Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
tak terduga


Chat room


"mas jangan lupa makan" Mila


"iya sayang kamu juga😉" Elang


.


.


.


"ibu kenapa kok senyum-senyum sendiri" tanya sella


"hehe nggak papa sel"


"pasti chat dari pak Elang ya"


"hehe ya begitulah"


"oh iya ada apa Bu Mila panggil sella"


"kamu hari ini makan siang diluar?" tanya Mila


"enggak Bu"


"bagus kalo gitu temani saya makan siang ya"


"dimana Bu?" tanya sella


"disini, itu makannya sudah ready" ucap Mila sambil menunjuk makanan diatas meja sofa nya.


"wah , ibu delivery ya? dari restoran mana?"


"enggak kok sel, itu dari mertua saya" kata Mila tersenyum


sella mengangguk "ibu beruntung ya punya mertua yang perhatian".


Mila beranjak "ayo makan, ehmm apa Sasa tidak makan?" tanya Mila ragu


"makan siang diluar Bu kayaknya"


"oh"


drrrrrttttgggg. . drrrrrttttgggg. .


Dimas is calling


"hallo"


.....


"oh iya bilang aja sama mbaknya yang didepan kalo mau ketemu ibu Emila , kamu bilang dari butiknya gitu aja dim. .tadi saya udah pesen kok sama mbak nya"


......


"oke-oke"


tut....


"siapa Bu?" tanya sella


"ini assisten saya dibutik mau kesini, gapapa kan?"


"iya Bu santai aja"


selesai makan..


"makasih ya Bu makanannya, uenakkk" ucap sella sambil mengacungkan jempol


"iya sella"


tok. .tok. .


"masuk , itu pasti dia sell"


sella hanya tersenyum dan sibuk dengan ponselnya.


"siang Bu Mila" ucap Dimas yang baru saja memasuki ruangan itu


"iya dim, duduk"


Dimas dan sella saling berpandangan dan terlihat raut muka keduanya kaget. .


"kalian saling kenal" tanya Mila


Dimas menggaruk tengkuknya. . .


"Jangan bilang kalo sella orang yang kamu ceritain kemaren" tanya Mila


Dimas tersenyum. .


"jadi kalian pacaran" Mila tersenyum lebar


sella menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


"iya Bu" jawab Dimas


"waw, benar ya dunia memang sempit"


"jadi kamu kerja sama Bu Mila " tanya sella


"iya beb" jawab Dimas santai


"ih jangan gitu dong panggilnya, malu ada Bu Mila"


"hehe nggak papa sell, santai saja. . jujur saya senang melihat orang2 terdekat saya pacaran"


"tuh kan beb, apa aku bilang ibu bos aku memang baik" kata Dimas yang kemudian menyerahkan berkas untuk Mila tandatangani.


"kalian seumuran ya" tanya Mila


"saya lebih tua Bu" ucap sella lirih


"wah nggak kelihatan Lo, nggak papa sell nggak usah malu. . .kamu hebat bisa dapet berondong"


canda Mila karena memang sella memiliki wajah baby face.


"Bu Mila bisa aja"


"Bu Mila saya pamit dulu ya, masih banyak kerjaan" ucap Dimas


"iya dim,saya titip butik ya. . .sell kamu anterin Dimas ya"


"i iya Bu"


mereka berdua berjalan beriringan...


Dimas merangkul pundak sella. .


"lepasin jangan kayak gitu"


"kamu masih marah ya beb"


"sepertinya marahku sia-sia" ucap sella


mereka memasuki lift.


"maksudnya?"


"iya masak aku cemburu sama Bu Mila, yang gak mungkin suka sama kamu haha"


"lagian sih kamu nggak percaya banget sama aku"


"gimana mau percaya orang kamu kalo ditanyain, lagi sama siapa? sama bosku. . telponan sama siapa? bosku . . apa2 bos kamu ,kan setahuku bos kamu cewe beb. nggak tau kalo bu Mila"


"yah mau gimana lagi beb aku kan orangnya emang setia sama bos aku" goda Dimas


"jangan ngarep kamu. . kamu sama pak Elang bagaikan langit dan ubin" sella tertawa


"jahat banget sih"


"biarin, aku masuk fans clubnya pak Elang dikantor ini"


"udah kaya artis aja dia"


"dia yang paling tampan di kantor ini"


Dimas menyentil kening pacarnya


"awas aja macem-macem"


cup . . . bibir melayang di kening sella "yaudah kamu masuk , aku kembali ke butik dulu"


Dimas melambaikan tangannya pada sella yang terus tersenyum berbunga-bunga, betapa manisnya pacarnya ketika sedang cemburu.