
Mila sibuk memasukkan pakaiannya dan Elang ke kopernya.. karena besok ia akan berlibur ke puncak bersama teman-temannya dan juga teman Elang. . . ia menyiapkan beberapa pakaian dan juga keperluannya disana.
"mas temenin aku ngangkat jemuran dibelakang" pinta Mila pada Elang yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.
Elang menautkan alisnya tidak paham "jemuran, maksudnya mil?"
"iya ayo temenin aku ambil jemuran dibelakang, aku nggak berani"
"bukannya pakaian nya udah ada yang ngelondri , orang suruhan mamah apa mereka nggak kesini" tanya elang.
"iya yang baju-bajunya , kalo pakaian dalam aku cuci sendiri" ucap Mila malu-malu.
elang menggaruk kepalanya "punya aku juga?"
Mila mengangguk. . .
"kenapa nggak biarin diloundri aja"
"mas, nggak sopan kalo kaya gitu. . . apapun pekerjaan mereka kita harus menghormatinya"
"iya tapi kan , itu juga bagian dari tugas mereka sayang"
"nggak mas tetep aja jorok, aku nggak suka. . ."
Elang tersenyum atas sikap Mila yang begitu baik , selalu memikirkan orang lain.
"makasih ya" ucapnya mengahampiri Mila lalu memeluknya.
"untuk?" tanya Mila
"kamu selalu memperhatikan hal-hal kecil untuk ku, terimakasih juga udah nyuci kolorku" kata Elang tertawa. . . dan Mila juga ikut tertawa meskipun sedikit malu...
.
.
.
pagi ini Elang sudah menunggu kedatangan teman-temannya di ruang tamu , sedangkan Mila sibuk menyiapkan kue untuk disajikan bersama Bu Ijah. . . .
ting. . .
terdengar suara bell rumah mereka berbunyi, dan Elang segera beranjak untuk membukanya...
"mamah" ucap Elang yang mengetahui mertuanya yang berada di balik pintu yang dibukanya. . . lalu ia menyalami mertuanya.
"istri kamu mana Lang, jangan-jangan masih tidur dia. . . dasar malas" ucapnya sambil nyelonong masuk.
"nggak mah, Mila lagi didapur. mamah sama siapa?" tanya Elang
"sama kakak kamu masih didepan dia sama Exel"
Elang merasa bingung apa mungkin mertuanya akan ikut berlibur, dan ia memberanikan diri untuk bertanya. "mamah mau ikutan kepuncak?"
"haha enggaklah, mamah cuma nganterin Exel aja , kamu jagain dia ya sama Mila. . . mamah nggak percaya sama kakak kamu"
Elang mengajak mertuanya untuk duduk disofa. . lalu berteriak memanggil istrinya "sayangggg.."
Elang hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"iyaa massss" teriak Mila yang berjalan dari arah dapur "mamah" lanjutnya saat melihat sosok wanita yang melahirkannya.
"mamah ngapain kesini" tanya Mila sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami mamahnya.
"ck, kenapa nggak seneng lihat mamah disini"
"ihhh bukan gitu, kan nggak biasa mamah kesini"
"anak kurang asem ya, masak mamahnya disini nggak disambut malah diinterogasi" ucapnya, dan Elang yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya, melihat Mila dan mertuanya selalu adu mulut ,dan kalau diperhatikan cara berbicara merekapun sama sebenarnya, sama-sama pedasnya...
"kenapa Lang?" tanya mamahnya ketika melihat Elang terus memandangi nya dan Mila.
"gapapa mah, Elang baru sadar ternyata mamah sama Mila itu mirip banget ya" ucap Elang
"iya sama-sama cantik" ucap mertuanya penuh percaya diri , karena memang penampilan dan badannya selalu terjaga meskipun usianya tak lagi muda ia juga termasuk ibu-ibu sosialita.
pembicaraan mereka teralihkan saat anak kecil berlarian memasuki rumah mereka. Mila berdiri dan menangkap Exel yang sedang berlarian.
"anak ganteng" katanya setelah berhasil menggendong ponakannya yang lucu.
kemudian mengahampiri laki-laki dibelakang Exel ,lalu memeluknya "kakak kangen" ucapnya manja. . .
"nggak usah akting" jawab Erfan sambil menonyor kepala adiknya.
"mil, malu sama suami kamu" ucap mamahnya..
Elang hanya tersenyum melihat keakraban dan kehangatan keluarga istrinya . . .
"mil, jagain Exel ya . . . mamah nggak percaya sama kakak kamu" ucapnya mamahnya disela-sela pembicaraan.
"iya mah, aku kira kakak nggak dibolehin ikut sama mamah"jawab Mila
"boleh, asal jangan deket-deket sama cewe itu"
"mamah kakak kan udah besar kakak pasti tau yang baik atau yang jelek buat kakak" ucap Mila menatap kakaknya penuh belas kasihan karena kakaknya memang akan selalu menuruti perintah mamahnya. sebenarnya Mila juga selalu menuruti perintah mamahnya namun harus beradu argument terdahulu.
"mil, udah mamah mau pulang. . . "
Mila mengikuti mamahnya sampai di teras..
"mah"
"apa"
"Mila sama kakak dari dulu selalu ngikutin semua permintaan mamah apapun itu termasuk dijodohkan, tapi untuk kali ini Mila mohon restuin kakak sama kak brina . . . Mila nggak mau kakak dapet orang yang salah lagi, lagian mamah bisa lihat sendiri kan gimana sayang nya kak brina ke Exel" ucapnya sendu.
"udah deh mil, jangan urusin urusan orang lain. . . kakak kamu aja nggak maksa kok"
"tapi mah-"
"mamah pergi" .