Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Perang dunia


Elang melambaikan tangannya pada Royan.


emang, bangkee tuh orang pakek manggil segala padahal gue mau pura-pura nggak lihat, batin Royan.


"Ayuk kesana dipanggil Elang tuh" ucap Terry bersemangat.


"jangan kegatelan" ucap Royan lalu berlalu menghampiri Elang dan Mila.


"ehmmm ha Hay mil" ucap Royan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


Mila melirik sinis pada royan, seakan ingin menerkamnya hidup-hidup.


"yang manggil elo gue kambing, bukan istri gue!" sahut Elang tidak suka.


"sabar Lang, gue kan cuma lagi menerapkan ladies first" sangkal Tino.


"Hay" ucap Terry tiba-tiba dan mengulurkan tangannya pada Elang,


Mila menyambut uluran tangan untuk suaminya itu dengan tersenyum kecil "Hay juga , maaf suami saya tidak suka kontak fisik dengan wanita kecuali saya" ucap Mila penuh penekanan.


Elang seperti ternganga mendengar kalimat istrinya, perasaannya seperti berbunga-bunga saat ini.


apakah Mila sedang cemburu?. . .


sedangkan Terry yang sangat kesal pada Mila malah sengaja ikut duduk didepan mereka, padahal Royan masih berdiri.


"eh, eh ngapain Lo?" ucap Royan


"gabung sini aja lah, pemandangan nya bagus" ucap Terry sambil melihat kedepannya, tentu Elang yang berada disana. Royan dengan terpaksa ikut duduk bersama mereka.


Elang melihat wajah kesal Mila ia meremas roknya dengan kuat, Elang lalu menggenggam tangan Mila memberikan rasa tenang.


"mau balas dia?" bisik Elang didekat kuping Mila yang membuat buku kuduk nya berdiri seketika.


dan otomatis Mila menoleh kearah suaminya.


CUP. . . Elang sengaja menunggu Mila menoleh agar bisa merasakan bibir manisnya..


"mas.." ucap Mila memukul dada Elang pelan.


Terry melotot tak percaya jika Elang mencium istrinya didepannya, seorang Elang Suryo berani melakukan ini ditempat umum.


"CK nyesel tadi gue kesini" ucap Royan.


"aku kira kamu kesini untuk meminta tanda tangan kontrak" ucap Mila tersenyum licik.


"eh eh mil, nanti kan jadwalnya masih Minggu depan" ucap Royan terbata.


"oh, masih memungkinkan ya" ucap Mila ambigu


"jangan gitu lah mil, iya-iya gue beresin semuanya"


"beresin apa?" tanya Elang.


"itu mas laporannya Royan nggak kelar-kelar" sangkal Mila melirik ke arah Royan.


"ngapain sih kamu nurutin dia buat kerjasama" ucap Elang.


"kerjasama apa?, emang Mila kerjanya apa?" tanya Terry beruntun.


"model" ucap Mila asal


"model?, agensi mana kok gue nggak pernah lihat elo ya?" tanya Terry


"dan Lo percaya gitu" ucap Royan menatap Terry


"kalo dari penampilannya sih percaya, barangnya juga branded semua kecuali yang beliin dan modalin semua itu Elang" ucap Terry


"pasti Lo pikir gue goda Elang, biar hidup gue berlumuran dengan uang" ucap Mila menyunggingkan senyumnya.


"emang kayak gitu kan , udah bisa ditebak" ucap Terry menantang.


"jangan ngomong sembarangan kamu!" ucap Elang tiba-tiba.


"Terry kalo elo nggak tau siapa dia, mendingan diem deh . . . Lo tau perusahaan Mawardi Utama" ucap Royan.


"tau lah"


"dia putri dari pak mawardi dan sekaligus CEO di Mawardi Utama" ucap royan menjelaskan.


Terry membelalakkan matanya "apa?, jangan bercanda deh yan, bukannya CEO Mawardi Utama tuh yang ganteng itu, yang mantannya model kondang itu Margaretha".


"dia adiknya Erfan Mawardi Utama, ****" ucap Royan.


"apa? serius?" ucap Terry melirik kearah Mila.


"serius, saya bukan model yang bisanya menggerogoti dompet para pengusaha kaya. . . saya cukup kaya nona Terry" ucap Mila tersenyum penuh kemenangan. tapi hatinya begitu jengkel saat nama Margaretha disebut.


Elang mengusap punggung Mila agar tidak terbawa suasana "kayaknya kita harus pergi dulu" ucap Elang pada royan.


"iya Lang, mendingan pergi sebelum ada perang dunia" sahut Royan.


Elang meraih tangan Mila lalu mereka meninggalkan Royan dan Terry begitu saja.


senyum di bibir Elang terus mengembang.


"kamu kenapa sih mas senyum-senyum Mulu" ucap Mila yang sedang mengenakan sabuk pengaman nya.


"istriku kalo cemburu manis juga ya" goda Elang yang terus menerus tersenyum.


Mila membuang muka melihat ke jendela mobil "siapa juga yang cemburu huh"


"nggak ada nggak ada yang cemburu paling tadi cuma nyamuk aja" ucap Elang menahan senyumnya


"huh, kamu ngatain aku nyamuk mas" ucap Mila kesal


"loh loh tadi katanya nggak cemburu".


salah terussssss. . .


"tau ah aku kesel sama kamu, ngomong aja sama nyamuk!".


astagaaaaa. . .