Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Lunch together


pagi yang cerah, awal untuk memulai aktivitas dengan semangat. . . meskipun beberapa orang masih menempel pada bantalnya , tapi tidak dengan pasangan ini. . .mereka tiba dikantor sangat pagi hari ini.


mila duduk disofa dengan setumpuk berkas di meja depannya, ia menggelengkan kepalanya dan hanya dibalas senyuman oleh sang suami.


"rasanya aku ingin sekali kabur dari sini" gumam Mila pelan namun terdengar oleh Elang


"eits.. tentu saja aku tidak akan membiarkannya, mulai dari tumpukan yang paling atas. . itu sudah berurutan, jika ada yang kurang jelas tanyakan padaku atau Aris, sebentar lagi Aris datang"


Mila terus membaca lembar demi lembar dengan penuh konsentrasi, itulah dia.. kelebihannya adalah mengingat dalam sekali baca. . .


laporan penting perusahaan suaminya, yang membuatnya jengah sendiri. . dan tiba-tiba Aris datang dengan setumpuk dokumen lagi...


"jangan bilang kalau itu juga harus dipelajari"


Aris tersenyum..


"mas. . . " rengek Mila pada Elang


Elang tersenyum manis dari meja kerjanya "ris buatkan Mila jus melon"


dari mana dia tau kalo aku menyukai jus melon, batin Mila terheran-heran.


"baik pak, Bu berkas yang saya bawa tadi beberapa informasi tentang perusahaan yang akan bekerja sama selama seminggu ini. . ."


"baik-baik lah mas Aris" ucap Mila tidak lepas pandangan dari berkas-berkas itu.


.....


saking sibuknya membaca dan bekerja kedua insan didalam ruangan itu hampir melupakan makan siangnya. . .


"kenapa ruangan ini sangat kaku rasanya" ucap seorang yang baru saja masuk dalam ruangan itu


"kalo kerja jangan keluyuran aja" teriak Elang namun tidak dihiraukan


"Mila. . kamu ada disini" ucap Tino melengkungkan bibirnya.


"eh iya Tino" Tino duduk mengahampiri Mila


Elang pun tidak tahan melihatnya dan segera duduk disamping istrinya dan merengkuh pinggang Mila.


"ayolah Lang, kenapa kamu sangat kekanak-kanakan sekali" ucap Tino


Mila menatap Elang, "kenapa menatapku seperti itu" tanya Elang


"ini sangat sempit, bisakah kamu menjauh"


Tino tertawa renyah mendengar perkataan Mila


"Mila aku tidak tahu kalo kamu disini, tau begitu tadi kuajak makan siang bareng"


tatapan tajam dari Elang "memangnya ini sudah waktu makan siang!!!"


"malahan hampir habis"


"astaga mas , bahkan kita lupa waktu"


"mau makan apa sayang" tanya Elang


"mataku sangat perih aku juga sangat bosan, aku ingin makan diluar" seru Mila dengan lemas


"baiklah apapun untuk mu" cup.... menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya lalu melumatnya, Tino yang melihat nya melotot keheranan


mila memukul pelan pundak Elang "mass!!!"


"sepertinya suamimu memang sudah gila, tidak tahu malu lagi" ucap Tino


Elang tersenyum penuh kemenangan, Tino pun menggelengkan kepalanya ini seperti bukan Elang yang ia kenal. selama ini ia tidak pernah menunjukkan kemesraan nya dgn mantan-mantannya yang lain.


"kalo saja ini bukan kantor mu , inginku berkata kasar" seru Tino


"padahal kau sering melakukan ini di depanku tin" kata Elang


"memangnya Tino punya pacar" tanya Mila dengan polosnya


"huahahha , pacarnya banyak sayang "


kenapa kau sangat menggemaskan sayangku, batin Elang


"Lang jangan merusak nama baikku" balas Tino


"sudahlah jangan menghiraukan buaya darat ini, ayo mil kita makan" Elang berdiri dan menuntun tangan Mila beranjak. . .


mereka bergandengan tangan saat keluar dari ruangan itu, terlihat mantan Elang hanya menundukkan pandangannya. .karena tak tahan melihat itu dan matanya pun sudah terasa panas.


....


"kalo dipikir-pikir baru kali ini kita makan diluar berdua" ucap Mila sambil mengunyah makanannya


"maafkan aku yang terlalu sibuk , mulai sekarang aku akan menyempatkan waktu ku untuk bersamamu"


blussshh...... perkataan Elang berhasil membuat Mila merona, pasalnya tutur kata Elang yang lembut membuat jantung hatinya semakin tak karuan.