
"kamu mandi dulu gih mas" ucap Mila
"males yang"
"bau tau"
"masak sih" tutur Elang sambil mengendus aroma kaosnya "bau keringet aja sih hahaha, yaudah aku mau mandi dulu terserah kalian berdua mau ngapain" Elang beranjak. . .
"ehmm, mas Aris . . .mas Elang belum tau kan soal pak Heru"
"belum, tapi saya takut nanti kalo pak Elang tahu saya harus jawab apa Bu"
"mas Aris jujur aja sama mas Elang, palingan saya yang dimarahin. . . kalo mas Elang tahu pak Heru bekerja di HCC Group atas permintaan saya"
"tenang aja mil, kita bakal coba bantu jelasin nanti" kata Tino
"makasih tapi setelah aku pikir-pikir memang lebih baik jujur aja, palingan aku didiemin selama sebulan haha"
"mana betah dia" sahut Tino
"haha siapa yang tau orang dia itu kalo marah pasti aku di diemin"
"mil, Elang punya PS kan"
"punya, mau main?"
"yaudah ris kita main PS aja , males kalo Elang nggak ikut nge-gym"
"iya Tino" jawab Aris
"mainnya disana aja ya, semuanya udah ada disana" ucap Mila menunjuk pada sofa ruang tengahnya
"siap Bu bos" sahut Tino
"oh iya tin , aku mau undang ana juga ya sekalian nanti kita makan siang bareng . . aku masakin"
Tino menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu "tapi kalo kamu bilang, aku ada disini pasti dia nggak mau"
"kenapa?, kalian marahan?"
"nggak tau deh mil kayaknya dia ngehindar terus udah beberapa hari ini"
"oke-oke sebentar coba aku telfon dulu" Mila berlalu mengambil ponselnya dikamarnya...
ia mencoba menghubungi sahabat nya , dan menyuruh ana untuk datang kerumahnya. . .namun ia tidak memberitahu bahwa Tino disana...
"telpon siapa?" tanya Elang yang baru keluar dari kamar mandi
"ini temen aku, aku mau suruh dia kesini biar rame"
"siapa ? , cewe kan?"
"iya-iya cewe gak usah khawatir"
Elang merebahkan tubuhnya di kasur empuknya..
"tidur yuk mil , aku masih ngantuk banget"
"jangan ngaco deh mas, temen-temen kamu gimana?"
Mila menarik tangan Elang agar ia terbangun. . .namun malah dirinya yang ikut ambruk disamping Elang..
"mas...."
"cium dulu baru kebawah"
"kamu itu nggak bosen apa, minta cium Mulu"
"nggak akan pernah bosen, kalo sama kamu"
"beneran"
"iya beneran , malah nagih terus"
"emang utang apa ditagih"
cup. . . "ayoo"
mereka memilih turun untuk menemui teman-temannya "aku masak dulu ya mas sama bi Ijah, nanti biar kita bisa makan siang bareng"
"iya udah deh " ucap Elang sambil mengelus rambut istrinya sebelum meninggalkan nya..
di dapur. . .
"masak apa bi, bibi masak banyak kan?"
"iya Bu banyak kok . . bibi udah paham, tinggal sayurnya aja ibuk istirahat saja" ucap bi Ijah
"kalo gitu saya buat puding saja bi"
Mila segera mengambil bahan untuk membuat pudding. . .
setelah selesai Mila baru memasukkannya ke dalam kulkas. . .
ia mendengar ada suara bell rumah nya. . Mila segera berjalan menuju pintu, dilihatnya sahabat nya ana sedang berdiri disana
"cepet juga, ayo masuk"
"ada apa sih bukanya suami lo ada dirumah. . . kok lo nyuruh gue kesini sih"
mereka memasuki rumah tiba-tiba pandangan ana bertemu dengan sosok laki-laki yang sedang duduk disofa yang juga sedang memperhatikannya..
"mil, kok Lo nggak bilang sih kalo ada dia juga" ucap ana kesal
"udah lah na gue kesepian nggak ada temen, lagian gue mau ngenalin Lo sama suami gue . . .masak gue udah lama nikah, elo sahabat gue satu-satunya nggak gue kenalin sih" Mila menarik tangan ana menuju ruang tengah . . .dan dengan terpaksa ana mengikuti sahabatnya.
"mas. . kenalin ini sahabat aku , ana" ucap Mila yang langsung duduk disebelah suaminya.
"iya sebentar nanggung" ucap Elang yang sedang memegang stik PS . . . . "yey menang lagi . . .emang nggak ada yang bisa ngalahin Elang Suryo haha"
elang menatap kearah ana , ia sedikit terkejut melihatnya "loh dia kan . . .tin" ucap Elang yang mengalihkan pandangannya pada Tino"
ana mengulurkan tangannya "ana" ucapnya dan Elang membalasnya "Elang"
"kita emang udah sering ketemu tapi nggak tau nama masing-masing" kata ana.