Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
kamu berhak atas diriku


mereka bertiga berjalan menuju kamarnya Emila di lantai 21 . mereka menaiki lift


"pak Elang pasti kepanasan" ucap Antoni


"Hem"


"merasa lebih b*rgairah"


"maksudmu?" Elang yang sedari tadi sudah merasakan semua itu sedikit bingung kenapa Antoni bisa mengetahuinya..


"itu efek samping obat perangsang"


"apa!!!" Elang dan Aris kaget mendengarnya


"seseorang mencoba menjebak bapak, malam ini saya akan memastikannya, dan saya akan mengorfirmasi paling lambat besok pagi" ucap Antoni dengan sigap


"bagaimana kamu mengetahui ini semua" tanya Aris


"sudah sampai , besok saja saya jelaskan"


Antoni memencet bell pintu kamar Mila , Mila membukanya tanpa mengatakan apapun dan Antoni mengajak Aris untuk pergi.


Elang bingung sebenarnya kenapa Mila tidak bertanya apa yang terjadi dan mengapa Elang kekamarnya malam-malam begini.


mereka memasuki kamar.


"kamar mandi dimana" tanya Elang ia terus menundukkan pandangannya dengan wajahnya yang merah itu , tubuhnya sedikit bergetar.


"mas"


"Mila cepat tunjukkan dimana kamar mandinya?!"


Elang sedikit takut jika ia hilang kendali dan melakukan hal itu pada Mila, ia tidak ingin Mila takut padanya seperti saat itu.


"kamu berhak sepenuhnya atas diriku mas" Mila mendekati Elang


"jangan mendekatiku mil" kata elang terbata-bata


"kenapa"


"kamu tau apa yang terjadi padaku"


"iya"


"sebaiknya kamu meninggalkan kamar ini mil"


"jangan menahannya mas"


"aku bisa mengatasinya mil, kamu pergi saja"


"enggak mas, nggak mungkin aku ninggalin kamu dalam posisi kaya gini, emang kamu mau lari kesiapa ,Sasa?"


"bukan begitu mil, aku hanya khawatir"


"khawatir apa?" Mila terus mendekati Elang


"nanti kamu akan takut padaku, bahkan setelah kita melakukan itu kamu terus menjauh dariku"


"mas aku tidak pernah takut, jangan menahannya lagi"


Elang terduduk dilantai. . .Mila memajukan langkahnya kemudian berjongkok didepan Elang


"anggap saja kali ini aku yang memintanya" Mila memegang pipi Elang dengan kedua tangannya.


kini mereka saling bertatapan "seluruh tubuhku mulai dari rambut sampai ujung kakiku, semuanya hakmu mas, semuanya milikmu"


Elang matanya sedikit berkaca-kaca , Mila memajukan bibirnya dan mencium Elang ...


Elang yang sedari tadi sudah menahannya membalas ciuman Mila dengan panas, kini mereka menautkan bibirnya. . .lidah mereka mulai menyusuri mulutnya. .


cup . . satu kecupan dibibir Mila setelah ciuman yang panas.


Elang menggendong Mila menuju ranjangnya.


mereka berciuman lagi. . dengan kasar dan tidak sabaran ia membuka baju Mila dan bajunya hingga kini mereka sudah tanpa sehelai benangpun ..... bibir elang mulai menyusuri setiap inci tubuh istri nya.


cup. . elang meninggalkan bekas merah di leher Mila "mas cukup satu aja , besok kita masih harus gathering"


Elang hanya mengangguk dan melakukan aksinya lagi , ia mencium kuping Mila dan tangan nya mulai tak terkontrol , Mila pun menggigit bibirnya..


Elang memainkan lidahnya . . ."hmh mas" Mila sudah tidak tahan dengan sensasi itu.


"aku suka desahanmu mil" elang berbisik pada Mila..


Elang menyentuh area sensitif istrinya dan tangannya dengan lihai bermain disana.


"kamu sudah basah" kata elang


Mila hanya mengangguk ia tahu elang pasti sudah tidak tahan lagi.


Elang mulai bersiap, ia menatap Mila dalam2 "kamu yakin" ,"hemmbhh " jawab Mila yang sudah merasakan kenikmatan didalamnya.


Elang mulai bergerak dengan pelan lalu lama-kelamaan ia mempercepat alunan tubuhnya . "embhhh aaaaa... mas Elang" desahan Mila terus memenuhi kamar itu. ia terus mencakar punggung Elang karena merasakan sakitnya nikmat dalam dunia ini.