Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
keluarga licik


Mila mengerjapkan matanya perlahan , mendengar getaran ponselnya berkali kali. . .


ia meraih ponsel dimeja dekat ranjangnya.


"halo" ucap Mila dengan suara seraknya, ia reflek menjauhkan ponselnya karena mendengar orang yang bertiak disana.


"apa sih mah?"


-


"Mila nggak tau , Mila baru bangun"


-


"mas Elang lagi mandi kayaknya"


-


"iya Mila tunggu"


tut. .


Mila menghela nafasnya , ia tidak terkejut lagi mendengar berita dari mamahnya kalo Erfan kabur dari rumah. . . tapi ia juga tidak menyangka kalo kakaknya akan bertindak secepat ini.


"udah bangun" ucap Elang yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan menggosok rambutnya menggunakan handuk kecilnya.


seketika Mila terpana dibuatnya, meskipun pemandangan ini sering ia lihat tapi tetap saja menggugah selera para kaum hawa...


Elang tersenyum melihat ekspresi istrinya yang tengah mengagumi nya , meskipun tidak dikatakan namun terlihat jelas dari sorot matanya.


"apa?! , lagi pengen ya?" tanyanya menggoda


Mila memalingkan wajahnya yang memerah,


"apaan sih" kilahnya.


"kamu udah nggak ngurusin wedding nya Tino lagi kan ?" tanya Elang


"udah enggak mas , besok kan udah hari H"


"syukur deh kalo gitu, kamu udah nggak jadi istri durhaka lagi" ucap Elang sinis


"mas. . . kamu kok gitu sih"


"ya abisnya kamu itu nggak ada waktu buat ngurusin aku, sibuk sibuk terus" ucap Elang kesal


"ini kan pernikahan temen kita mas, bukan orang lain. . . kenapa kamu nggak ada pengertian-pengertiannya sih jadi suami" Mila menatap jengkel elang dan beranjak pergi ke kamar mandi meninggalkan suaminya begitu saja.


"salah terus salah terus" gumam Elang kesal.


.


.


.


Mila menuruni tangga, dan melihat diruang tamu nya sudah ada mamahnya dan suaminya sedang bercengkrama disana. .


"cepet banget mah nyampe nya?" Mila memilih duduk di dekat mamahnya.


"mil, kamu pasti tau kakak kamu dimana kan?"


tanyanya penuh sidik


"enggak tau mah,orang Mila baru bangun tidur juga tanya Elang aja kalo nggak percaya . . ehm. . mas elang maksud nya" Mila masih merasa jengkel dengan suaminya


Mila tersenyum malas mendengar nya "dih , ini sebenarnya yang anak kandung siapa sih"


"kamu pasti sekongkol sama erfan kan?"


"orang dibilangin nggak tau apa-apa , ngapain juga Mila ngurusin hubungan kak Erfan . . . Mila kan setuju sama hubungan Kak brina dan kak Erfan"


"terus terang aja deh mil, rencana apa yang kamu usulin sama kakak kamu"


"astaga. . . mah, maksud mamah apa sih. Mila emang ngerestuin hubungan kakak ya, tapi bukan berarti Mila nyuruh kakak yang enggak-enggak".


dan disaat yang bersamaan terdengar bell rumah berbunyi. . dan seorang memasuki rumah mereka karena pintunya memang sedikit terbuka.


"papah" ucap Mila lirih


"papah ngapain disini?" tanya mamah Mila


"loh mamah juga ada disini" pak Mawardi ikut duduk disofa.


"papah nggak ke kantor?" tanya Elang


"ehm . . itu papah ada urusan sama istri kamu Lang?"


"tuh kan papah pasti sekongkol sama anak-anak kan, pah dimana Erfan?" tanya mamah Mila


"papah nggak tau mah, papah ada urusan kerjaan sama Mila"


"kerjaan?" ucap Mila


"iya mil, kamu udah denger dari mamah kan kalo kakak kamu pergi dari rumah. . . papah ada urusan mendesak diluar negeri kamu ke kantor ya"


"kok Mila sih pah, Mila udah kan udah nggak ada urusan lagi di perusahaan"ucap Mila cuek dan memainkan ponselnya.


dan pada saat itu pak Mawardi mengambil ponselnya, dan mengirim pesan ke Mila..


Papah : papah tau kalo kamu sama kakak kamu sekongkol kan, kalo kamu nggak mau papah buka mulut sama mamah kamu harus ke kantor.


Mila menghela nafasnya ternyata sifat licik dirinya itu bukan hanya dari mamahnya melainkan papahnya juga..


dan Mila membalas pesan papahnya.


Me : ijinin sama elang dulu, Mila males ngomong


"ehmmmm" pak Mawardi berdehem sejenak


"Lang, kamu gapapa kan kalo Mila bantuin papah dikantor?"


Elang bingung harus menjawab apa disatu sisi ia tak ingin istrinya sibuk dan disisi lain ia tidak mungkin membantah mertua nya.


"iya pah , terserah Mila saja" ucap Elang pasrah


pak Mawardi melemparkan pandangan nya ke Mila..


"iya-iya pah"


.


.


.


setelah menanggapi pertanyaan mamahnya yang penuh sidik dan untungnya papahnya meyakinkan mamahnya, dan kedua orang tuanya pulang .


kini Mila sudah berpakaian rapi dengan baju kantor nya. . . ia duduk di depan meja rias dan memoleskan make up yang tidak berlebihan..