
Mila melangkahkan kakinya di rumah sakit ini dengan bergetar, ia begitu tidak siap jika terjadi sesuatu dengan Elang.
Erfan terus merangkul pundak Mila, seolah memberi kekuatan. Mila memang tidak menangis tapi malah terus terdiam Erfan sangat takut dibuat nya.
Mila paling tidak bisa menerima tekanan batin, meskipun sudah beberapa kali kontrol tentang psikis nya dan dokter Puri sudah mengatakan bahwa semua baik-baik saja . . . akan tetapi Erfan tetap takut adiknya akan kembali histeris. ia tahu kecelakaan yang dialami Elang cukup parah.
Terlihat Al yang juga berlarian dari seberang sana, tapi ia berpakaian formal tanpa jas putih yang biasanya melekat pada tubuh nya.
Elang dan Aris memang dilarikan ke rumah sakit Al, karena mereka belum jauh dari kota nya. . .
"Al" ucap Erfan pada Al yang terlihat dada nya naik turun karena berlari.
Al menatap Erfan kemudian menatap Mila yang wajahnya begitu sendu dan mendung , meskipun Mila hanya terdiam tapi Al sudah sangat tahu wanita yang saat ini menjadi mantan kekasihnya itu sangat hancur sekarang.
Pak Mawardi mendekati Mila lalu menggenggam tangan nya , mengajak nya melangkah pada ruang IGD. . . ia menguatkan putrinya , apapun yang terjadi ia harus kuat demi Gemilang.
"aku baru saja shift malam kak, aku juga begitu kaget mendengarnya" ucap Al yang saat ini berjalan di belakang mila bersama Erfan.
Mila terus menatap kosong pada pintu yang bertuliskan IGD, tidak ada yang ia harapkan lagi kecuali keselamatan sang suami. Dari sini ia sudah mulai paham ruangan IGD di khususkan untuk yang membutuhkan penanganan khusus.
itu artinya Elang mengalami kecelakaan yang cukup parah.
ceklek. .
"keluarga pak Elang?" tanya dokter yang baru keluar dari ruangan itu.
Semua orang sontak mendekat "sa saya istrinya" ucap Mila dengan suara yang bergetar.
"pasien membutuhkan operasi secepatnya, kecelakaan yang menghantam kepalanya terlalu keras kita harus segera menghentikan aliran darah nya dengan operasi" ucap dokter mengatakan apa adanya.
Kali ini Mila benar-benar terjatuh, ia pingsan mendengar tentang kondisi suaminya yang sebenarnya, sementara pak Mawardi segera menandatangani surat untuk operasi yang dilakukan oleh dokter spesialis.
Erfan membawa Mila ke ruangan yang tak jauh dari IGD, adiknya benar-benar lemah. Namun untungnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat Mila tersadar.
"kak, masku kak . . . masku. . . kenapa bisa seperti ini hiks hiks" ucap Mila yang baru saja sadar. Erfan merengkuh tubuh adiknya.
"Mil, kamu harus kuat untuk Gemilang. . . untuk suami mu juga, siapa yang akan mengurus mereka jika kamu ikut sakit seperti ini".
Mila mengangguk, perkataan Erfan memang benar, ia harus kuat untuk semuanya.
ia bersikukuh untuk menunggu Elang di depan ruang operasi, ia terus menggenggam tangan papahnya untuk mencari kekuatan.
Tanpa ia sadari buliran bening itu terjatuh lagi, entah sudah beberapa ia menunggu namun pintu itu tak kunjung terbuka.
Terdengar suara hentakan kaki dari ujung sana, mertuanya yang sudah berlinang air mata dengan Tino yang dibelakangnya.
"mamah" Mila berdiri lalu memeluk mertuanya begitu erat, ketakutan mereka adalah sama. Terlebih mertuanya yang pastinya sangat trauma setelah papahnya meninggal karena kecelakaan.
"mil, Elang pasti bisa bertahan kan. . . dia tidak akan sepengecut papahnya kan" mamahnya terus menangis sesenggukan.
Mila mengajak mertuanya untuk duduk dan terus memeluk nya, seolah menguatkan satu sama lain.
Lampu di ruang operasi padam begitu saja, yang menunjukkan bahwa operasi sudah selesai.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga, waktu sudah menunjukkan pukul malam operasi baru saja selesai.
Dokter itu tampak lebih tenang daripada sebelumnya, Al yang mendekati nya terlebih dahulu sebelum orang-orang disana menyusulnya.
"operasi nya berhasil semua berjalan dengan lancar, akan tetapi yang kita khawatir kan adalah koma setelah operasi. . . semua itu tergantung kemauan pasien untuk tersadar, saya harap keluarga selalu memberikan support kepada nya" ucap dokter itu panjang lebar dan intinya itulah yang disampaikan.
oke tidak apa, yang penting mas ku selamat. . . masku tidak boleh meninggalkan aku dan Gemilang.
Mila mencoba menguatkan dirinya sendiri, namun mertuanya malah terjatuh pingsan. Siapa yang kuat melihat anaknya yang begitu sehat tiba-tiba saja tidak berdaya dan lemah seperti ini.
Sedangkan Aris, memang mengalami luka fisik yang cukup berat tapi kepalanya tidak apa-apa. kata dokter besok sudah akan sadar.
Mila terpaksa harus meninggalkan rumah sakit demi anaknya, lagipula Elang berada di ICU dan tidak diijinkan untuk dijenguk siapapun saat ini.
.
.
.
Mila yang setiap hari bolak-balik antara rumah dan rumah sakit, tentunya bukan hanya badan yang lelah pikirannya juga sangat sangat lelah.
kapan kamu bangun mas, kenapa kamu lari dari tanggung jawab begini. . .
Mila sudah mencoba menjadi wanita kuat seminggu ini, ia harus kuat demi anaknya.
Mila menggenggam tangan kekar dan berotot itu, ia ciumi dengan penuh sayang. Melihat tubuh Elang yang dipenuhi dengan alat bantu untuk bertahan hidup itu hatinya sangat sakit.
Belahan jiwanya sedang tak sakit, hatinya ikut hancur sehancur hancurnya. . . penopang hidupnya terkulai lemah. . .lalu siapa yang akan menopang dirinya saat lemah seperti ini.
"masku bangun ya, ayo kita main sama Gem. . . dia rindu sama Papii nya" bisik Mila pada sang suami. ia menghapus air mata yang keluar begitu saja.
"aku mencintaimu mu mas, tidak bisakah kamu membuka matamu dan melihat betapa aku mencintaimu. . . aku dan Gemilang membutuhkan mu mas hiks hiks". Mila membenamkan kepalanya pada lengan Elang.
Tepukan di punggung nya membuat Mila menoleh "mas Aris".
Sekujur tubuh Aris seolah benar-benar remuk, kedua kakinya patah, lengannya juga patah serta masih banyak lagi goresan pada tubuh dan wajahnya. Berbeda dengan Elang yang hanya luka pada kepalanya saja. . . tapi itu justru lebih mengkhawatirkan.
Aris terduduk lemah di kursi roda dengan Tino yang mendorongnya dari belakang.
"maafkan aku mil, aku tidak bisa menjaga pak Elang"
Mila menggelengkan kepalanya "masku pasti akan bangun sebentar lagi" ucapnya dengan bibir yang bergetar, kalimat itu hanya untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Mil , kita tahu kamu sedang lemah. . . tapi perusahaan sangat membutuhkan mu" ucap Tino yang membuat Mila terdiam.
benar, ia melupakan kondisi perusahaan suaminya. . .
"para petinggi perusahaan besok akan mengadakan pemilihan untuk pemimpin yang baru" ucap Tino.
Mata Mila menajamkan matanya mendengar itu "jangan pernah bermimpi mereka akan mendapatkan jabatan itu, selagi aku masih bisa bernafas".
Perusahaan yang sudah suaminya pertahankan mati-matian , ia akan meneruskan perjuangannya suaminya.
"seperti nya mereka belum tahu jika saham perusahaan sudah dialihkan atas nama mu"
"biarkan saja, besok kita akan memulai perang yang sesungguhnya" jawab Mila tegas.
"kali ini akan sedikit susah mil" ucap Aris begitu sendu "sudah beberapa bulan ini ada yang ingin menghancurkan perusahaan, pak Elang mati-matian untuk mempertahankan nya dan terus mencari kolega untuk diajak bekerja sama. . . banyak perusahaan yang membatalkan kerja sama kontrak, aku yakin dibalik semua ini pasti ada lawan yang kuat. . . karena aku yakin dia juga menyogok para kolega untuk diajak memutuskan untuk kerja sama. Yang bisa melakukan itu semua bukan lawan yang main-main tentunya".
Lagi-lagi hati mila seperti teriris, suaminya menyembunyikan bebannya sendirian dan tidak mau membagi nya.
"iya mil, apalagi Aris sedang tidak bisa mengurus perusahaan" sahut Tino.
Mila mengepalkan tangannya, harus sekuat apalagi dirinya, mengurus suaminya yang sedang sakit, mengurus anaknya yang sangat membutuhkan dirinya dan ditambah lagi perusahaan yang akan ia urus entah sampai kapan itu, sampai Elang terbangun.
tapi kapan?
Hatinya kembali menangis, namun ia wanita kuat dan pasti bisa melalui semua ini meskipun seorang diri.
"tin, panggilkan Antoni untuk segera kembali kesini. . . sekarang juga!"
Farmasi lengkap untuk berperang, ia akan membentuk pasukan yang kuat untuk mencari siapa musuh suaminya yang sebenarnya, yang berkali-kali mencoba untuk menjatuhkan Elang Group.
aku akan berjuang mas, tapi kamu harus bangun. . . untuk apa aku terus berjuang jika kamu masih terbaring lemah seperti ini..
.
.
.
nggak nyangka banget kalian sayang banget yah sama Elang hehe, tapi di bab awal-awal banyak yg ngehujat Elang. . . . minta maaf dulu sama masku biar dia cepat bangun.
vote-vote-vote ya biar cepet up nya.
lopeyuall 💋💋💋