
"jangan nangis disini , nggak ada ember gue" ucap Elang begitu serius untuk menghibur sahabatnya
"nggak sekalian lo ambilin gentong" sahut Tino kesal
pembicaraan mereka teralihkan pada seorang wanita yang sedang menuruni tangga dengan balutan dress rumahan bercorak bunga-bunga begitu wajahnya fresh sehabis mandi...
seolah mereka terhipnotis dengannya, namun Elang segera menyadari bahwa kedua laki-laki dihadapannya ikut menikmati pemandangan indah miliknya...
"ehmmm. . . ehmmm. . " Elang berdehem begitu keras hingga mereka teralihkan pandangannya..
"yaelah Lang Lang, bagi dikit napa buat cuci mata doang" ucap Tino
"silahkan.." mereka kembali menatap Mila yang tersenyum kearah mereka.
"kalo kalian mau tidak berkepala saat meninggalkan rumah ini" sambung Elang yang membuat kedua pria dihadapannya bergidik ngeri..
"bos Lo emang rese ris" ucap Tino
dan hanya ditanggapi senyuman oleh Aris.
"Tino, mas Aris . . udah dari tadi" sapa Mila
"iya mil, ini sampe jenggotan nungguin laki Lo"
semuanya ikut tersenyum dengan jawaban Tino.
"ada acara apa ini?" Mila yang menyadari pakaian mereka berbeda dari biasanya. . .lalu ikut duduk disamping suaminya. . .
"sayang pakaian kamu nggak ada yang lebih panjang" ucap Elang tiba-tiba dan ia merangkul pundak mila
"jangan mulai deh mas" ucap Mila yang sudah hafal sikap suaminya.
"sayang aku mau nge-gym sama Aris sama Tino ya" ucap Elang sambil terus bergelayut dipundak Mila.
Mila berfikir sejenak atas perkataan Elang, sekilas ia memikirkan wanita-wanita dengan pakaian yang seksi saat di gym.
"kan ada treadmill sama barbel dilantai atas" jawab mila
"itu nggak lengkap mil, enakan juga di sana sambil cuci mata" sahut Tino tersenyum
"cuci mata" ucap Mila kemudian melirik kearah Elang. . . beberapa saat Mila menggelengkan kepalanya..
"ayolah sayang , mumpung libur udah lama nggak kesana" Elang membujuk
"iya udah pergi aja" ucap Mila sambil beranjak berdiri "tapi" lanjutnya
"tapi apa?" tanya Elang bingung
Elang berfikir sejenak kemudian mendengus kesal. . . karena ia tahu arah pembicaraan istrinya.
"nanti saya belikan pak suplemen sama vitamin nya kalo ibu nggak mau kasih" ucap Aris polos
Mila yang belum jauh melangkah tertawa mendengar perkataan Aris yang tak berdosa itu.
"cuma Mila yang punya"
"pasti mahal ya Lang" sahut tino
"apanya?"
"suplemen sama vitamin nya"
"Hem"
"kenapa Lo jadi bodo gini sih Lang, pasti Lo nyerahin semua uang Lo ke Mila kan , sampe buat beli suplemen sama vitamin aja nggak punya"
"lo berdua ngomong apaan sih" ucap Elang mengacak-acak rambutnya. .
"silahkan diminum" ucap Mila sambil meletakkan nampan diatas meja yang berisikan kopi hitam, karena ia tahu betul apa yang disukai laki-laki saat berkumpul
"ini kue nya Bu" ucap bi Ijah yang berada di belakang Mila kemudian menyerahkan kue itu.
"makasih bi"
Mila melirik Elang sesaat, "kamu mandi dulu deh mas kalo mau nge-gym"
"nggak nge-gym nggak apa, mau dirumah aja" ucap Elang kesal
"loh kenapa, padahal aku udah siapin baju kamu loh" ucap Mila mengejek
"iya nih Lang nggak asik banget sih Lo" sahut Tino dengan mulut yang terus mengunyah kue kering itu.
"ini menyangkut kepentingan rumah tangga gue tin, nggak usah ikut campur"
"lebay banget sih Lo, orang diajakin nge-gym aja udah kaya mau berangkat perang"
"justru itu nanti malem gue nggak bisa perang"
"maksud bapak?" tanya Aris yang tidak paham
baru elang membuka mulutnya hendak menjawab tapi Mila sudah terlebih dulu menyuapi Elang dengan beberapa kue hingga mulut suaminya penuh dan tidak bisa berkata-kata.
jangan lupa tinggalkan jejak ya 💋💋💋