Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
bercerita. .


seharian ini Elang tidak melangkahkan kakinya sedetikpun untuk meninggalkan istrinya yang terus tertidur, ia duduk disofa sambil sibuk dengan laptopnya. . .


tanpa ia sadari , ia merasakan kepala bersandar di bahunya. . . yang tak lain adalah istrinya.


Elang mengecupnya sekilas, "udah mendingan" tanya nya


"Hem"


"makan lagi ya biar aku ambilin"


"udah kenyang, aku mau mandi aja" jawab Mila sambil melingkarkan tangannya pada perut suaminya dengan kepala yang terus bersandar.


"besok pagi aja mandi, ini udah malem" tutur Elang.


"tapi nggak bisa tidur"


"yaudah boleh tapi aku mandiin"


"hah?" Mila membelalakkan matanya


"di lap lap aja, udah malem ini"


"yaudah deh nggak usah mandi" ucap Mila


"katanya nggak bisa tidur"


"mau tidur disini" kata Mila sambil menepuk paha suaminya


Elang menutup laptopnya dan menuntun Mila tidur dipangkuannya. . . mengelus rambut halus Mila.


"kamu bisa manja juga ya?" ucap Elang tersenyum


"ya gimana mau manja , orang kamu terus yang manja"


"oh iya lupa" senyuman itu tidak luntur dari keduanya. . .


Elang teringat wejangan mamah mertuanya yang mengatakan jika Mila sedang sakit ia pasti akan sangat manja kadang sampai nangis jika ditinggal sendirian. . . mengingat hal itu membuatnya tertawa sendiri, "kamu kenapa?" tanya Mila bingung.


"kamu nggak nangis kan?" tanya Elang menahan tawanya


"kamu ngomong apasih mas?"


"jangan-jangan tadi pas aku tinggal kebawah kamu nangis ya haha"


Mila menyebikkan bibirnya "pasti mamah kan yang ngomong"


"hahahaha udah udah tidur"


"emang mamah cerita panjang lebar soal aku mas?" tanyanya penasaran


"seminggu penuh sebelum kita menikah mamah kamu, menceritakan riwayat hidup kamu haha"


Mila bangun dan menatap Elang "loh kok sama mamah kamu juga dongengin kehidupan kamu ke aku seminggu penuh"


"mungkin memang rencana mereka, membuat kamu selalu terngiang-ngiang di kepala aku. . setelah mamah kamu bercerita dan setiap hari datang ke kantor aku"


"aku nggak nyangka ternyata mereka seniat itu" ucap Mila yang kembali tidur


"rencana mereka memang bukan kaleng kaleng haha"


"ya pantesan aja mereka nggak pernah nyuruh kita ketemu, eh malah mereka yang meracuni pikiran kita"


"iya dan kayaknya sekarang aku udah kena racun itu" ucap Elang tersenyum manis


.


.


.


pagi ini Mila sudah melakukan rutinitas seperti biasa, ia tengah sibuk dengan peralatan dapur nya...


Elang yang sudah siap dengan setelan kantornya memeluknya dari belakang.


"mas. . ."


"kamu udah sembuh mil, istirahat aja biar bibi yang masak"


"aku udah gapapa, udah sehat. . .kamu duduk gih aku bikinin kopi"


bukanya duduk Elang malah mempererat pelukannya menciumi pundak Mila.


"sana mas. . . aku bau terasi ini"


"aku suka wangi ini" jawab Elang


"yaudah sana ini sambel terasi nya udah mateng'


"ih bukan itu yang, wangi kamu"


"orang bau gini kok"


Mila mengendus bajunya sendiri yang memang bau terasi. . .


Elang tak memperdulikan perkataan Mila ia tetap menempel pada istrinya, sehingga Mila memutuskan untuk berbalik badan, dan tentu saja kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Elang..


Elang meraih tengkuk istrinya, menempelkan bibirnya dan perlahan melumatnya , Mila yang seakan terbuai oleh hasrat panas itu ia melingkarkan tangannya di leher suaminya...


tangan Elang pun tidak tinggal diam, sampai akhirnya . . . brakkkk...


bi Ijah menjatuhkan barang belanjaannya karena kaget melihat majikannya sedang bermesraan didapur..


kedua insan itu pun segera menjauh dan menatap bi jah dengan kikuk. . .


"maaf pak Bu" bi Ijah hendak pergi


"bibi mau kemana, bibi taruh belanjaannya aja" kata Mila yang kemudian menarik tangan Elang agar duduk di meja makan.


"gara-gara kamu sih" bisik Mila pada Elang


"kok aku sih, orang kamu juga bales ciuman aku. . lagian bibi kan juga pernah muda jadi bibi pasti paham, iya kan bi" Elang mengarahkan pandangannya pada bi Ijah yang sedang sibuk menaruh belanjaan di kulkas.


"i iya pak sante saja hehe"


"maaf ya bi , kita udah nggak sopan" tutur Mila


"ibu ngomong apa sih , seharusnya saya yang minta maaf karena kesini tanpa permisi" jawab bi Ijah


"bibi dulu waktu mudah juga gitu kan sama mang Ujang" ucap Elang santai dan mendapatkan cubitan dari istrinya. . "aduh"


"hehe dulu nggak berani begituan pak kalo nggak dikamar , maklum saya numpang di rumah mertua"


"udah-udah bi nggak usah dijawab pertanyaan mas Elang yang ngelantur itu" ucap Mila karena dirasanya Elang semakin nyleneh dan membuatnya malu ..


.


Mila mengantarkan Elang sampai teras depan rumahnya "mas Aris nggak kesini mas?" tanya nya sambil merapikan dasi Elang.


"enggak, kamu hari ini kerja?"


"iya mas, aku udah lama nggak ke butik"


"nggak istirahat aja , nanti kalo kamu pusing lagi gimana?"


"enggak mas udah beneran nggak papa kok aku"


"nanti kalo ada apa-apa telepon aku ya" Elang mengusap rambut istrinya.


"iya berangkat sana" Mila mencium tangan suaminya , kemudian keduanya melambaikan tangan seolah tak ingin berpisah. .