Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Refresh. .


sudah tiga hari ini, dua kali pula Mila berhasil mendapatkan saham atas kerja sama nya pada dua perusahaan besar, Mila cukup bersyukur karena kliennya adalah orang yang sudah berumur semua. . .


sejujurnya ia sedikit trauma bila kliennya seumuran dengannya, pasalnya mereka pasti akan menggodanya kebanyakan. .entah itu meminta ditemani makan atau apalah Mila sudah hafal akan hal itu.


seluruh pimpinan hampir tidak percaya Mila berhasil bekerja sama dengan perusahaan tersebut , pasalnya mereka sulit didekati ataupun diajak berkerja sama.


dan berita itu menyebar cepat diperusahaan, sehingga orang-orang yang menilainya dari penampilannya saja, seakan malu pada omongannya sendiri...


Mila menghempaskan tubuhnya dikursi kerja suaminya. . ia memejamkan matanya sejenak...


jujur, ia sangat lelah karena siang malam harus maraton demi mempelajari tentang perusahaan yang akan diajak kerja sama, apalagi mengatur karyawannya. .


tapi untunglah semenjak mereka dimarahi Mila tidak ada yang berani melanggar..


"ibu mau minum" tawar Aris yang baru datang


"nggak usah mas"


"saya akui Bu Mila hebat, selamat ya Bu"


"hehe iya mas, dan sekarang saya butuh refresh otak... sebelum saya stress"


Aris mengerutkan keningnya...


"aku mau pulang lebih awal hari ini, sisanya mas Aris yang urus"


"siap Bu, silahkan beristirahat semuanya ini sudah lebih dari cukup"


"mas Aris bisa aja, yaudah saya mau cuci mata dulu" Mila beranjak mengambil tasnya lalu pergi..


terlihat sudah ada yang menunggunya di loby, sahabatnya ana,


"ana" teriak Mila melambaikan tangan


ana pun segera menghampirinya. . .


"lihat deh elo dilihatin karyawan Lo itu, jam segini udah pulang"


"bodo amat, capek banget . . .ayo" Mila merangkul sahabat nya dan menuju ke parkiran.


"wah mobil baru ni" ucap Mila memperhatikan mobil sahabat nya


"pa an sih, ayok"


mereka memasuki mobil, kemudian melaju ke mall pusat perbelanjaan kota. . .


Mila tersenyum saat memasuki tempat yang penuh keramaian itu "udah lama banget gue nggak kesini"


"elo sih kerja Mulu" sahut ana


Mila menggandeng sahabatnya "yaudah ayo , kita habisin duit Elang"


"marahin balik" ucap Mila santai


"hahahaha emang gila, tapi gue yakin sih kalo cuma buat beli seisi mall ini aja Elang nggak akan jatuh miskin" ana


"nah itu tau ahahahah"


mereka mengelilingi mall itu, dan memilih beberapa pakaian dan keperluan wanita lainnya..


mereka menenteng beberapa paperbag.


"cape juga, makan apa mil kita" ucap ana


"terserah deh , gue mau nyemil aja"


mereka duduk disalah satu tempat makan didalam mall itu. . .


"eh btw lo udah lama nggak ketempat gue tau" kata ana


"hehe iya juga ya , semenjak gue nikah kayaknya"


"yaudah mumpung suami elo nggak ada , Lo harus mampir"


"sebenarnya sih gua males ketempat begituan, udah tobat hehe"


"alah.... lo kan disana juga cuma duduk nggak ngapa-ngapain, emang apa yang mau ditobatin coba"


"yaudah deh iya, kita ganti baju abis itu ketempat Lo".


.


.


.


mereka memasuki tempat yang remang-remang alunan musik berdegup kencang. . tempat sahabatnya Mila, bar ini adalah milik ana . salah satu bar terbesar di kota ini..


mereka berjalan beriringan menggunakan dress dengan bentuk yang sama namun warnanya berbeda, sungguh lucu bukan. . semua mata tertuju pada mereka berdua. . gadis cantik dan seksi, bisa dibilang postur tubuh mereka hampir mirip.


mereka duduk disalah satu sofa besar yang sengaja dikosongkan untuk mereka...


"wah wah artis kita udah lama nggak nongol. . . mau minum apa mil" tanya bartender laki-laki itu


"kaya biasa aja den" Mila mengedipkan sebelah matanya, pasalnya mereka sudah akrab dari dulu.


"den elo jaga temen gue dulu , gue mau ke atas sebentar. . .kalo ada apa-apa awas Lo ya" tutur ana


"siap bos" jawab deni


"udah kaya anak kecil aja gue dititipin segala haha" kata mila.