
dokter Meli terus menjelaskan panjang kali lebar tentang kehamilan di trimester pertama, Elang berusaha mencerna dan mengingat semua perkataan dokter Meli yang menggunung itu.
untungnya dokter Meli juga memberikan beberapa buku untuk mempelajari seputar kehamilan. . . sebenarnya buku itu memang dikhususkan untuk pasien VVIP.
"saya buatkan buku untuk pemeriksaan rutin dulu pak dan besok sebelum pulang saya akan memeriksa kandungan Bu Mila." ucap dokter Meli setelah menjelaskan panjang lebar.
"iya dok" ucap Elang yang terus tersenyum ia tidak bisa menahan rasa bahagianya.
...
nama ibu : Emila Mawardi Utama
nama ayah : Elang Suryo Kusuma
usia kandungan : 5 Minggu
...
"namanya dan ejaan huruf nya sudah betul ya pak" tanya dokter meli menyerahkan buku itu.
"iya sudah dok" ucap Elang setelah membacanya
"buku ini tolong bapak simpan dan dibawa waktu pemeriksaan ya, nanti akan saya isi lagi di pemeriksaan selanjutnya dan besok saya akan memeriksa Bu Mila kembali sebelum pulang".
"siap dok"
.
.
.
"Lang papah angkat telpon dulu ya, kamu ke Mila dulu saja" ucap pak Mawardi segera berlalu. .
"iya pah".
Elang begitu bersemangat melangkahkan kakinya menuju ruangan istrinya, sangat tidak sabar untuk memberitahukan kabar bahagia ini. . .
ceklek. . .
dilihatnya Mila sedang duduk bersandar pada ranjang itu, dia disana sendiri dengan wajah yang sedikit pucat dan gelisah.
ketika Mila melihat ekspresi suaminya ia jadi bingung sendiri, bisa-bisanya Elang malah terus tersenyum . . . padahal Mila sendiri gemetaran menunggu hasil pemeriksaan nya.
Elang duduk diranjang berhadapan dengan Mila, menatap manik mata yang indah, serta bulu mata yang lentik itu. tatapan yang selalu membuat hatinya berdebar.
ia menangkup pipi Mila . . . CUP. . . satu kecupan lembut mendarat pada bibir mungil Mila.
"mas. . ."
Elang merengkuh dengan sayang tubuh istrinya dan sesekali mencium rambut nya.
"mas a aku sakit apa?" tanya Mila yang sedang takut akan tingkah aneh Elang.
apakah sakitnya parah?. . .
"makasih ya mil, makasih banget" ucap Elang lirih, tanpa melepaskan pelukannya.
"buat?"
"aku janji akan selalu jaga kalian berdua" ucapnya lagi-lagi, ia terus tersenyum namun rasa yang tak karuan ini membuat air matanya keluar begitu saja.
Elang melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya, bahkan ia kini tak sungkan terang-terangan mengeluarkan air mata di depan istrinya.
karena Mila adalah segalanya baginya. . .
"kalian berdua siapa?, kamu kok nangis sih mas" Mila mengusap mata Elang yang sedikit berair.
"selamat Emila , kamu akan menjadi seorang ibu dari anak ku" ucap Elang terus tersenyum melihat ekspresi Mila yang juga terkejut seperti dirinya tadi.
Mila membungkam mulutnya sendiri "ja jadi bener aku hamil mas".
"iya kamu hamil sayang" ucap Elang kembali merengkuh tubuh Mila.
Mila pun memeluk tubuh Elang dengan kuat ia mencengkram kemeja suaminya. "udah berapa Minggu?" tanya Mila dengan bibir yang gemetar ia juga menangis terharu dibuatnya.
"lima Minggu sayang" kini ganti Elang yang mengusap pipi Mila yang basah.
"harusnya aku cepat periksa dari awal mas, biar cepet tau. . . sebenarnya aku udah feeling sebelumnya tapi aku takut kecewa dengan hasilnya". ucap Mila
"maaf ya aku juga nggak peka sama tanda-tanda kehamilan, jadi itu alasannya kamu nggak mau dibawah". goda Elang.
Mila mengangguk dengan wajah yang memerah karena malu...
"sekali lagi maaf ya sayang aku nggak peka , udah buat kamu kecapekan" Elang mencium seluruh wajah Mila tanpa ada yang terlewati.
Mila tersenyum akan tingkah Elang "udah mas geli"
Elang menatap Mila dengan serius. .
Elang mengusap bibir Mila yang basah akibat ulahnya dengan jemarinya. . .
Mila ikut memegang tangan Elang yang berada didalam bajunya. . . "apakah sudah terasa?" tanyanya pada Elang.
"sedikit keras perutmu yang"
"aku kirain karena aku gemuk Lo mas perut aku sedikit membesar" ucap Mila menatap Elang namun bibirnya terus tersenyum.
ia akan menjadi seorang ibu. . .
ibu dari anak suaminya yang sangat ia cintai. . .
"aku juga gitu"
"jadi kamu juga ngerasa aku jadi gendut ya".
"bukan gitu sayang , kan aku yang nyuruh kamu biar nggak diet-dietan lagi. . . aku yang masalah, apalagi sekarang kamu memang harus banyak makan ya. . . " tutur Elang dengan lembut.
Mila mengangguk. . .
"makanannya yang tadi udah kamu makan?" tanya Elang
"udah kok disuapin mamah tadi"
"mamah kemana?"
"kamar mandi".
ceklek. . . terlihat beberapa orang memasuki ruangan itu mamah, papah, Erfan serta Sabrina.
"gimana hasilnya Lang?" tanya mamah Mila, Elang sedikit menjauh dari istrinya lalu duduk di kursi sebelah ranjang Mila.
sedangkan Erfan mendekati adiknya "sakit apa sih dek mana yang sakit"
Elang terus tersenyum "nggak ada yang perlu dikhawatirkan kok, mah mamah akan segera memiliki cucu".
mamah Mila melebarkan matanya "jadi bener kamu hamil, tuh kan mamah bilang juga apa. . disuruh beli testpack aja susahnya minta ampun".
"hehe maaf mah". Mila nyengir kuda
Erfan memeluk adiknya dengan satu tangan "adik kakak akan menjadi seorang ibu".
Mila mengangguk "kakak udah siapkan dipanggil paman".
"uncle mil biar kerenan dikit"
Mila mencebikkan bibirnya, kakaknya yang selalu sok kebarat-baratan. . .
"selamat ya mil" ucap Sabrina.
"iya kak brina makasih"
"tolong semuanya duduk disini" ucap pak mawardi menunjukkan sofa yang berada disana. "ada yang mau papah bicarakan, kecuali mila kamu tetap di situ". entah mengapa ucap pak Mawardi yang serius membuat orang disana segera duduk disofa.
pak Mawardi duduk dengan istrinya, lalu Erfan dan Sabrina duduk didepannya. . sedangkan Elang disamping mereka dengan kursi singlenya. . .
"fan gimana kabur-kaburan nya udah selesai kan" canda pak Mawardi untuk sedikit mencairkan suasana.
"belum pah, Erfan berniat mau pergi lagi setelah sembuh" ucap Erfan cuek.
"fan!" sentak mamahnya.
"minggat aja kalo mau minggat fan, tapi jangan bawa calon mantu papah" ucap pak Mawardi yang membuat semuanya tercengang.
"ma maksud papah" ucap Erfan, ia sudah tahu jika papahnya merestui hubungan nya namun tidak biasanya ia terbuka seperti ini saat ada mamahnya.
mamahnya terus menatap Sabrina yang menundukkan pandangannya "bilang kepada orang tuamu. . . Minggu depan Erfan akan datang untuk melamar mu" ucap mamah.
semua orang menatap tidak percaya kearah mamahnya. . .
"ja jadi mamah restuin Erfan dengan Sabrina" ucap Erfan yang masih tegang.
"mamah akan berusaha"
Erfan berdiri lalu menghampiri mamahnya ia memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu. "makasih mah makasih".
Sabrina terdiam tidak bisa berkata apa-apa, semuanya terlalu mendadak ia pikir, butuh waktu yang lama untuk mendapatkan restu.. "terimakasih om Tante, saya sekeluarga akan menunggu kedatangan keluarga ini. . . kapan saja pintu rumah saya selalu terbuka".
Mila yang terharu ikut menjatuhkan air matanya, ia tidak menyangka mamahnya bisa luluh juga...
.
.
.
haloo gaess tinggalkan jejak ya, jangan lupa jempol sama votenya 💋💋💋