
"yaudah aku suapin sini" Mila akhirnya menyerah
Aris dan Antoni makanannya habis dari tadi tanpa mereka sadari ,karena mereka asik melihat Elang dan Mila yang seperti kucing dan tikus.
"saya pamit dulu pak Bu" antoni berdiri
"kok buru-buru an" tanya Mila sambil menyuapi suaminya
"iya Bu ,masih ada urusan sama pak erfan"
"hati-hati an" kata Elang
Antoni meninggalkan ruangan disusul dengan Aris , kini tinggal mereka berdua diruangan itu..
"mas"
"iya"
"emang papa mau keluar negeri ya"
"papah kan emang bolak-balik keluar negeri kerjaannya, emang kenapa"
Flashback on
Mila mengetuk pintu ruangan pak Suryo
"masuk, eh anak cewek papah" papah Elang mengembangkan senyumnya
"iya pah, papah belum makan kan?"
"belum sayang" papahnya Elang sangat menyayangi Mila seperti anaknya sendiri, karena selama ini beliau ingin memiliki anak perempuan. tanpa sepengetahuan Elang papahnya sering berkunjung ke butik Mila untuk bertemu mila.
"ini Mila bawain makanan kesukaan papah , sayur asem hehe"
"kamu kok repot aja sih"
"enggak kok pah"
"oh iya mil"
"kenapa pah"
"papah titip Elang ya, kamu harus disamping Elang susah maupun senang sama Elang terus . . .cepet beri papah cucu"
"hehe iya pah" Mila masih tercengang dengan kata-kata cucu.
Flashback off
"pokoknya nanti kalo papah pergi , kamu yang harus selalu ada disamping Elang" itu kata-kata yang berulang kali papah Elang ucapkan pada Mila..
"mungkin papah mau keluar negeri dalam waktu yang lama, soalnya bisnis disana sedang tidak baik" kata Elang
"mungkin iya kali" Mila membersihkan makanannya..
setelah makan siang mereka berdua melajukan mobilnya ke rumah Mila . . .
.
.
.
"tumben kalian pulangnya siang" mamah Mila membawakan mereka minuman.
"iya mah mas Elang juga lagi nggak repot kok" sahut mila
"kalian bukannya abis dari luar negeri"
"iya mah" jawab Elang.
"mahhh..." rengek Mila
"kalian juga harus punya waktu buat berdua, itu penting loh dalam suatu hubungan"
"iya mah , Elang pasti usahain untuk punya waktu sama Mila"
"bukan cuma kamu aja Lang, pasti Mila ini juga kerja terus kan emang bandel anaknya"
"mamah itu masak anak sendiri dijelek-jelekkin"
Elang tersenyum melihat Mila yang manyun...
"yaudah kalian berdua kekamar aja istirahat, paling nanti Exel bangunnya sore"
Mila dan Elang memasuki kamar Mila..
Elang merebahkan tubuhnya di kasur, sedangkan
Mila berganti pakaian santainya mengenakan hotpants dan kaos oblong,
"kamu nggak mandi" tanya Mila
"nanti aja mandinya, lagi mau itu"
"itu apa" Mila bingung
"itu loh" Elang mengedipkan matanya.
"apaan sih mas, pakek bahasa manusia Napa"
"mau minta jatah" ucap Elang lantang
deg....deg....
seketika wajah Mila memerah , ia memalingkan wajahnya dari Elang dan duduk diranjang..
"katanya capek, mau istirahat" ucap Mila lirih
"justru itu , itu adalah obat capeknya"
"emang bisa" Mila menatap elang malu-malu
"iya, bisa ngilangin pusing juga"
"kata siapa"
"browsing aja kalo nggak percaya"
"yaudah deh"
"yaudah apa" Elang tersenyum melihat tingkah Mila yang malu-malu
"yaudah iya"
"iya apa" Elang terus menggodanya
"iya aku mau"
"mau apa?" Mila beranjak hendak pergi tapi tangannya ditarik Elang seketika Mila ikut berbaring disebelahnya.
"ngambekan banget sih" Elang tersenyum sambil mencubit pipi Mila.
"kamu sih" Mila menghadap ke Elang
"aku apa" Elang merapikan rambut Mila
kini mereka berhadapan dan bertatap mata