
terlihat semua orang tegang menunggu di ruang UGD rumah sakit ini. . .
mila tak henti-hentinya menangis sedari tadi, pasalnya Elang benar-benar tidak sadarkan diri.
"Elang pasti nggak papa kok" ucap mamah Mila menenangkan sambil terus memeluk nya. papahnya pun tidak tega melihat Mila terus menangis.
"minum dulu" ucap Erfan yang baru datang dengan Sabrina membawakan adiknya minuman.
Erfan sendiri miris melihat adiknya yang terus menangis, Mila memang begitu jika ada orang terdekatnya yang sakit apalagi ini adalah suami nya. .
pintu terbuka sosok berbaju putih muncul dari sana dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
semua orang berdiri dan menghampirinya
"gimana Al" tanya Erfan mendahului
Al menatap Mila sejenak lalu tersenyum untuk sekedar menenangkan "kekurangan cairan, kelelahan, dan asam lambung nya sedang naik. . .itu penyebab utamanya. tapi tenang saja saya sudah melakukan penanganan".
perkataan Al bagaikan tombak bagi Mila, tentu semua adalah salah nya yang beberapa hari ini tidak mengurus suaminya dengan baik.
.
.
.
"sayang kamu tidur dulu gih, kasihan baby kamu" ucap mamah Elang pada menantunya yang terus menangis. saat ini tinggal Mila dan mertuanya yang menjaga Elang karena semua nya kembali bekerja.
Mila terus menggenggam tangan Elang yang masih terbaring lemah. . .
"nanti aja mah" ucap Mila yang matanya memang tidak mengantuk meskipun semalam ia tidak tidur dengan cukup.
"dia nggak papa mil, cuma capek aja. . . Elang emang jarang sakit tapi sekali nya sakit langsung tumbang gini emang" ucap mertuanya menenangkan.
"maafin Mila ya mah, Mila nggak becus jaga mas Elang. . . Mila malah-" ucap Mila sambil terisak
"sttt. . . nggak mil, kamu nggak salah udah jangan nangis terus" mamah Elang mengusap pelan rambut Mila.
"tapi ini semua salah Mila mah" ucap Mila
mertuanya malah tersenyum melihat Mila, pasalnya ia yang begini terlihat seperti anak kecil dan tentunya berbeda sekali dengan Mila yang begitu dewasa seperti biasanya.
Mila mengalihkan pandangannya ketika merasakan tangannya dicengkeram begitu erat, ia melihat mata Elang yang sayup-sayup terbuka.
"mas" panggil nya mendekat pada sang suami.
Elang menyentuh pipi Mila dengan lembut "yang, kamu kenapa nangis" tanya nya khawatir dengan suara seraknya, bahkan lupa dengan tubuhnya sendiri yang sedang sakit.
"maafin aku mas, maafin aku belum bisa jadi istri yang baik" ucap Mila kembali menangis.
Elang bangun begitu saja. . .
"mas. . "
"aku nggak papa sayang" ucapnya merengkuh tubuh Mila yang semakin terisak.
"maafin aku nggak urus kamu mas, maafin aku durhaka sama kamu".
"hey. . hey. . jangan berkata seperti itu, cuma kecapekan aja kok" ucap Elang mencium dahi Mila.
Mila mendongak menatap wajah Elang yang tampak pucat dan sedikit mengurus, padahal hanya beberapa hari saja Mila tidak mengurus nya.
"ayo makan sekarang, aku suapin kamu" ucap Mila mengusap air matanya, lalu mengambil nasi yang sudah disiapkan di samping nakas. karena Al sudah berpesan jika Elang sadar untuk segera memberi nya makanan.
mamah Elang tersenyum melihat tingkah kedua anaknya yang saling menyayangi, dari tatapan mereka pun terlihat jelas keduanya memiliki perasaan yang cukup dalam.
"makan dulu sayang" ucap Mila saat sendok di tangannya sudah di depan mulut Elang.
Elang mengangguk lalu menerima suapan itu dengan senang hati, menerima perhatian yang beberapa hari ini sangat ia rindukan. . .
"kamu udah makan yang?" tanya Elang saat makanannya sudah tandas.
"udah tadi sama mamah" ucapnya menatap sang mertua yang terus tersenyum kearah mereka berdua.
"iya Lang, tapi makannya dikit"
"kok dikit sih yang, kalo baby masih laper gimana?" tanya Elang khawatir.
"dia lagi maunya sedikit mas" sangkal Mila
"gimana nggak sedikit Mamii nya aja nangis terus dari tadi" ucap mertuanya tersenyum.
"mamah" Mila menunduk malu
"mereka siapa mah?" tanya Mila ketika mertuanya sudah berada diambang pintu.
"para kadal-kadal" jawabnya tertawa
Mila mengerutkan keningnya bingung lalu beralih menatap Elang yang juga tertawa.
"trio kadal yang" ucapnya mengelus rambut mila
Mila tersenyum seketika mengingat teman-teman Elang yang menyebalkan. ia berjalan mengunci pintu ruangan itu.
"mau ngapain sayang?, kok dikunci?" goda Elang dengan tatapan genitnya.
"aku mau peluk" ucapnya manja lalu ikut berbaring dan memeluk tubuh Elang dengan manja.
"manjanya istri ku" ucap Elang mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah sang istri.
"aku males aja mas kalo temen-temen kamu gangguin istirahat kamu" racau Mila yang terus mengeluh mengingat pasti akan gaduh jika ada mereka.
"iya-iya sayang".
"mas. . ." panggil Mila dengan tatapan yang begitu serius.
"iya sayang ku, cinta ku, darling ku. ." ucap Elang malah bercanda.
"mas. . " ucap Mila kesal
"apa yang?"
"kamu kenapa menyiksa tubuh kamu kayak gini sih, gila kerja. . makan telat. . " omel Mila dengan segala keresahan hatinya, ia sudah bertanya pada aris mengenai Elang selama tidak bersama nya.
"mana bisa aku hidup dengan baik sedangkan kamu begitu tersiksa dan terbaring lemah di rumah sakit" ucap Elang serius.
Mila malah kembali menangis mendengarnya "aku egois ya mas"
"udah jangan nangis terus, aku cuma takut aja waktu itu. . . mengetahui kedua orang tuamu sudah tahu akan kondisi mu dan masalalu mu bersama Renaldi, aku takut kamu kembali lagi padanya"
Mila menggelengkan kepalanya "itu hal yang nggak mungkin mas, meskipun sekarang orang tuaku membebaskan ku untuk melakukan apapun tapi aku hanya ingin kamu" ucapnya mengeratkan pelukannya pada Elang.
"aku cinta kamu mas" ucap Mila meyakinkan Elang bahwa tidak akan meninggalkan nya.
"aku juga, sangat sangat sangat cinta sama kamu" Elang mengecup bibir yang sudah sangat ia dambakan itu. "maaf ya kelepasan" ucapnya tersenyum.
"kenapa minta maaf" tanya Mila
"takut kamu ketularan sayangggg"
.
.
.
Elang terus memandangi wajah istrinya yang masih tertidur dengan lelap, kedua matanya bengkak sangat terlihat sekali jika Mila banyak menangis hari ini. . .
sedikit rasa bahagia karena dikhawatirkan sang istri sampai begitu nya, namun hatinya begitu perih melihatnya menangis.
aku tidak pernah membayangkan akan hidup dengan wanita seperti mu, tapi semenjak denganmu . . . tidak ada wanita yang bisa menandingi pesona mu. . . istri ku. .
saat pertama kali melihat mu, dengan penampilan yang begitu mengejutkan ku, aku bahkan tidak pernah berfikir untuk tunduk dan tergila-gila pada mu seperti ini. .
galak mu, cerewet mu, egois mu. . . aku terima dengan lapang dada ku, asalkan kamu berjanji selalu disampingku. .
terimakasih atas cinta mu yang begitu membahagiakan ini, maafkan aku, jika cintaku padamu terlalu ku lebih-lebih kan . .
aku sangat mencintaimu . .
Emila Mawardi Utama . . .โค๏ธ
.
.
.
**yukyukyuk. . . jempolnya, votenya semuanya. . .
naikin ranking nya gaesssssss๐๐๐๐๐
#selamatsenin**