Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Elang POV


Hari ini adalah hari yang bahagia untuk ku dan juga keluarga besar kami, genap satu tahun usia putra tampan ku.


Malaikat kecilku yang kini sudah bisa berbicara maupun berjalan, sungguh tidak terasa bahkan baru kemarin rasanya aku baru menimangnya, saat pertama kali ia melihat dunia ini.


Gemilang Galaxio Kusuma, nama yang kusematkan kepada nya yang artinya sesuai namanya Cemerlang, benderang bagaikan tatanan galaxy yang begitu hebat, di dalam marga keluarga ku, Kusuma.


Dia bersinar selalu menerangi seluruh hidup ku dengan tawa dan kadang juga tangisnya. dan sebenarnya semakin besar ia tambah nakal dan pembangkang. Kata mamahku ia mewarisi semua sifat ku. . . aku kadang tertawa geli melihatnya.


Aku sangat mencintainya melebihi rasa cintaku terhadap diriku sendiri, aku rela memberikan seluruh hidupku juga semua apa yang ku punya hanya untuk putra ku.


"Pa. . pii" teriaknya dengan berjalan sempoyongan menuju kearah ku.


Rasanya sangat berbunga-bunga dan juga mendebarkan ketika ia memanggil ku seperti itu.


"Gem sini" ucap ku merentangkan kedua tanganku lalu menyambut pelukannya dengan hangat, tubuh kecil yang selalu ingin aku rengkuh, ingin aku lindungi dan beri kehangatan.


"Pa. . . piii . . . mau na ik mobiy" celotehnya yang tidak jelas sama sekali, tapi entah mengapa aku bisa tahu arti dari setiap kata yang tidak jelas itu.


Apakah ini yang dinamakan ikatan batin. . .


"nanti ya naik mobilnya" ucap ku sambil menggendongnya.


"dak. . .ma. .uuuuu" ucapnya mengerucutkan bibirnya dengan lucu, jika ia sedang seperti ini ,ia lebih mirip dengan seseorang wanita yang aku cintai.


"Jagoan Papii, hari ini kan ulang tahun . . . itu sudah ada teman-teman di bawah" ucapku menenangkan nya, jika ia sedang merajuk atau minta sesuatu ia memang seperti Mamii nya yang apapun harus dituruti ketika mengidam.


Lagi-lagi ia memberengut kesal lalu melirik tajam kearah ku, matanya benar-benar mirip dengan ku.


Sungguh sempurna, Gemilang adalah hasil perpaduan ku dengan Mila . . . banyak sikap nya yang mewarisi ku tapi hahahaha. . .


Biarlah tidak apa ia nakal, asalkan tidak melewati batas. . lagi pula laki-laki bukannya memang harus nakal hahahaha. .


Jika tahu istri ku tercinta aku pasti dimarahi, aku selalu membela apapun yang dilakukan Gemilang, wajar saja dia masih kecil belum mengerti yang baik atau salah. . jadi tugas ku adalah memberitahu nya.


Tapi berbeda dengan Mamii nya, ia selalu drama ketika melihat Gemilang bertingkah nakal. . . kadang merajuk, menangis ataupun memarahinya.


Tidak apa, lagian setiap orang tua menunjukkan rasa sayangnya dengan cara yang berbeda.


Pesta ulangtahun pertama putraku tercinta, tentu saja diadakan secara besar-besaran. . . mana mungkin aku hanya merayakan sekeluarga saja.


Tapi istri ku memilih merayakan nya dirumah, yah tidak apa lagipula rumahku cukup luas jika hanya untuk pesta ulang tahun.


Gemilang menarik-narik dasiku "mobiy. .mobiy. ." ucapnya masih menatap kesal padaku, entah mengapa akhir-akhir ini dia ketagihan naik mobil sport ku.


"Gemmm!" teriak wanita cantik yang baru saja memasuki kamar, dress hitam yang membalut tubuhnya sehingga menunjukkan dengan jelas setiap lekukan seksi itu. .


Astaga. . memangnya harus ya dia berpakaian seperti itu.


"Mam, tidak ada baju yang lebih pantas apa" ucapku dengan kesal melihatnya begitu seksi.


ia tampak memperhatikan gaun nya dari atas hingga bawah "nggak ada!" ucapnya galak.


Oh iya semenjak ia hobi memarahi Gemilang, ia menjadi sangat galak, aku lupa. . . jika ia benar-benar macan betina hahahahah. .


"pakek baju yang aku beliin kemarin aja" ucap ku yang masih tak terima.


"mas kamu mau aku pakek gorden kayak gitu" ucapnya kesal, ia sangat kesal bahkan marah beberapa hari hanya karena aku membelikan ia baju yang sama dengan corak gorden kamar yang bahkan aku tidak mengingatnya.


"tapi ini terlalu seksi sayang" ucapku memberikan satu kecupan pada dahinya.


"ma . .miii , Gem mau itut Papii, mau naik mobiy. .


huaaaaaaa" ucapnya lalu menangis.


"yaudah kalo gitu, kamu naik mobil sama Papii. . Mamii mau ajak kak Exel foto-foto" itulah senjata Mila, karena Gem sangat cemburuan terhadap Exel ia selalu memanfaatkan situasi.


Dasar wanita licik , aku tersenyum melihat tingkah istriku yang begitu menggemaskan.


"Gem mau sama Mamii sama pa piii" ucapnya lalu mengadahkan tangannya pada Mamii nya, sungguh penuh drama bukan?


"ayo turun, udah nungguin semuanya" ucapnya merengkuh tubuh Gemilang, aku juga merengkuh pinggang nya sambil berjalan ke lantai bawah.


.......


Aku menatap malas pada tiga manusia yang saat ini berdiri di tengah-tengah keramaian pesta ulang tahun Gemilang.


"woy!" panggil nya tidak ada sopan-sopannya, apa mereka tidak mau aku disini berdiri gagah sebagai CEO, bisa hancur harga diriku hanya karena tiga kunyuk itu.


Tapi tetap saja aku terpaksa mendekat, "Habis ini nggak bangkrut kan" celetuk tino sahabat ku yang paling cerewet.


"mana mungkin Elang Suryo bangkrut, hanya pesta seperti ini saja kecil" ucapku menyombongkan diri.


"Kalo gitu besok kalo gue nikah elo wajib nyumbang uang gedung nya" celoteh sahabat ku satunya lagi, siapa lagi kalau bukan si selengekan Royan.


"cih, kaya gue ngerestuin Lo aja. . . Tante gue kan juga nggak setuju" ucapku yang mampu membuat nya terdiam.


"emang bangkee Lo" umpatnya.


"udah-udah jangan pada berantem mulu, mendingan kita foto bareng" ucap sahabat ku yang paling polos dan benar. Renaldi, sahabat sekaligus mantan kekasih istriku. . . sungguh baik bukan aku, bahkan mereka sering bertemu ketika aku tidak ada, ya. . hanya untuk menemani Jen dan Gem bermain bersama. Aku percaya pada Mila, tapi sejujurnya aku diam-diam menaruh cctv pada di rumah ku, tanpa sepengetahuan Mila.


Maafkan suamimu yang sangat posesif ini ya sayang hahahaha. . .


Siapa sangka jika aku akan jatuh hati pada wanita seperti dia, wanita bar-bar yang sangat galak. . .


Tapi setiap hari cintaku semakin bertambah padanya, tapi dia masih sering sekali meragukan ku, ya wajar saja namanya juga cinta. .


dia sering mengikuti ku diam-diam ketika aku bertemu dengan klien perempuan, dan aku hanya pura-pura tidak tahu saja hahahah. . .


Sungguh baru kali ini aku jatuh sejatuh-jatuhnya pada seorang wanita, katakan aku memang bucin kelas akut, aku tidak perduli.


Tapi terkadang aku bertanya tanya kenapa ia masih sering meragukan ku, padahal sungguh tiada yang bisa menandingi istri ku tercinta. . .


Dia cantik, lekuk tubuhnya sempurna sangat seksi dan m*ntok , wajahnya juga begitu cantik tidak pernah aku bosan menatapnya. dia pandai dalam segala hal, masakannya selalu menjadi favorit ku.


sekarang dia juga sangat pintar diranjang hahaha. . .


Jadi mil, menurut mu masih adakah alasan untuk aku berpaling dari mu yang sudah sangat sempurna bagiku. . .


Minusnya hanya galak , ngambekan , dan sering cemburuan saja sih hahaha. . . kadang-kadang sampai aku dikatai suami takut istri oleh para kunyuk.


Aku tidak perduli, aku hanya mencoba untuk mengalah menghindari pertikaian yang akan menimbulkan hal yang tidak-tidak.


SALAM SAYANG UNTUK ISTRI KU TERCINTA, EMILA AKU MENCINTAIMU. . . TERIMAKASIH SELALU BERADA DISISI KU, SENANG MAUPUN SUSAH.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️