Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Milikmu seorang


setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di villa mewah, milik keluarga Elang pemandangan yang sangat hijau nan asri. . . halamannya pun terlihat begitu luas . . .


dan terlihat dua lelaki mengahampiri mereka yang baru keluar dari mobil, "den Elang tambah kasep pisan, sudah lama tidak kemari" ucap mang Dadang yang sudah bekerja disana puluhan tahun. dan Elang beberapa tahun ini memang jarang kesana..


"iya mang banyak urusan, tahun ini baru longgar, oh iya ini istri saya " ucap Elang sambil merangkul Mila.


"Mila" Mila mengulurkan tangannya kepada dua orang itu.


"gelis nya si Eneng" ucap mang Dadang sambil terus tersenyum.


..


kedua orang itu membantu Elang dan teman-temannya memasukkan koper-koper kedalam rumah.


"den Elang ada empat kamar, yang empat masih tahap renovasi soalnya, yang dibawah" ucap mang dadang.


"iya mang gapapa" ucap Elang beralih ke teman-temannya. . lalu berfikir sejenak "saya sekamar dengan mila" lanjutnya meminta orang yang disana berbicara, karena tidak mungkin mereka akan sekamar toh yang halal hanya dirinya dengan Mila.


"saya dengan Dimas" ucap erfan yang sudah akrab dengan rekan kerja adiknya itu.


"kalo gitu Exel biar tidur sama aku aja kak" ucap Mila yang sedari tadi menggendong Exel.


Elang pun menelan ludahnya dengan kasar, padahal ia sudah berencana untuk tidak membiarkan Mila beristirahat dengan tenang malam ini.


"gapapa?" tanya Erfan meyakinkan kedua pasangan itu


"i iya kak gapapa" jawab Elang dengan terpaksa melengkungkan bibirnya.


"aku tetep mau sekamar sama ana" ucap seseorang yang tiba-tiba menyela pembicaraan.


"tin, tapi kan kamu-" sela Mila


"dia nggak bisa tidur kalo nggak aku peluk mil, lagian sebentar lagi juga sah kok tenang aja" jawab tino


Mila hanya mendengus kecil....


"kalo gitu saya sama Bu Sabrina" ucap sella yang sedari tadi terdiam.


"jangan panggil ibu dong berasa tua saya" jawab Sabrina


"eh maaf, takut nggak sopan abis nya" sella


"panggil mbak aja"


"iya mbak"


.


.


.


Mila menidurkan Exel diranjangnya, kemudian mengecup puncak kepalanya. . .


Elang tersenyum melihat pemandangan itu, betapa bahagianya jika mereka segera diberi momongan, meskipun dilubuk hati yang paling dalamnya begitu menginginkan anak. . . namun ia mencoba tetap tenang dan menikmati waktu bersama Mila.... ia hanya bisa berdoa semoga lekas diberi kepercayaan untuk memiliki keturunan.


"sayangggg" ucap nya manja lalu memeluk tubuh Mila erat-erat... Mila tersenyum karena tingkah laku suaminya yang begitu manja. "ada apa mas?" tanyanya tanpa melepas pelukan itu..


"apa kalau kita punya anak kamu juga akan terus mengabaikan ku seperti seharian ini?" tanya Elang


Mila terkekeh geli mendengar gerutuan Elang seperti anak kecil. . . ia mengusap rambut Elang "jadi kamu iri sama Exel?"


"ini kan udah , udah aku sentuh"


"tapi nggak selama Exel, dia nempel terus sama kamu sejak tadi pagi" Elang mengerucut kan bibirnya


"haha jadi kamu cemburu sama anak kecil" mila mencubit pipi Elang gemas.


Elang kembali memeluk erat Mila sedikit menunduk kan kepalanya dan menghirup harum istrinya yang begitu khas, harum yang tidak pernah ia temukan pada siapapun itu..


"kamu dari tadi pelukin Exel terus"


"kan sekarang udah peluk kamu, aku milikmu seorang. . .mas Elang" bibir Mila terus melengkung dengan sempurna akibat sikap suaminya.


"kenapa nggak biarin Exel tidur sama kakak kamu aja sih"


"kasihan mas, Exel nggak terlalu dekat sama Dimas pasti dia susah tidur nanti"


"kan kita jadi nggak bisa olahraga malem"


Mila lagi-lagi terkekeh "nanti aja ya , puasa dulu kalo udah sampe rumah aja"


"nggak bisa, enak aja"


"mas masak nggak mau ngalah sama anak kecil, jangan menodai pendengaran dan penglihatan Exel"


"asalkan kamu nggak berisik aman aja kok" Elang menyeringai licik


"mana bisa" ucap Mila menundukkan pandangan nya karena malu, jika mengingat hal panas itu.


"tuh kan jadi pengen kalo lihat kamu malu-malu kucing" Elang mengusap rambut nya kasar . melihat istrinya bermuka merah merona selalu membuat nya ingin menerkamnya..


"massss..."


"sebentar aja"


"enggak"


"enggak nolak kan" goda Elang


"tahan dulu ya"


"udah aman kok, kamu juga belum mandi kan sekalian?"


"sekalian?" tanya Mila mengerjapkan matanya.


dan Elang langsung menariknya begitu saja ke dalam kamar mandi. . . .


.


.


.


setelah nya pikir sendiri ya wkwkwkkwkw....


**semangat. . . semangat . . semangat. .


author butuh inspirasi , kepala sedikit puyeng beberapa hari ini. . 💋💋💋


doakan semoga selalu sehat, kalian juga ya gaess 💋💋💋**