Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Pernikahan Sahabat (2)


"mah, pah" sapa Elang pada seseorang yang baru datang dan langsung mencium tangannya bergantian.


"anak mamah yang ganteng yang gagah udah dari tadi?" tanya mamah Mila


"baru kok mah"


Renaldi mengerutkan keningnya bingung saat melihat dari jauh interaksi Elang dengan orang yang dikenalnya itu. . .


iya orang tua Mila yang dulu menolaknya mentah-mentah. . . tapi kenapa Elang bisa mengenalnya, apa hubungan Elang dengan orang tua Mila, itu yang ada didalam pikiran Renaldi saat ini.


jarak diantara mereka terlalu jauh sehingga Renaldi tidak bisa mendengar pembicaraan mereka dan seperti nya ia harus pergi sebelum orang tua Mila melihat kearah nya. . .


pasti mamahnya Mila akan mencaci maki dirinya jika ia tahu dirinya kembali ke Indonesia, jadi sebelum ia dipermalukan didepan umum lebih baik ia beranjak pergi.


mamah Mila terdiam sesaat ia seperti melihat seseorang yang ia kenal, apa itu Al?. . ngapain dia disini. . . nggak-nggak kayaknya nggak mungkin deh.


"ada apa mah?" tanya Elang saat mertuanya termenung.


"nggak tadi mamah kaya ngelihat seseorang yang mamah kenal disitu?" baru saja Elang hendak menengok, namun papahnya segera bertanya "istri kamu mana Lang?"


"sebentar lagi paling nyampe pah, Elang tadi masih ada kerjaan dulu" bohongnya karena begitu tidak enak pada mertuanya jika mengungkapkan alasan sebenarnya.


"kalo begitu papah sama mamah masuk dulu ya, nanti ajak Mila menemui papah, papah mau ngenalin kalian sama rekan bisnis papah" ucap pak Mawardi.


"iya pah"


pak Mawardi mengajak istrinya untuk segera masuk ke dalam. . . sedangkan Elang masih menunggu istrinya, mana mungkin ia membiarkan Mila masuk bersama Aris yang jelas semua karyawan nya akan bergosip yang tidak-tidak . . . karena kebanyakan tamu malam ini adalah karyawan nya juga teman sekolahnya. ia begitu tidak sabar ingin mengenalkan istrinya pada teman-temannya.


setelah menunggu beberapa saat akhirnya Mila dan Aris sampai juga, sepertinya ia memang sengaja membuat Elang menunggu. . .


"hai mas , udah dari tadi" tanya Mila basa basi.


"hemmmm" jawab Elang dengan bibir yang mengerucut.


"utututu. . . .lucunya" Mila mencolek dagu Elang, ia memang suka menjahili suaminya itu hihihi.


Elang melingkarkan lengan nya "ayo", lalu Mila menggandeng lengan Elang. . . tentu saja mereka berdua menjadi sorotan saat memasuki acara itu. . .


semua mata tertuju pada mereka, entah mengapa Mila tidak suka cara karyawan Elang menatapnya.


"Mila" panggil seseorang, dan mereka mendekat..


"hai Fika, Reno" sapa Mila saat melihat dua teman kuliahnya dulu..


"ehmmm" sejenak Elang berdehem karena Mila asik mengobrol dengan Reno sedangkan, Fika yang sedari tadi memandangi nya...


"eh, oh ya kenalin . . . ini suami aku"ucap Mila dan Elang segera mengulurkan tangannya..


"suami" tany Fika tidak percaya, yang sudah berjabatan dengan Elang, "Lo nikah kok nggak ngundang-ngundang sih mil"


"eh, sori Fik. . . soalnya persiapan mendadak pestanya kecil-kecilan kok" ini lah pertanyaan yang paling Mila tidak sukai semenjak ia menikah dengan Elang, entah alasan apa yang pas untuk mengungkap nya.


"jangan bilang elo" ucap Fika menggantung dan Mila sudah bisa menebak itu.


Elang mengeratkan pelukannya di pinggang Mila, semoga Mila paham kalau dirinya tidak suka menjadi orang asing seperti ini.


"kita duluan ya , mau lihat ana dulu gue" pamit Mila


"oh okee".


.


.


.


setelah itu Mila berpamitan pada suaminya ingin melihat ana yang masih dimake up ,


Aris sengaja mengikuti Mila, selain karena permintaan Elang karena disini cukup banyak orang. . . itu juga menjadi niatnya agar mencegah Mila bertemu dengan Al.


sedangkan Elang menghampiri teman-temannya..


terlihat disana Royan sedang menggandeng Terry, tentu saja Royan tidak akan menyewa nya dengan waktu yang singkat apalagi wajah cantik bule nya itu, sangat ia pamerkan kepada seluruh teman-teman nya menghadiri acara itu. lalu disana juga ada Renaldi yang berbincang dengan Royan.


"baru Dateng Lo" tanya Royan pada Elang yang baru saja menghampiri nya...


"lumayan lama lah, gue sampai jamuran nungguin istri gue" sahut Elang


"huahahahha. . . . jadi elo masuk golongan suami takut istri Lang?" ejek Royan.


"bukan gitu kambing, gara-gara elo semalem nggak bangunin gue buat pulang. . . dia jadi ngambek sama gue seharian ini nggak boleh nyentuh dia. . .dan elo tau dia mau pisah ranjang selama seminggu gara-gara gue pulang telat dan mabuk-mabukan" Elang menumpahkan semua unek-uneknya pada sahabat itu...


Royan terus tertawa mendengar perkataan Elang. . . dan Terry hanya melirik sinis sebenarnya ia juga sangat penasaran dengan istri Elang apa mungkin cantik nya melebihi dirinya tentu tidak mungkin, itu yang berada dibenaknya sekarang.


"bukannya kemaren Lo dijemput Aris Lang?" tanya Renaldi


"iya tapi sama aja, gue disuruh tidur diluar nal karena dia ngambek".


"eh btw dimana istri Lo Lang, ternyata lucu juga ya dia bisa menaklukkan hati preman sekolah hahah"


"nggak usah ngejek Lo kambing, nah itu dia semenjak dia ngambek sama gue itu. . . kadang gue sampe kepikiran sendiri suami dia itu gue apa Aris. . .Lo banyangin aja nih ya. . . dia kemaren sakit yang ngerawat Aris, yang cariin makan Aris, dan sekarang berangkat kesini dia mau semobil sama Aris. . besok-besok apalagi coba" gerutu Elang mengusap kasar wajahnya.


kali ini bukan hanya Royan yang tertawa tapi Renaldi juga ikut terpingkal-pingkal mendengar curhatan Elang. . .


.


.


.


**sianggggg. . . hehe mau ngumpulin votenya dulu sebelum Mila ketemu sama Al. . .


soriiigaeeesssss๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹**