
Hari-hari telah berlalu , menit ke menit, detik ke detik. . .
Sudah tiga kali Elang bolak-balik ke luar negeri untuk berobat, ia ditemani Al dan Royan secara bergantian.
Hari ini adalah kali ke empat Mila menunggu kepulangan Elang dari luar negeri. Rasanya tetap sama rindunya. . .
Mengingat hal itu membuat Mila cepat-cepat ingin pulang saja , menemui dua kesayangannya. . .
Tapi apalah daya pekerjaan yang menggunung menuntut untuk segera diselesaikan. Apalagi saat ini adalah saat yang ia benci.
Makan siang berdua dengan Darwin untuk membicarakan kerjasama, ia harus memasang senyumnya yang paling manis.
"kok nggak dihabisin" ucap Darwin saat Mila meletakkan kedua sendok nya.
"udah kenyang" ucap Mila kemudian meraih tisu untuk mengusap bibirnya.
"mau aku suapin?" tanya Darwin yang membuat Mila jengkel, manusia satu ini terus-menerus memberikan perhatian lebih padanya.
"nggak usah" tolak Mila dengan senyum nya.
"cobain ini dulu dong , pasti kamu suka" ucap Darwin menyodorkan sepotong kue dengan es krim yang lembut di dalamnya.
"nggak usah win" ucap Mila , namun tetap saja Darwin tidak mau menyerah , tangan nya tetap mengambang di udara. lalu dengan berat hati Mila menerima suapan itu, masa bodoh lah yang penting sendok yang digunakan bukan bekas Darwin.
"enak?" tanya Darwin mengembangkan senyumnya.
Mila mengangguk sambil tersenyum kikuk, jika bukan untuk sebuah misi, mana mau dia harus makan siang dengan nya terus menerus. Apalagi Darwin selalu membicarakan tentang nostalgia masa SMA mereka.
Tarikan ditangan Mila membuat Mila tersentak,
"aw" ucapnya setelah merasakan tarikan ditangan nya yang begitu kasar, menariknya hingga ia berdiri dari duduknya.
Matanya membulat seketika saat melihat sosok Elang yang menarik tangannya.
"apa yang kalian lakukan!" ucap Elang dengan dingin.
"mas. ." ucap Mila mengusap lengan Elang.
"kamu selingkuh" ucap Elang menatap Mila dengan tajam, melihat wanita yang katanya berstatus sebagai istrinya disuapi laki-laki lain membuatnya naik pitam.
Mila menggelengkan kepalanya "just for work" ucap Mila menjelaskan.
"maaf pak Elang jangan memperlakukan wanita dengan kasar" ucap Darwin padahal Elang hanya menarik tangan Mila tadi, sekarang pun ia sudah melepaskannya.
"jangan pernah ikut campur urusan rumah tangga saya".
Mila menatap Royan yang berdiri dibelakang Elang , ia memberi kode pada Royan agar menenangkan Elang.
"udahlah Lang kita pulang saja" ucap Royan menepuk pundak Elang.
"aku kecewa dengan mu" ucap Elang menatap Mila dengan mata tajamnya.
dan benar saja Mila seolah tertikam oleh mata tajam yang menjadi favoritnya itu.
Elang pergi begitu saja , Royan langsung berlari mengikutinya. Sebenarnya Royan baru saja sampai disini siang ini dan ingin mengajak Elang makan siang , namun tidak tahu jika Mila juga berada disana bersama Darwin.
Mila meraih tasnya, "maaf ya win, aku harus samperin suami ku dulu" ucap Mila terburu-buru memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"iya mil nggak papa, kalo ada apa-apa bilang aja aku selalu ada kok" ucap Darwin yang membuat Mila tambah jengkel saja.
Dengan langkah yang terburu-buru Mila menyusul Elang yang saat ini sudah berada di parkiran.
ia ikut masuk begitu saja bersama mereka. terlihat Tino yang sedang mengemudi sedangkan Royan duduk disamping Tino.
dan Elang duduk di bangku belakang dengan wajah masam nya. "ngapain kesini?" ucap Elang menatap Mila yang baru saja memasuki mobil.
"mas" ucap Mila bergelayut manja di lengan Elang.
"ada apa sih" bisik Tino pada Royan karena Elang terlihat sangat kesal.
"urusan kerajaan nyet" sahut Royan memutar kepala Tino agar cepat mengemudi.
"jadi kemana nih tujuan kita" ucap Tino yang sudah melajukan mobilnya.
"ke rumah saja tin" sahut Mila menatap Elang yang terlihat masih kesal.
"jangan marah ya" ucap Mila mendongak kan kepalanya menatap Elang yang terus menatap kedepan.
Royan dan Tino hanya pura-pura tidak mendengar saja pada Mila yang terus merengek, mereka sangat geli sebenarnya. . . tapi melihat hubungan antara Elang dan Mila yang baru saja menghangat lalu kembali dingin seolah tidak tega.
Elang tidak menghiraukan ucapan Mila sama sekali, ia membiarkan Mila menyentuhnya namun tetap saja enggan menjawab pertanyaan Mila padanya.
Mentang-mentang aku tidak mengingat semua bukan berarti kamu bisa semena-mena padaku, atau jangan-jangan benar selama ini kamu bermain api dibelakang ku.
Elang hanya bisa menerka-nerka bagaimana sikap Mila yang sebenarnya, namun rasa kecewa itu pasti ada . . . apalagi ia melihat dengan mata kepala sendiri Mila disuapi dengan mesra oleh laki-laki lain.
Mobil Tino berhenti tepat didepan rumah Elang yang begitu megah, bahkan ia sudah ada satu orang yang berjaga untuk memarkirkan mobilnya.
Elang turun dari mobil begitu saja lalu masuk kedalam rumah nya, meninggalkan tiga orang yang masih saling berpandangan melihat tingkah laku Elang.
"aku nggak mungkin selingkuh, kalian tahu kan?" ucap Mila yang matanya sudah memanas.
"iya mil, its oke Elang mungkin cuma capek aja" ucap Tino menenangkan.
"lagian dia siapa sih mil, kok bisa-bisanya suapin elo" ucap Royan begitu gamblang yang membuat Tino segera menginjak kakinya.
"aw!, elo apa-apaan sih nyet" ucap Royan mendelik pada Tino.
"Lo kalo nggak tau nggak usah ikut-ikutan mbing" ucap Tino , mereka malah bertengkar disana. Mila memilih untuk masuk kedalam rumah saja daripada mendengarkan mereka.
.
.
.
"mas Elang mana mah?" tanya Mila pada mertuanya yang sedang bermain bersama Gemilang.
"keatas, katanya mau mandi dulu" jawab mamah.
Gemilang yang tahu akan keberadaan Mila tangannya bergerilya kearahnya, meminta digendong.
"siapa sih ?, kenal ya ?, iya siapa nya Gem?" ucap mamah terlihat sangat bahagia karena hari-harinya diisi dengan kegaduhan Gemilang yang sudah bisa duduk itu.
"ayo anak Mamii yang paling ganteng minta apa hayo" ucap Mila menggendong tubuh Gemilang.
Gemilang menepuk-nepuk dada Mila seolah tahu jika makanan favoritnya adalah itu, Mila mencium pipi bulat itu bertubi-tubi. "kangen ya" ucap Mila menggoda Gemilang anak itu tersenyum dan kemudian menangis karena haus.
"cup. . cup. . sayang iya ayo nenn dulu ya".
Untung aku saja Mila selalu membawa penutup kemana-mana, teringat dulu sempat diomeli oleh Elang membuatnya selalu mengingat membawa penutup kemana-mana.
Tino dan Royan menghampiri Mila dan mamah yang berada diruang tengah. . .
"Tante masak apa hari ini?" ucap Royan yang gagal makan siang tadi.
"ayo Tante siapin, ada seafood kesukaan kamu" ucap mamah yang membuat Royan kegirangan, dan segera mengikuti mamah ke dapur.
"Tino ayo, ada ceker balado kesukaan kamu juga" ucap mamah karena Tino tidak bergeming. sebenarnya Tino sedang tidak lapar namun mengingat ada makanan kesukaannya membuatnya berlari mendahului Royan, dan akhirnya mereka saling kejar-kejaran seperti anak kecil.
"om-om kamu itu kelakuan nya Gem" ucap Mila tersenyum pada Gemilang yang sedang menyus*.
Suara langkah kaki membuat Mila menoleh, Elang menuruni tangga dengan kaos oblong dan celana selutut nya , rambutnya yang basah sehabis keramas, semakin membuat pesonanya bertambah.
Tampan , sangat tampan. . .
.
.
.
Haloo gaes, semangat naikin ranking nya ya. . .
kalo jumlah like komen dan votenya bertambah banyak, malam ini bakal up lagiπ
lopeyuall πππ