Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Monyet-monyetan


"baik ,kamu bantu Elang saja. . laporkan semuanya padanya"


"siap Bu" jawab Antoni


setelah pesta. . .


dikamar Elang , elang sedang duduk disofa sambil meminum kopinya tok tok tok


"masuk"


"malam mas"


"iya" sebenarnya Elang sedikit kaget melihat Sasa masuk ke kamarnya.


"kenapa kemaren nggak ke kamar aku"


"eh itu kemaren Mila agak nggak enak badan jadi aku ke kamarnya"


"jadi mas lebih pentingin Mila daripada aku"


"kan Mila tanggung jawab aku sekarang"


Elang berdiri dan memunggungi Sasa ,ia menghadap kearah jendela, sebenarnya Elang masih sangat tidak percaya apa yang dia lihat bagaimana Sasa yang polos itu tega mengkhianati nya,


"kenapa kamu ingin menjebakku"


"maksud mas apa"


"tidak usah pura-pura tidak tau, minuman yang kamu berikan padaku"


"a aku tidak mas.."


Elang yang malas mendengar penyangkalan Sasa hendak pergi namun Sasa memeluknya dari belakang.


"a aku nggak mungkin ngelakuin hal itu sama mas" Sasa mengeluarkan air matanya.


oke,kita ikuti permainanmu jadi sejauh mana kamu bisa menyangkal, batin Elang


Elang memutuskan untuk menangkap langsung Sasa agar ia tidak bisa menyangkal lagi, dia mulai memikirkan rencana-rencananya.


sementara itu ceklek . . .


mila membuka pintu Elang yang belum tertutup rapat, ia membuka sedikit pintunya namun ia sangat terkejut apa yang dilihatnya saat ini, Mila memilih pergi..


"jadi semuanya itu belum cukup untuk menyadarkan Elang bahwa Sasa itu p*cik" gerutu Mila menahan kesal.


Mila menyuruh Antoni ke kamarnya..


"kita pulang malam ini saja an" kata Mila sambil memasukkan pakaiannya dalam koper


",loh kenapa Bu bukanya besok pagi"


"ada urusan!" intonasi Mila sedikit naik


Mila meninggalkan hotel itu tengah malam bersama Antoni dan sekretaris nya, sebenarnya Mila sangat kecewa pada Elang yang masih mempercayai Sasa.


Mila sampai di tanah air dini hari...


ia membersihkan badan dan langsung tidur.


ia mengerjapkan matanya pukul sebelas siang "huh jam berapa ini" ia meraih ponselnya melihat jam namun memilih tidur kembali. ia merasakan akhir-akhir ini badannya sungguh lelah berangkat petang pulang malam.


air yang berjatuhan mengguyur mobil Elang yang sedang melaju kerumahnya. . .


pukul sembilan malam Elang sampai dirumahnya lalu naik kekamarnya dan melihat Mila masih terlelap di ranjangnya.


"emang kebo ya"ucap Elang lirih sambil tersenyum tipis menatap kearah Mila yang sedari pagi tidak bangun , padahal tadi pagi Elang sudah sampai di tanah air dan pulang ke rumah lalu pergi lagi karena ada meeting.


Elang memilih mandi untuk meredakan rasa capeknya.


"huaaaaaaaaa" mila merentangkan tangannya keatas. "bangun kebo" ucap Elang sambil mengusap rambutnya yang basah.


duh kenapa dia bisa setampan ini kalo abis mandi, batin Mila


"pasti mikir yang enggak-enggak ya"


"hah apaaa , i itu cuma masih kaget aja, kok udah pulang sih" ucap Mila terbata-bata


"bilang aja kalo terpesona sama tububku, mau minta jatah ya" Elang yang sudah berpakaian santai hendak keluar kamar


namun Mila meleparinya dengan bantal.


"dasar cowok mesum"


ihuh, sebenarnya siapa juga yang minta adududuh jadi malu kan waktu itu aku yang memintanya


Mila menyembunyikan wajahnya dengan bantal . Untung Elang sudah pergi . .


Mila turun dari ke lantai bawah dan melihat elang sedang makan disana.


"makan apa" Mila menarik kursi disebelah Elang


"mie instan"


"ha! kenapa nggak nyuruh aku masak sih"


"kamu kayanya capek"


"iya sih capek , badan aku kaya abis ketiban pisang sama monyetnya" Mila merebut sendok Elang dan memakan mie yang menggoda seleranya itu.


Elang menatap Mila"maksud kamu, aku sama pisangku"


uhuk. . uhuk...uhukk..