
sementara itu dibelahan dunia yang lain. .
terlihat Elang dan Antoni sedang makan di restoran yang cukup mewah, mereka melewatkan makan siangnya karena ada pertemuan penting dengan kliennya.
"saya ke kamar mandi dulu ya pak" ucap Antoni yang kemudian berlalu
Elang masih sibuk mengutak-atik ponselnya..
Elang merasakan tepukan di bahunya, pandangannya menoleh kearah bahu itu ditepuk..
dilihatnya wanita cantik dan langsing bak model..
"El, benar ini kamu. ." wanita itu tersenyum kegirangan , lalu duduk disamping Elang.
"re reta. . kamu disini ?" tanya Elang tidak percaya melihat orang yang dikenalnya.
"El, kamu apa kabar?" tanya wanita itu memegang tangan Elang, Elang yang sedikit risih lalu mencoba memindahkan tangannya sedikit bergeser.
"baik , kamu sendiri?"
mata wanita itu tertuju pada jemari Elang, kemudian perlahan ekspresi nya berubah menjadi datar.
"aku baik, ka kamu sudah menikah?" tanyanya sembari memperhatikannya cincin melingkar
dijari manis Elang.
"ah ini . . iya aku sudah menikah" ucap Elang bangga
"wah wanita mana yang mampu menaklukkan hati Elang Suryo"
"dia cukup spesial" ucap Elang tersenyum mengingat istrinya.
"aku sangat penasaran dengannya, kenapa mudah sekali mendapatkan hatimu, berbeda denganku" ucap nya lirih dan sedikit kikuk.
"sudahlah reta , aku sudah menganggap mu cukup spesial sebagai adikku"
"sudah berapa kali aku bilang panggil aku Margareth"
Elang tertawa mendengarnya merajuk
namanya Margaretha, adik kelas Elang dulu sewaktu sekolah menengah atas. . gadis itu dari dulu mengejarnya dan menyatakan cintanya. . namun Elang hanya menganggapnya sebagai adik tidak lebih, karena kakaknya adalah sahabat Elang dari dulu. . sahabat yang sudah meninggalkannya di dunia yang berbeda. El adalah panggilan kesayangan dari Margareth ia tidak mau memanggil Elang dengan sebutan kakak meski Elang lebih tua darinya.. karena ia tidak rela jika Elang memposisikan dirinya sebagai kakaknya.
"kalian saling kenal" tanya elang memecahkan keheningan.
"dia mantan bos saya" ucap Antoni dengan bibir yang sedikit terangkat
"kamu ngapain disini?" tanya Margareth
"suka suka saya dong" jawab Antoni sinis
"jangan bilang dia bekerja denganmu El" ucap Margareth sembari menatap Elang.
"iya" ucap Elang santai sambil memperhatikan mereka berdua, terpancar kebencian dari keduanya.
"Margareth" teriak seorang wanita yang yang berdiri didekat kasir ia melambaikan tangannya, mengisyaratkan agar segera kesana.
"ah iya, El aku kesini karena ada pemotretan. . nomor ku masih sama, hubungi aku ya nanti kita makan bersama jika ada waktu"
"baiklah , hati-hati " jawab Elang
"Antoni saya paling tidak suka bertanya satu-satu . . jelaskan semuanya pada saya ...ayo" ucap Elang sambil berlalu menuju kasir.
di hotel tepatnya kamar Elang. . mereka duduk berhadapan disofa yang nyaman sambil menikmati kopi dan menatap keluar jendela sembari melihat matahari berganti dengan bulan..
"sebenarnya saya juga sangat penasaran bagaimana, pak Elang bisa mengenalnya?" ucap Antoni.
"baiklah , saya dulu yg berbicara" Elang menyeruput secangkir kopi panasnya, lalu kembali bersuara.
"dia adik kelas saya dulu, saya sangat dekat dengannya karena dia adalah adik dari sahabat saya, yang sudah tidak ada di dunia ini.....
saya menganggapnya seperti adik sendiri, semenjak kakaknya meninggal saya dan teman-teman yang lain berusaha melindungi nya, tetapi sebagai seorang adik tidak lebih, jadi jangan curiga kepada saya. . . saya bisa membaca pikiran kamu an" Elang tersenyum
"maaf pak saya tidak bermaksud seperti itu" ucap Antoni sambil mengusap tengkuknya
"apa jangan-jangan kamu jadi mata-mata ibu bos kamu ya"
"ti tidak pak sungguh"
"saya hanya bercanda an . . hahahaha"