
Mila melangkahkan kakinya dengan anggun menghampiri Elang yang sedari tadi menunggu di ruang tamu.
"yang!" Elang membelalakkan matanya melihat dandanan Mila yang begitu seksi, dress hitam polos tanpa motif yang melekat sempurna pada tumbuh nya, dan memperlihatkan dengan jelas perutnya yang sudah membesar itu membuatnya lebih terlihat seksi.
"kenapa kelihatan gendut ya?" tanya Mila yang cemberut.
"e enggak gitu, terlalu seksi yang ganti ya" bujuk Elang.
Mila menggelengkan kepalanya "aku pakek in outer aja" Mila menunjukan outer yang berada di tangannya.
"okelah ,ayo"
.
.
.
mereka diantarkan sopirnya menuju restoran mewah di kota ini. karena memang teman-teman Elang kebanyakan dari golongan konglomerat . . .
Elang terus berjalan menggandeng istrinya memasuki restoran. dan Mila melihat sosok wanita yang dikenalnya, wanita itu langsung menghampirinya ketika Mila memasuki restoran.
"Mila" panggil nya
"A Audy" jawab Mila terbata.
Audy sejenak menatap Elang kemudian beralih pada perut Mila yang terlihat besar.
"kenalin ini suami aku" ucap Mila
"loh. . aku kira-"
"nggak dy , dia suami aku sekarang aku lagi mengandung anaknya" Mila mengelus perutnya, ia sudah tau apa yang akan dikatakan Audy. Audy kira pasti Mila akan menikah dengan al. karena Audy adalah salah satu wanita yang dulu menyukai Al dan disingkirkan oleh Mila.
"kalian udah lama?" ucap seseorang yang Baru datang yaitu Royan dan disusul Al dibelakangnya.
"Audy" sapa Al
"Hem hy Al" ucap Audy tersipu
"kok bisa ada disini?" tanya Al
"sebenarnya restoran ini milikku"
"siapa nal?" tanya Royan
"teman ku dulu waktu sekolah" jawab Al dan Audy langsung berjabat tangan dengan Royan.
Al menatap Mila sejenak, memastikan ekspresi Mila. dan ternyata sudah tidak seperti dulu ia lebih santai bertemu Audy berbeda dengan dulu yang terlihat jutek.
"aku ke kamar mandi sebentar ya" pamit Al pada semua. dan setelah itu Audy juga berpamitan untuk melihat acara.
"mana Tino?" tanya Elang
"nggak tau, bini nya ngelahirin kali" jawab Royan asal
"orang baru tujuh bulan" jawab Mila kesal.
"bumil galak banget sih" ucap Royan
"ayo duduk disana" ucap Elang menunjuk sebuah meja panjang ditengah-tengah, karena itu memang sudah disiapkan untuk geng mereka.
baru saja mereka bertiga duduk, Al menghampiri mereka dengan nafas tersengal-sengal, raut wajahnya khawatir akan sesuatu.
"Lo abis dikejar setan nal" celetuk Royan
Al menatap mila dengan serius "mil, kamu bawa obat nggak?" tanya nya berterus terang.
"obat?"
"Selective serotonin reuptake inhibitors" ucap Al
Mila langsung paham apa obat yang dimaksud Al, obat depresi yang dulu sering ia minum.
tapi kenapa Al menanyakan obat itu?
"aku lagi hamil koh, nggak boleh minum obat itu ada apa?" tanya Mila bingung
"ada apa sih nal!" ucap Elang tak santai.
belum sempat Al menjawab datang seorang wanita cantik yang memiliki bentuk tubuh sempurna menghampirinya mereka.
Mila mengepalkan tangannya melihat kearahnya, bahkan kini tubuhnya langsung lemas melihatnya.
Margaretha datang dan tersenyum manis pada Elang, Mila menghela nafasnya. . . mengingat dirinya sedang hamil, semoga saja tidak terjadi perang darah disini.
jadi kokoh menanyakan obat itu karena ini?
Elang terus menatap Mila, ia tak percaya jika Margaretha akan hadir disini. . .
Margaretha sedikit kaget melihat ada Mila ditengah-tengah temannya, tapi ia paham. . . pasti ia datang dengan Al.
"jadi sudah sampai season berapa kisah cinta terlarang Lo dengan kokoh Lo ini" tanpa basa-basi Margaretha langsung memercikkan api peperangan.
"jaga mulutmu!" teriak Al yang juga duduk disamping Mila. para sahabat Al tentu nya sudah tidak kaget jika Al akan beradu mulut dengan Margaretha karena sedari dulu Al sangat membencinya. sedangkan para sahabatnya sangat memanjakan nya, hanya karena kakaknya yang ia sayangi pergi meninggalkan nya.
"nal. . " ucap Royan.
"ngapain lo kembali kesini!" ucap Mila tak santai
Margaretha menyunggingkan senyumnya "untuk menghadiri pernikahan mantan dong" ucap nya dengan nada mengejek.
Elang terus menggenggam tangan Mila agar tidak terbawa emosi. ia bahkan belum memberitahu Mila jika ia kenal dengan Margaretha, jadi yang ia lakukan saat ini hanyalah pasrah semoga Mila tidak marah padanya.
"jangan berani-beraninya datang kesana!"
"siapa sih yang mengundang badut Ancol kesini" lagi-lagi Margaretha mengejeknya. ia melihat perut Mila yang sudah membesar.
"b*ngsat!, apa maksud Lo" teriak Mila tidak terima.
"yang udah yang . . . inget ada baby" ucap Elang membawa Mila dalam pelukannya untuk menenangkan.
Margaretha yang melihatnya melotot kan matanya tidak percaya.
kenapa Elang memeluknya, kenapa Renaldi diam saja?
"El , El ka kamu ngapain meluk dia" ucapnya dengan bibir yang bergetar.
"dia istriku , jika kamu disini hanya untuk membuat keributan lebih baik kamu pergi!" ucap Elang tegas.
"is istri, nggak mungkin" Margaretha menggelengkan kepalanya tidak percaya "ke kenapa dia istri mu. . . bukannya dia istri Renal . . ya kan El?. . El?" wajah Margaretha memucat mendengar Mila adalah istri dari seseorang yang dari dulu ia sukai.
kenapa Mila , selalu merebut apa yang ia punya!
Mila berdiri menatap Margaretha dengan tajam, kemudian berganti menatap Elang yang terlihat cemas.
"kamu mengenalnya mas?" ucap Mila menahan tangisnya.
"sayang-"
"ya dia mengenaliku tentunya, sangat mengenal" Margaretha menekan kata-kata nya.
emosi Mila mulai memuncak ia menghampiri Margaretha yang tengah berdiri. mereka saling menatap dengan tatapan penuh kebencian satu sama lain.
"hey wanita gila!, jangan menatapku seperti itu!" ucap Margaretha yang mulai berteriak, bahkan semua orang disana terlihat menyaksikan mereka berdua.
"perempuan ******!," Mila langsung mendorong tubuh Margaretha hingga tersungkur di lantai. bahkan ia lupa kalau dirinya sedang mengandung.
Elang memeluk erat Mila dari belakang "sayang tenang sayang, kumohon" ucap Elang mencoba melerai nya.
dan Al hanya menatap cemas pada mila , ia tahu jika sudah begini Mila tidak bisa ditenangkan. bahkan dulu sampai Mila masuk kantor polisi dengan Margaretha.
Mila mendorong tubuh Elang "kenapa kamu nggak bilang kalo kenal sama dia, kamu seharusnya juga tahu kan mas Margaretha yang aku maksud selama ini adalah dia" teriak Mila yang mulai menangis.
kecewa. . . itulah yang ia rasakan saat ini.
Margaretha sudah kembali berdiri "El kamu bisa lihat kan , siapa sebenarnya istri kamu. . . dia itu wanita gila dia depresi berat" ucap nya sendu.
"Retha!!!" bentak Elang
Mila menatap mereka bergantian " apa?, El?. . Retha?".
"tentu saja panggilan kesayangan" ucap Margaretha tersenyum manis pada Elang.
plakkk. . . Mila menampar Margaretha dengan keras.
"mil. ." Elang memegang tangan Mila namun segera ditepis nya.
"apa?, kenapa? kamu mau bela dia iya!" ucap Mila yang terus berteriak
"enggak gitu sayang, dengerin aku dulu" ucap Elang mencoba bersabar.
.
.
.
**ayo vote-vote-vote , waktu nya naikin rank
lopeyuall** 💋💋💋💋💋