Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
bagai tersambar petir


setelah bergelut dengan kertas dan pensil untuk mendesain Mila mendengarkan ponselnya yang bergetar. . .


drrrrrttttgggg . . . drrrrrttttgggg. . .


"*hallo na , ada apa?"


-


"di butik ini"


-


"ada apa?"


-


"oh iya nanti pulang kerja gue kesana*"


Mila menutup teleponnya yang tak lain adalah panggilan dari sahabat nya ,ana. . . Mila sedikit khawatir pasalnya sahabat nya menyuruh Mila datang ke apartemennya dan ia berbicara dengan nada serius. . pasti ada masalah ,gumamnya.


.


.


.


Brakkk. . .


"kalian mau sekongkol mengkhianati saya!!!!" ucap laki-laki itu penuh emosi Tino dan Aris hanya tunduk disofa, karena ia tahu jika bosnya sudah marah begini sudah tidak bisa dibantah. . . meskipun ia temannya sekalipun.


"kalian mau menyembunyikan ini dari saya" ucapnya lagi melemparkan dokumen ke hadapan Aris dan Tino.


"bos kalian itu saya apa Mila!!!!"


emosi Elang menggebu merasa dibohongi oleh sahabat serta rekan kerjanya sendiri, mereka menutupi dengan rapi korupsi Heru ditempo hari. . apalagi Elang tahu jika ia dipindahkan di HCC Group atas perintah Mila..


"ada hubungan apa Mila sama laki-laki itu!!!!!!"


lidah kedua orang dihadapannya terasa kelu melihat Elang yang terus berteriak dari tadi..


"maaf pak ini salah saya, saya yang menutupi dari bapak" ucap Aris dengan terus menundukkan pandangannya. . . karena tatapan bosnya yang setajam Elang itu tidak ada yang berani meliriknya saat sedang marah.


"saya pikir selama ini kamu orang yang setia ris!!, selama ini kamu tidak pernah membohongi saya"


"maafkan saya pak, silahkan hukum saya jangan salahkan Bu Mila . . . karena saya yang pantas dihukum"


"ternyata kesetiaan kamu itu pada Mila ya, sebenarnya siapa yang gaji kamu!!!!"


"udah-udah kamu nggak salah ris, saya yang menyembunyikan laporan itu. . . jadi saya yang salah" Tino angkat bicara


"kalian berdua memang sudah sekongkol dengan Mila ya, apalagi yang kalian sembunyikan dari saya. . . hubungan gelap Mila dengan Leon?" Elang tersenyum licik


"Lang , bukannya gitu gue yakin Mila nggak ada hubungannya dengan leon" Tino mengalah lebih baik berbicara sebagai sahabat


"apalagi yang mau anda sembunyikan, kenapa anda begitu kekeh melindungi istri saya" ucapan Elang yang formal berhasil menjadi sindiran bagi Tino yang sudah tidak sopan.


"sela!!!!" panggil Elang


sela yang berada diluar ruangan berlari kecil mengahampiri Elang.


"iya pak"


"selama seminggu kedepan kamu urus jadwal meeting saya"


"dan kalian berdua, keluar!!!!"


Elang menghela nafasnya tidak habis dengan kedua orang yang baru keluar dari ruangan nya.


bahkan kini ia sangat ingin memaki istrinya..


Aris dan Tino keluar dari ruangan itu bagai orang yang habis disambar petir disiang hari...


.


.


.


disisi lain Mila memasuki apartemen ana yang katanya baru itu, selama ini ana tinggal di bar. . .


ana sudah memberitahu sandinya jadi Mila langsung masuk. . . dan betapa kagetnya dia melihat sahabatnya, menangis sesenggukan di bawah meja . .


Mila berlari kecil mengahampirinya, "na . . elo kenapa?"


Mila berusaha membawa Mila duduk disofa.


"mil. . . gue. . gue. . " ia tidak bisa meneruskan kata-katanya dan langsung memeluk Mila.


Mila mengelus punggung sahabatnya, "its okay na, im here. . . don't scary"


beberapa saat Mila membiarkan sahabatnya untuk menangis sepuasnya agar lebih tenang,


setelah tangisnya sedikit reda Mila mengambilkan air putih untuk agar ana meminumnya . . .


"kenapa?,mamah kamu?" tanya Mila , karena ia tahu sahabatnya itu sering bermasalah dengan ibunya.


ana menggelengkan kepalanya dengan sedikit isakan yang tersisa "gue takut mil" katanya lagi.


"tenang na gue ada disini nggak usah takut cerita aja" ucap Mila menenangkan


"gue. . hiks . .hiks. .gue hamil mil, gue harus gimana hiks hiks" ucap ana yang merasakan sesak di dadanya, bahkan saat ini Mila pun merasakan hal yang sama ia tertegun sesaat bahkan ia tidak tahu saat ini harus berkata apa pada sahabatnya..


Mila menghela nafasnya "berapa Minggu?" tanya nya mencoba tenang


"tiga Minggu"


"udah cek ke dokter"


ana mengangguk sambil terisak. . .


"dia udah tau?" tanya Mila mengepalkan tangannya


"nggak aku nggak akan kasih tau dia mil"


"laki-laki sialan itu, biar aku yang kasih pelajaran" Mila berdiri namun dicegah oleh ana , sehingga Mila duduk kembali


.


.


.


halo semua teman-teman jangan lupa dukungan vote nya ya like serta komentar biar author semangat up nya 💋💋💋