Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Memperjuangkan


"nggak usah bertele-tele ris" ucap Elang tegas


"santai dong Lang, kalo Lo ngomong nya aja kayak pengen kubur Aris hidup-hidup gini gimana Aris bisa jelasin dengan jelas" ucap Tino


"nih ris minum dulu" Tino memberikan air mineral agar Aris lebih tenang, memang sorot mata Elang yang tajam itu akan mematikan siapa saja yang menatapnya. tino sendiri pun sebenarnya juga takut, ia sudah lama mengenal Elang jika Elang benar-benar marah akan menghancurkan semua yang ada dihadapannya.


"bapak tau kan kalo saya sama Bu Mila dulu satu sekolah waktu SMA" ucap Aris mencoba tenang.


"Hem"


"dan saya beda angkatan sama Bu Mila, tentu saya mengenalinya bukan tanpa alasan . . .


Bu Mila adalah kekasih teman sekelas saya dulunya, jadi kita sering bertemu dan menjadi akrab" pada titik ini Aris merasakan jantung nya semakin ingin loncat.


"kekasih Mila?" ucap Elang mengulangi dengan ragu, karena setahunya Mila tidak memiliki mantan kecuali. . . . ia melotot kan matanya lebar-lebar menyadari Renaldi juga teman sekelas Aris , dan biasa ia panggil Al.


"jangan bilang" ucap Elang terputus


"iya pak seseorang yang saya sering panggil Al, dan teman sekelas saya waktu SMA adalah Renaldi sahabat bapak". ucap Aris berhati-hati.


DEG. .


DEG. .


Bagaikan tikaman tak kasat mata, yang langsung tertancap sempurna di rongga hatinya dalam-dalam, sesuatu yang tajamnya sempurna menggores permukaan hatinya yang saat ini sudah terasa begitu ngilu. . . hal benar-benar diluar dugaannya. . . Renaldi?. . . Al?. .


sahabatnya sendiri? . . hah , kenapa bisa? mengapa bukan orang lain saja , jika itu adalah orang lain mungkin sakitnya tidak seperih ini.


Elang masih terdiam mencoba mencerna kata-kata Aris, yang seperti mimpi buruk baginya. . . tapi sayang nya semua ini adalah nyata.


"Lang?" panggil Tino pelan menyadarkan lamunan sahabat nya itu.


Elang meremas rambut nya kasar, lalu mengepalkan tangannya, otot-ototnya pun terlihat menonjol sempurna . . .


duuggghhh. . . pyar. . .


Elang meninju dengan keras meja didepannya yang bahkan tidak salah apa-apa. . . karena bagian atas mejanya terbuat dari kayu lalu dilapisi kaca bagian atasnya,


Tino terus menatap meja didepannya yang kacanya sudah retak dan hancur, namun perhatian nya teralihkan karena meja itu tidak lagi penting. .


karena tangan sahabat nya yang berdarah lebih mencuri perhatiannya..


"Lang. . ." panggil Tino menyadarkan Elang.


"tinggalkan saya sendiri" ucapnya tegas seolah tak mau terbantahkan.


"ris Lo keluar gih" ucap Tino.


"Anda juga" ucap Elang lagi-lagi dengan sorot mata tajam yang saat ini menunjukkan sebuah keterlukaan yang begitu dalam.


"masih ada yang pengen gue omongin" jelas Tino, ia paham betul jika Elang seperti ini ditinggalkan pun akan tambah parah, jadi lebih baik mengajaknya berbicara.


aris meninggalkan ruangan yang bagaikan menyesakkan dadanya itu. . .


"ehm . . . gue juga baru tahu kalo ternyata Renaldi mantan Mila" Tino memulai pembicaraan.


"kenapa tin, kenapa kemaren mereka bersikap seolah tak kenal di depan gue" ucap Elang dengan pandangan kosongnya.


"mereka jaga perasaan Lo Lang, mereka juga nggak tau kalo bisa bertemu di pernikahan gue, ehm sori Lang sebenarnya gue kemaren udah tau dari ana. . . . cuma nyari waktu yang pas aja buat ngasih tau Lo"


Elang terdiam. . . .


"kan cuma masalalu Lang" ucap Tino.


"tapi elo nggak ngerti ceritanya tin, Renaldi berjasa dalam hidup Mila, mereka putus karena nggak direstui sama orang tua mila. . . gue takut Mila masih ada rasa sama Renaldi"


perih ditangannya seolah tak sebanding dengan apa yang ada didalam dadanya saat ini. . . khawatir, takut kehilangan..


"nggak Lang, gue yakin Mila cinta sama Lo" ucap Tino meyakinkan.


"bahkan dia sendiri belum pernah bilang cinta ke gue, gue harus gimana tin gue bener-bener nggak bisa hidup tanpa mila" ucap Elang sendu.


"tapi gue yakin Lang. . . tatapan seseorang itu nggak akan pernah berbohong dan gue bisa lihat gimana kalo Mila natap Lo , dia cinta sama lo" ucap Tino meringis melihat darah di tangan Elang.


"dan Lo tahu kan tin, cewe terlarang yang dimaksud Renaldi dari dulu itu adalah Mila" lagi-lagi Elang mengingat sosok gadis yang selalu diceritakan Renaldi.


seketika Tino tercengang "iya Lang gue baru sadar, cewe yang dia cintai dari SMA , sampe dia sendiri nggak punya rasa apa-apa sama mendiang istrinya kan" Tino menutup mulutnya keceplosan.


"kalo mereka masih saling cinta, gue bisa apa tin" ucapnya sendu.


pada saat yang itu terlihat ponsel Elang berdering menunjukkan sebuah pesan disana. dan ia meraih ponselnya yang menganggu perhatian nya saat melihat foto Royan.


Macan betina ku❤️ : Masku, aku diculik sama sohib kamu maksa banget ngajakin kerjasama.


[images-royan]


Me : lagi dimana sekarang?


Macan betina ku❤️ : restoran XXX, reservasi VVIP.


pesan dari Mila seolah menggugah semangat nya kembali berkobar.


"gue harus pergi tin?" elang meraih jasnya yang tergeletak.


"kemana?" tanya Tino khawatir.


"memperjuangkan apa yang belum pernah gue perjuangan" ucapnya sambil mengenakan jas.


"jangan macem-macem Lo Lang" sidik Tino cemas, karena ia tahu sahabatnya benar-benar kacau saat ini.


"gue cuma mau merjuangin milik gue tin". ucapnya mencoba percaya diri. . entah bagaimana kedepannya.


.


.


.


"aku aja ya yang bayar" ucap mila setelah menerima bill dari seorang pelayan.


"anjay, jelas nggak nolak lah akunya. . .haha. .


kamu kan tajir suami kamu juga tajir, jadi aku nggak perlu sungkan lah ya" canda Royan.


"nggak punya urat malu emang ya hahaha, ini mbak" Mila menyerahkan ATM pada pelayan itu.


drrttttggggg. . . drrttttggggg. . .


nomor tidak terkenal yang tertera di ponsel Mila saat ini sedang menghubungi nya. . .


"halo" ucap Mila


-


"apa!!!!"


-


"baik saya segera kesana" ucapnya panik.


"Yan anterin aku kerumah sakit" ucap Mila tergesa-gesa


"kenapa mil, siapa yang sakit" tanya royan.


"kakak aku kecelakaan"


"pak Erfan?"


"iya , ayo cepet"


sepanjang perjalanan Mila merasakan khawatir yang amat sangat , bagaimana keadaan kakaknya. . bukannya ia harus melarikan diri dari rumah?. . . mengapa ia bisa disini lagi?. .


namun hal yang membuat nya lebih cemas adalah rumah sakit yang ditujunya adalah rumah sakit mendingan istri Al, kemungkinan besar Al lah yang sekarang mengurus rumah sakit itu. . . ia hanya bisa berharap semoga mereka tidak bertemu lagi di dunia yang begitu luas ini.


.


.


.


.


**berkat kalian tidur ku tak nyenyak. . . hehe tapi yang penting votenya naik jadi bersemangat wkwkwk.


lopeyuall 💋💋💋💋**