Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
ungkapan masa lampau


Antoni menyeruput kopi nya kemudian menarik nafasnya. . .


"saya pikir saya bisa menceritakan semuanya pada bapak karena sekarang bapak adalah bagian dari keluarga Mawardi"


Elang terlihat bingung atas apa yang dimaksud Antoni..


"maaf pak Elang demi apapun jujur saya sangat membenci wanita itu"


"kenapa?"


"saya sungguh muak dengan kelakuannya, dia istri yang tidak bertanggung jawab atas suaminya.. ibu yang tidak bertanggung jawab atas anaknya"


"bisakah langsung ke intinya" setahu Elang ia belum menikah, tapi ia tidak ingin bertele-tele.


"dia ibunya Exel"


uhuk. . uhuk. . hampir saja Elang menyemburkan kopinya


"maksud kamu apa an" bentak Elang yang semakin pusing


"iya pak dia mantan istrinya pak Erfan, mereka menikah secara tertutup atas permintaan wanita itu. . kemudian beberapa bulan kemudian ,ia sudah mengandung ternyata. lebih parahnya lagi dia menyalahkan pak erfan yang sudah menghamilinya. . sungguh lucu bukan"


Elang tertegun....


"saya terus mengintai dia selama jadi istri pak Erfan, ternyata dia wanita rendahan ehm maaf pak. saya berkata begitu karena sering memergoki nya bersama laki-laki ganti2 pula. . . .setelah melahirkan tanpa rasa bersalah ia malah kabur keluar negeri bersama laki-laki"


Elang memijat keningnya, tidak percaya kalau Margareta adalah wanita yang seperti itu


"jadi mereka sudah bercerai?" tanya Elang


"setelah melahirkan mereka langsung bercerai"


"kenapa saya tidak tau apa-apa an"


"ini sangat tertutup pak, bapak tau sendirikan dia seorang model, mana ada yang mau merekrut model yang sudah beranak satu"


"tapi apa kak Erfan tidak mencarinya, apa kak Erfan tidak mencintainya jika dia istri nya"


"pak Erfan sendiri yang meminta keluarga untuk membebaskan wanita itu, dan dia bertekad untuk membesarkan Exel sendiri daripada Exel harus dibenci oleh ibu kandungnya. . untuk perasaan pak erfan sendiri saya kurang tahu pak Erfan sangat tertutup dan memilih diam"


"apakah kelakuan reta sebejat itu"


"saya paham sebenarnya kenapa dia seperti itu, dia anak korban broken home keluarga nya, dan setelah kedua orang tuanya bercerai tak lama kemudian kakaknya yang ia cintai meninggal dunia. . mungkin itu yang membuat jadi seperti ini an"


"maaf pak saya tidak bisa memahaminya, pak Elang jangan membela dia didepan saya . . karena itu tidak berarti apa-apa"


"an. . ."


"sekali lagi maaf pak, saya hanya jujur dan saya ingatkan jika kemudian hari bapak bertemu dengan wanita itu , jangan pernah membelanya apa lagi menyapa, bila bapak sedang bersama Bu Mila"


"kenapa lagi an, huh aku hanya mencoba menjadi orang baik"


"mungkin bapak belum pernah melihat ibu marah, tapi saya sarankan jangan pernah membuat nya marah"


Elang berfikir sejenak memang betul selama dia menikah belum pernah melihat istrinya memarahinya.


"apa Mila juga sangat membencinya??"


"saya akan bercerita tapi ini sangat rahasia, daripada nanti kedepannya bapak kaget lebih baik saya menceritakan nya saja"


"an, to the points please"


"dua kali Bu Mila dikantor polisi bersama wanita itu,karena mereka berantem didepan umum. . Bu Mila sudah tidak memikirkan apapun jika sudah bertemu dengan wanita itu. Bu Mila berubah seperti orang gila, hehe maaf pak . . mereka cakar-cakaran jambak-jambakan seperti wanita yang berkelahi pada umumnya"


"ha?" Elang tersenyum


"bapak kenapa malah tertawa"


"siapa yang menang an?"


"tentu Bu mila" ucap Antoni bangga


"sudah kuduga"


"Bu Mila sangat membencinya, karena ia meninggalkan pak erfan dan Exel begitu saja,


pada saat mereka dikantor polisi, pertama saya yang menjemput Bu Mila. . .yang kedua pak Erfan sendiri turun tangan, lebih parahnya lagi pak Erfan malah memarahi Bu Mila karena terus terlibat dengan wanita itu. . . sesungguhnya Bu Mila paling tidak bisa tertekan, karena alasan tertentu"


"alasan apa an? "


"maaf pak untuk itu saya tidak bisa bercerita"