Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Sayur Kingkong


"nih minum dulu" Elang memberikan air putihnya sambil mengelus punggung Mila.


"kamu sih kalo ngomong sembarangan" Mila yang wajahnya sudah merah itu meraih tissue dan mengelap bibirnya.


"aku kan ngomong kenyataan mil"


"ihhh,huusssstt" Mila membungkam mulut Elang


"huahhahahha , emang siapa yang mau denger . .aneh" kata Elang


"tuh dibelakang kamu" Mila kemudian berlari menaiki tangga


Elang menoleh "mil awas ya kamu, buat bulu kudukku merinding saja" Elang segera menghabiskan makanannya dan kembali ke kamar.


Mila memilih menonton drama favoritnya.


"nggak makan kamu" tanya Elang sambil menutup pintu kamarnya.


"nggak laper"


"nggak laper kok nyemil Mulu" Elang melihat tangan Mila yang sudah memegang Snack


"hehe" Mila ngengir


"kenapa pulang duluan, kan aku udah bilang bareng aja" Elang ikut duduk disamping Mila


"males banget harus bareng sama simpenan kamu" Mila menggigit bibirnya yang keceplosan


Elang menatapnya "enggak-enggak mas aku ada urusan malam itu jadi nggak sempat pamit ke kamu" kata Mila


"bilang aja kalo cemburu"


"hah apa aku cemburu sama cewe kampungan itu, sudah jelas dia bukan level aku. . .Dimata cowok-cowok lain , tau deh kalo kamu"


Elang mengecup pipi mila, Mila langsung mengalihkan pandangannya ke Elang "apaan sih" kata Mila sambil memegang pipinya.


"kamu cantik kalo cemburu, pipi kamu kaya tomat jadi aku nggak nahan deh" ucap elang santai


"untungnya Buat aku apa kalo cemburu, huh kurang kerjaan aja"


"untungnya dapet anak"


"hih asal nyerocos aja".


"seriusan aku mil, tapi kalo bisa sih anaknya cowo aja"


"ehmm emangnya kenapa kalo cewe"


"cerewet kaya emaknya ntar"


"hih, kamu pikir bapaknya enggak ,kadang mulutnya ngalahin emak-emak dikomplek depan tuh"


"tapi kan ganteng"


"iya saking gantengnya , jadi pengen nabok deh"


"tidur sana , gangguin orang nonton aja"


"hemmm.....mas. . .aku mau nanya. . .apa kamu semudah itu memaafkan Sasa"


Mila membalikkan badannya menatap Elang,


"siapa sih yang kebo, baru ditinggal nengok aja udah ngorok" gerutu Mila yang melihat Elang tertidur pulas. tapi ia juga tak tega ia menyelimuti tubuh Elang "kamu pasti capek"


cup. . .Mila mencium kening suaminya.


Mila memilih melanjutkan nonton karena tidur panjangnya . . .


matahari mulai menembus gorden kamar mereka. . membuat Elang mengerjapkan matanya dan tangannya meraba-raba sampingnya, dan ternyata Mila sudah tidak ada diranjang.


Elang bergegas mandi lalu turun kebawah ia tersenyum mencium aroma makanan yang mengelilingi rumahnya. . .


dilihatnya Mila sedang bergulat didapur dengan memakai celemeknya . . Elang mendekati Mila yang membelakangi nya, cupp... satu kecupan dirambut istrinya yang ia rasa aromanya sangat memabukkan, Mila seketika tercengang namun memilih tersenyum tipis.


"masak apa?"


"ayam kecap sama tumis singkong"




Mila membawa makanannya kemeja makan.


"sayur kingkong?" tanya Elang.


"kamu tuh kingkongnya"


"masak ada yang namanya sayur kingkong" tanya Elang dengan wajah yang serius


"ih kok kamu **** beneran sih mas, ini daun singkong"


"emang bisa dimakan"


"coba aja"


"enggak ah nanti kalo sakit perut gimana, emangnya daun singkong bukan rumput-rumputan"


Mila tidak menggubris kata-kata Elang yang membuat nya semakin pusing , ia segera mengambilkan nasi dan ayam kecap serta daun singkong.


"kamu yakin kasih aku makan ini"


"yakin nggak yakin harus yakin" Mila menyuapi Elang dengan daun singkong.


Elang mengunyah dengan sangat terpaksa. . . setelah lidahnya merasakannya, "ehhmm. lumayan juga kingkong kamu"


"bilang aja enak apa susahnya sih"