
"cup. . cup. . udah-udah aku nggak kemana mana kok" ucap Elang menenangkan
entah mengapa lidah Mila kelu tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, yang ia rasakan kini hanyalah rindu yang tak terbendung...
hari-harinya terasa kosong saat Elang tidak ada disisinya, entah sejak kapan ia merasakan kehadiran Elang sangatlah berarti.
Mila mendongak dengan mata sembabnya setelah ia menangis beberapa saat. . .
ia hanya ingin mengatakan rindu, namun mengapa sangat amat sulit kata-kata itu keluar dari mulutnya. . . namun nampaknya Elang sudah memahaminya dan langsung mencium bibir Mila yang sudah sedikit terbuka tapi sulit berkata.
kehangatan mulai menjalar dalam tubuh maupun hati keduanya, biarlah saat ini raga yang berbicara kalau rindu sangatlah menggebu, dengan lidah yang saling menautkan satu sama lain.
"nanti malem aja ya" ucap Elang setelah melepaskan bibirnya dan mendapatkan cubitan dari Mila
"dasar mesum"
"ya kayaknya kamu lagi pengen,aku kan yang nggak enak lagi dirumah mertua, masih sore lagi"
"hih mas ngomong apa sih, nyebelin nyebelin" Mila memukul pelan dada Elang.
"tapi ngangenin" Elang tersenyum lebar
Mila terdiam karena memang benar yang dikatakan suaminya 😂
"bukanya kamu baliknya lusa" tanya Mila mengalihkan pembicaraan.
"suprise dong"
"hilih"
"aku nggak mau kamu nahan rindu lama-lama"
"emang kamu enggak" sentak Mila
"rindu dong, banget" Elang mendaratkan ciuman bertubi-tubi diwajah sang istri
"kamu udah makan belum mas?"
"udah nanti aja, kamu mandi dulu gih siap-siap"
"mau kemana?"
"kita makan malam diluar , abis itu pulang kerumah aja"
"nggak disini aja"
"nggak bebas"
"nggak bebas apanya" tanya Mila tak paham
"nanti begadang ya" Elang sukses membuat pipi Mila merona. . .
namun Mila mencoba mengelak "kamu mau ngeronda?"
Elang mencubit hidung Mila "jangan sok polos kamu"
setelah bersiap mereka berdua menuruni tangga dengan tangan yang berpautan satu sama lain. . baju yang mereka pakai pun senada warnanya.
"mamah udah pulang" tanya Mila yang mendapati papah dan mamah nya sedang asyik menonton televisi.
"daritadi"
Mila memberikan sikutan pada Elang agar ia menyapa orang tuanya. .
Mila mengerutkan keningnya "kayaknya aku kelamaan tidur deh"
"jangan-jangan kamu lagi isi mil" ucap mamah Mila
"enggak kok mah, orang kemaren masih datang bulan"
"berarti saat ini kamu lagi masa subur, yang giat ya Lang" mamah Mila
"mamah..." Mila menahan rasa malu akibat mamahnya. . . Elang pun hanya tersenyum menanggapinya.
"kalian ini pasti lagi manis-manisnya" ucap Mawardi
"semoga manis terus dong pah" sahut Elang
"pahit manis harus kalian hadapi berdua papah nggak mau ikut campur haha"
"papah jahat banget sih" Mila
"yaudah ayo mil, pah mah kita pamit dulu ya"
"iya ati-ati ya"
Mila sedikit kebingungan, pasalnya ia belum berkata akan pergi kemana kepada orang tua nya...
sedangkan dihalaman rumah nya terlihat erfan sedang mencuci koleksi mobil mewah nya..
"kakak kamu kok nyuci mobil sendiri?" tanya Elang
"itu udah jadi hoby nya sejak kecil"
Elang menatap keheranan, baru kali ini ia melihat orang kaya mencuci mobil sendiri. . .
dalam hati ia pun ingin mencobanya, meskipun memegang spons saja tidak pernah.
"kak aku pamit ya" ucap Mila dan erfan langsung menghampiri mereka berdua. . .
"kemana"
"pulang"
"padahal tadi udah janjian mau nonton liga bola malam ini sama Elang" seru Erfan
baru Mila membuka bibirnya, Elang langsung angkat bicara "sory kak Mila ngajakin pulang dari tadi. . . next time ya"
Mila melotot seolah tak percaya, bahkan tadi jelas-jelas Elang yang merengek meminta pulang. malah kini ia dijadikan sebagai alasan.
"yaudah deh oke" erfan mengacak-acak rambut adiknya gemas. . .
"kakak berantakan ih" Mila cemberut
Elang hanya tersenyum melihatnya, meskipun didalam hatinya tidak rela melihat istrinya disentuh siapapun, bahkan pak Mawardi sekalipun 😂😌
.
.
.
terkadang memang harus ada jarak yang tercipta, agar kita lebih mengerti tentang perihal rasa di dalam dada. . . 💋💋💋