Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Perempuan mesum


Disinilah Mila sekarang, ia sudah memutuskan untuk kembali kuat meskipun harus memakai topeng tidak masalah yang penting ia kuat.


ia menunggu i Elang yang sedang tertidur pulas, Erfan dan Al memaksanya untuk tetap dirawat karena kondisinya masih lemah tapi semua itu seolah diabaikan olehnya. . .


ia harus membantu Elang agar cepat sembuh, agar bisa mengingat lagi.


Mata Elang sayup-sayup terbuka langsung bersitatap dengan Mila yang duduk di hadapannya.


"mau apa?" tanya Mila karena Elang terus diam dan menatap nya.


"minum saja" ucapnya dengan suara serak.


Mila membantu Elang untuk duduk lalu menyerahkan segelas air putih itu untuknya.


"terimakasih" ucap Elang.


Mila terus menatap Elang dengan penuh kerinduan.


terimakasih mas sudah bangun untuk ku. .


CUP. . . tiba-tiba Mila mencium bibir Elang begitu saja, dan benar saja Elang membulatkan matanya seketika.


"apa yang kamu lakukan!".


"mencium mu" ucap Mila enteng.


"dasar cewe mesum" ucapnya kesal.


Mila malah terkekeh mendengarnya, berdebat dengan Elang begini mengingatkan nya dengan masa-masa dimana ia baru menjadi istri nya.


"biarin, lihat saja kalo kita sudah pulang aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" ucap Mila menahan senyumnya.


Elang menyilangkan tangannya di depan dadanya "jangan macam-macam, aku masih tidak percaya bisa menikah dengan seorang wanita seperti mu".


Mila memperlihatkan cincin pernikahannya dengan Elang yang melingkar pada jarinya, lalu menunjuk tangan Elang yang memiliki cincin sama persis dengannya.


"pokoknya kalo kamu udah inget awas ya mas, aku akan marah padamu. . . siap-siap untuk berpuasa lama" ancamnya.


"apa sih maksud mu".


"mau gaya apa" ucap Mila yang senang menggoda Elang yang tersipu malu.


"dih , cewe mesum nggak tau malu lagi"


"aku mesumnya cuma sama kamu aja Lo" ucap Mila mengedipkan sebelah matanya, ia menyunggingkan senyumnya.


dddrrrrggggg. . . dddrrrrggggg. . .


Mila mengangkat ponselnya.


"halo kak"


"pulang dek , Gemilang rewel terus nih"


"iya-iya, abis ini aku pulang"


tut.


"kamu nggak papa disini sendiri?" tanya Mila menatap Elang.


"hem"


"ponsel kamu ada disitu" ucap Mila menunjuk nakas "kalo ada apa-apa telepon aku".


"e. . emangnya kamu mau kemana?" tanya Elang begitu malu karena sejujurnya ia sangat asing dengan siapapun tapi karena mila yang menemaninya semenjak kemarin, jadi lebih bergantung padanya, meskipun Mila terus menggodanya.


"Gem, kangen sama aku. . . aku mau temuin dia dulu" ucap Mila yang membereskan tas nya.


Mila benar-benar tersenyum mendengarnya, mendengar hal itu mengingatkan nya pada keposesifan Elang "la kamu nya aja nggak inget aku, mending aku kangen-kangenan dulu sama dia" ucap Mila.


"kamu selingkuh?" kata-kata itu lolos begitu saja dari bibir Elang, dan Mila malah terkekeh geli mendengar nya.


"iya makannya cepetan sembuh, biar selingkuhan aku nggak nyariin aku lagi"


"cewe gila ya, nggak habis pikir aku".


"cium dulu dong" ucap Mila menunjuk bibirnya.


"jangan mulai mesum lagi deh" ucap Elang membuang muka.


"yaudah aku pergi dulu, kalo nggak nanti , besok aku kesini lagi" ucapnya lalu mengecup kening Elang dengan singkat.


Mila tercengang saat lengannya ditahan oleh Elang, ia lalu menatap Elang dengan penuh tanda tanya.


"kenapa?" tanya Mila.


"ka kalo bisa nanti aja kembalinya, aku. . aku-"


"nggak mau ditinggal sendirian?" tanya Mila memotong perkataan Elang yang terlihat ragu.


"aku benar-benar asing dengan semuanya".


"nanti Royan akan menemani mu" ucap Mila menggenggam tangan Elang yang berada di lengannya.


"Royan siapa".


Mila menghela nafasnya "yang tinggi ituloh kemarin".


Elang menggeleng "aku asing dengan nya".


"kamu nggak asing denganku?"


"kamu terlalu banyak bicara semenjak kemarin, dan. . dan aku sudah tidak terlalu asing". ucap Elang malu-malu.


"aku harus pergi Gemilang juga membutuhkan ku"


"apakah selingkuhan mu lebih penting daripada suami mu sendiri" ucap Elang yang membuat Mila kembali tertawa.


"ada urusan selain mengurusi selingkuhan ku, aku harus bekerja. . . nanti kalo kangen kirim pesan saja padaku"


"pesan apa?" tanya Elang begitu polos.


"pesan , jika kamu merindukan aku. . .maka aku akan langsung kesini"


"kamu itu jadi cewe agresif sekali" ucap Elang melepaskan tangan Mila.


"terserah mu , jika kamu tidak mengirimkan pesan seperti itu padaku aku tidak akan kesini. . . biar saja kamu dikelilingi oleh orang asing". karena benar, semenjak kemarin Elang hanya berbicara banyak dengan Mila saja, Karena tidak tahan dengan Mila yang selalu menggodanya.


Mila mencium tangan Elang "aku pergi".


"iya" ucap Elang lemah dan terus memandangi punggung Mila sampai menghilang.


.


.


.


**Terserah mau suka apa enggak dengan jalan ceritanya, yang pasti ini konflik terakhir sehabis ini akan benar-benar tamat.


tq**.