Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
sakit


pagi ini katakan lah ada yang berbeda, pasalnya keduanya tertidur dan jam bangun tidur sudah terlewat beberapa jam. . .


Elang yang menyadari hal itu mengambil ponselnya dan sedikit terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, tidak biasanya Mila masih tertidur. . . biasanya ia akan bangun terlebih dulu dan membangunkan Elang


elang mengusap pipi Mila perlahan, "sayang". . .


dengan mata yang masih terpejam Mila menghela nafasnya. . .


"sayang kamu kenapa?, kamu sakit?" tanya Elang sambil memeriksa kening istrinya "tapi nggak panas kok" sambungnya..


"kepala aku pusing banget mas, kamu bisa siapin semuanya sendiri kan" masih memejamkan mata.


"hey. . .hey. . . jangan pikirkan itu kita ke rumah sakit sekarang"


"enggak mas , ini cuma anemia aku aja yang kambuh paling. . . kamu kerja aja"


Elang mencium tangan Mila "nggak ada yang lebih penting dari kamu, aku telfon dokter keluarga aku aja sekarang"


Mila yang ingin menahannya rasanya tidak memiliki kekuatan lagi untuk itu, karena ia benar-benar merasakan pusing dikepalanya.


"aku suruh bibi bikinin teh anget dulu ya"


Elang beranjak menuju dapur dan terlihat bingung Ijah sedang sibuk memasak disana, "bi, bikinin teh anget ya"


"tumben bapak minum teh"


"buat ibu bi"


"ibu kenapa pak?"


"sakit kepala katanya"


"kalau begitu biar bibi bikinin nanti bibi antar ke kamar saja pak"


"nggak usah bi, aku tungguin aja"


"tapi bibi pengen ngomong sesuatu sama ibu"


"ngomong sama saya saja bi, ibu lagi pusing"


"i itu pak sebenarnya hal ini yang buat bibi nggak bisa tidur dari semalem?"


elang mengerutkan keningnya "hah, kenapa bi. . . bibi butuh uang?"


"bukan itu pak"


"terus?"


"sebelumnya saya minta maaf, kemaren ibu nyuruh saya ngasih gula ke pudding nya , tapi kayaknya saya salah masukin deh pak. . . kayaknya yg saya masukin bukan gula, saya baru ingat mengganti wadahnya"


Elang menghela nafas berat nya , menahan emosi nya. . .kalau ia tahu kemaren yang membuat bi Ijah tidak akan susah payah memakannya.


"sudah lah bi, mana teh nya" Elang memasuki kamarnya dan membujuk Mila untuk meminumnya tapi Mila menolak bergerak karena kepalanya benar-benar berat untuk bergerak.


sampai akhirnya tidak butuh waktu lama , dokter itu langsung datang, dan memeriksa Mila..


"gimana dok?" tanya Elang


"iya pak Elang, Bu Mila anemia . . . sudah saya suntik dan ini obat serta vitamin nya, cukup minum ini makan yang teratur serta yang banyak nutrisi nya dan jangan lupa istirahat ya bu"


Elang sedikit merasa lega mendengarnya , karena bukan penyakit yang terlalu parah. . .


"kamu nggak kerja mas?" tanya Mila


"enggak" jawabnya sambil mencium kening nya.


"aku nggak papa kok, udah agak mendingan"


"aku kerja dari rumah aja"


tok. . tok. .


"iya bi"


"bubur nya pak" bi Ijah memasuki kamar yang memang sudah terbuka sedikit kemudian menyerahkan semangkuk bubur serta air putih tidak lupa beberapa buah.


"ibu sudah mendingan" tanya bi Ijah dan diangguki oleh Mila..


"sini sayang aku suapin ya"


"dikit aja tapi" ucap Mila memelas


"iya yang penting makan"


Mila hanya menghabiskan sedikit buburnya, meskipun Elang sudah bersusah payah membujuknya..


"pokoknya habis ini aku gak ngijinin kamu diet-dietan lagi, aku tahu kamu diet ketat kan sampe kayak gini"


"nggak kok mas diet biasa"


"nggak ada diet-dietan lagi , buat apa kamu harus makan yang banyak biar sehat biar bisa cepet hamil"


"aku diet buat kamu mas" ucap Mila lemah


"aku nggak butuh, aku butuh kamu sehat"


"tapi nanti kalo aku gendut gimana?"


"i don't care, kamu ya kamu. . . aku bukan laki-laki yang mudah berpaling hanya karena fisik mil"


"Hem, mas kok aku takut ya"


"takut kenapa?"


"kok aku belum hamil juga"


"kamu nggak usah khawatir soal itu , lagian kita nikah juga belum setahun. . . pelan-pelan aja , saling mengenal dulu"


Mila berfikir sejenak memang benar apa yang dikatakan Elang , ia merasa belum cukup untuk saling mengenal. . . dan lebih baiknya memang berfikir tentang hubungan mereka dahulu, baru momongan..


Elang melirik Mila sekilas yang sedang melamun "yang penting kita harus usaha tiap malem ya mil" ucapnya sambil tersenyum..


"itu sih mau kamu aja" jawab Mila yang ikut tersenyum.


.


.


halo teman-teman, maaf ya baru bisa up hari ini. . .


😉💋💋💋