihh, ganteng kalo masih jomblo percuma" cibir Mila dan Mila tersenyum mengingat sesuatu.
"mahhh......" panggil Mila pada ibunya yang baru menuruni tangga bersama papahnya
"apa sih mil, nggak usah teriak" kata mamahnya
"besok mila mau undang temen buat makan malam, mamah siapin makanannya ya, yang enak" ucap mila menoleh kearah kakanya.
erfan sudah paham arah pembicaraan Mila...
"emang nya temen kamu siapa yang mau datang sayang" tanya pak Mawardi
"ada deh pah"
"yaudah mandi dulu sana" mamah Mila merebut Exel dan menggendong nya
...
selesai mandi Mila terus melihat ponselnya pesannya diabaikan oleh sang suami, dan sudah beberapa kali ia menelepon tapi tidak diangkat, sepertinya Elang masih marah..
Cukup raga kita saja yang berjarak, untuk perasaan apalagi hati . . . jangan pernah mencoba-coba, karena aku benar-benar tidak suka.
πΈπΈudah sedikit panjang bukan ceritanya hehe , sehat selalu semuanya πΈπΈ
πππ