
Mila menyalakan mesin mobilnya. . . kemudian perlahan menginjak pedal gas. . .
"wow" ucapnya diiringi dengan senyuman
"kamu suka?"
"ini benar-benar halus mas"
Elang hanya tersenyum dan terus menatap Mila
"jangan menatapku seperti itu" ucap Mila tanpa memalingkan pandangannya
"kami tahu haha"
"orang yang buta juga tau kalo kau sedang menatapku penuh cinta " canda Mila
"benarkah, karena kamu sangat menggemaskan" mengacak-acak rambut mila.
"mas. . . hentikan, rambutku berantakan"
"biar jelek" kata elang dengan bibir yang terus tersenyum.
"mas. . . "
"hmmm...."
"one question?.. kamu masih berhutang"
"baiklah silahkan bertanya sepuasmu , aku kalah" tutur elang sambil mengangkat kedua tangannya
"ehhhhmmm. . . bagaimana jika sebaliknya?" tanya Mila.
"maksudnya?"
"katamu jika aku mencintai mu ataupun sebaliknya kamu akan tetap menunggu jawaban ku. . . bagaimana jika sebaliknya"
"itu tidak mungkin"
"kamu terlalu percaya diri"
"aku tahu kamu wanita yang sulit didekati, apalagi jatuh cinta. . . karena aku yang setiap hari hidup bersama mu dan kita juga berbagi ranjang , jadi untuk siapa lagi hatimu berlabuh"
Mila tersenyum melirik Elang "yahhhh. . meskipun yang kamu katakan benar tapi kamu meremehkan ku"
"haha lihat lah bahkan dirimu tidak memiliki mantan kekasih, jadi aku berada di garda terdepan dong" jawab Elang dengan yakin
"kamu memang meremehkan ku haha" ucap Mila lalu terdiam, mengingat sosok laki-laki yang selalu dekat dengannya meskipun bukan kekasih. . .tapi bahkan ia lebih dari itu menurutnya.
Koh Al apakah dirimu bisa tergantikan?, batin Mila
"kecuali laki-laki yang kamu ceritakan, kamu pasti sedang memikirkan nya" kata Elang terus menatap Mila.
"maaf" ucap Mila lirih
"tidak apa , aku mengerti pasti tidak semudah itu. . .makanya aku menyuruhmu pelan-pelan mencintaiku tidak perlu terburu-buru. . . aku tau dia sangat berarti" ucap Elang serius
"maaf mas, sekali lagi maaf karena dia yang menemani masa sulit ku mungkin itu alasannya, tapi menurut ku sekarang kamu lebih berarti"
Mila meraih tangan Elang dengan satu tangan yang terus mengemudi.
Elang mengecup tangan itu "terimakasih sudah hadir dihidupku. . . tapi letakkan tanganmu disana, aku masih takut mati"
padahal kalau diingat-ingat dulu pasti kamu sangat membenciku".
"siapa yang tidak kesal, kamu begitu percaya diri dan pandai berkata-kata. . . aku selalu kalah dengan ucapan mu yang menyebalkan itu" kata Elang sambil mengingat bagaimana dulu waktu pertama kali nya Mila menginjak kakinya dirumahnya.
"hey. . .kamu juga menyebalkan tau hahaha"...
mereka yang dulu memang sering beradu mulut, bahkan keduanya tidak ada yang mengalah.
"iya iya sama-sama menyebalkan dan harus sama-sama mencintai" ucap Elang. . .lalu keduanya tersenyum..
Mila menambah kecepatan mobilnya, karena jalanan malam begitu sepi di malam hari. . . apalagi mobil barunya memang pasnya dibuat ngebut-ngebutan haha.
"Mila kurangi kecepatan mu" tutur Elang
"berpenganganlah mas, ini sangat menyenangkan"
"hey, aku saja yang mengemudi kalo bagitu!!!"
"baiklah. . . baiklah"
.
.
.
Mila mengurangi kecepatannya, hingga mereka sampai dirumahnya yang begitu dirindukan. . .
sesampainya dikamar. . .
"ini apa mas?" tanya Mila melihat sebuah tas belanjaan dengan merk ternama
"hadiah untuk mu" Elang berlalu menuju kamar mandi, untuk berganti pakaian.
"mengapa banyak sekali hadiah" gumam Mila sambil membukanya. . .
ia bahkan sangat terkejut melihat hampir satu lusin lingerie dengan berbagai bentuk dan warna yang berbeda.
Mila lalu menentengnya dan melihatnya satu persatu , ia pun menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan pikiran suaminya...
"bagaimana suka?" tanya Elang saat keluar dari kamar mandinya
"suka tapi aku tidak suka mengenakan pakaian ini saat bersamamu"
"kenapa?"
"aku malu" ucap Mila menundukkan pandangan dengan wajah yang bersemu.
"hey aku ini suamimu bukan orang lain"
"hemmm. . . tapi aku masih berpikir keras bagaimana bisa kamu membeli barang-barang seperti ini"
Elang tertawa "Antoni yang membelinya"
"cih, sudah kuduga . . . kamu tega sekali mas bahkan dia belum menikah"
"dia hanya mengambilnya, aku yang memilih dari katalognya"
"pantes , tembus pandang semua. . .sudahlah ayo tidur akan kupakai lain kali saja" tutur Mila yang hendak mengecoh suaminya.