
Mila terbangun, dan betapa kagetnya ia melihat Elang disana yang juga menatapnya. . .
"are you okay" tanyanya sambil terus memegang tangan Mila.
Mila mengangguk dan masih mengingat ingat apa yang terjadi sebelum nya , kenapa Elang disini??
"mas aku mau pulang" ucap Mila
"iya, temen kamu udah ada yang perawat yang jagain" Elang memutuskan untuk menuruti Mila , karena kata dokter juga secara fisik Mila baik.
"yang nyuruh kamu?"
"iya"
Mila hendak beranjak dan dibantu Elang. . .
Elang terus menggandengnya meskipun tidak berbicara apapun.
.
.
.
perjalanan pulang Mila terus berfikir apakah Elang tahu apa yang dialaminya tadi, Mila mengingat dokter Puri memanggil namanya sebelum ia pingsan. . .
"mas" ucap Mila ragu
"Hem"
"ta tadi. . ."
"udah kita ngomong kalo udah sampe rumah aja" ucap Elang yang terus menatap ke depan.
.
.
.
Mila menyisir rambut panjangnya yang basah sehabis mandi, sedangkan Elang daritadi tetap diruang kerjanya.
Mila terus berfikir keras apa Elang masih marah dengannya, sampai terdengar notif dari ponselnya.
Dr Puri Psklg : Mila , kamu sudah pulang ya saya lihat dikamar sudah tidak ada. . . kenapa kamu bisa kambuh lagi? , ada masalah?
Mila menghela nafasnya, memang semenjak dulu Dr Puri selalu perhatian kepadanya, sudah seperti ibu kedua baginya, tapi ia sedikit merasa bersalah karena beberapa tahun ini ia lose kontak dengannya..
Mila membalas pesannya. .
gapapa dok, sedikit masalah saja saya bisa menanganinya. . .nanti kalo masih kambuh lagi kita atur pertemuan.
Mila memutuskan untuk turun kebawah mengintip suaminya yang sedang berada di ruang kerjanya..
ia memutuskan untuk membuatkan susu untuk Elang, karena setelah diingat ingat Elang sudah lama tidak meminum susu.
tok. . tok. .
"masuk" ucap Elang
glek. . .
Elang menelan salivanya, melihat istrinya memakai lingerie yang tempo hari ia berikan..
sejujurnya Mila memang sengaja memakainya..
"ini mas , aku buatin susu" Mila menaruh nya di meja dekat Elang yang duduk disofa ,namun Mila tak mendapat jawaban dari Elang sehingga ia memutuskan untuk melangkah pergi. . .
"Mila. . " panggil Elang, jujur saja ini lah panggilan yang dinanti-nanti oleh Mila selama ini
"iya mas" Mila berbalik
"sini" Elang menepuk nepuk pahanya
Mila mengerutkan keningnya masih tidak paham.
"duduk sini" Elang meraih tangan Mila menuntunnya duduk diatasnya. . .
"ke kenapa" ucap Mila yang sangat malu diposisi sekarang ini
"kamu mau minta maaf kan" ucap Elang santai, dengan cepat Mila mengangguk yakin.
"aku maafin. . . tapi"
"tapi apa mas"
"ada dua syaratnya"
"hah?. . . apa?"
Elang melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya, Mila sedikit terkejut dengan tindakan Elang.
"pertama, ceritain tentang penyakit kamu"
Mila menghela nafasnya "pasti kamu udah denger dari dokter Puri ya?"
"iya, aku nggak mau ada yang kamu sembunyikan lagi dari aku"
"bukan nya mau nyembunyiin mas, tapi aku udah lama sembuh, tapi aku juga nggak tau bisa kayak gini lagi"
Elang semakin mengeratkan pelukannya "maafin aku ya gara-gara aku ya, seharusnya aku nggak pergi dari rumah"
Mila menangkup wajah Elang dengan kedua tangannya..
"nggak kok mas, kamu nggak salah ini semua salah aku. . . aku mau ceritain semuanya tapi kamu nggak boleh marah atau cemburu, ini semua cuma masalalu ku"
"iya , yang penting kamu cerita nggak ada yang kamu tutup-tutupin lagi"
Mila menepuk nepuk bahu lebar suaminya "tempat favorit aku" ucapnya manja
Elang tersenyum mendengarnya. . .
Mila menyandarkan kepalanya pada bahu Elang , dan Elang masih memeluknya dengan erat sesekali menciumi puncak kepala Mila.
"kamu mau cerita kan?, bukan mau tidur" ucap Elang gemas akan tingkah laku Mila.
"iya-iya bawel, aku kan kangen" tutur Mila malu-malu.. dan betapa senangnya hati Elang mendengarnya. . . hati keduanya dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran saat ini.
.
.
.
**Maaf ya hari ini repot , jadi up seadanya. . .
sehat terus semuanya 💋💋💋**