
Mila kini turun dari jetnya dengan Antoni dibelakangnya dan satu sekretaris laki-laki dari perusahaannya.
"long time no see nona cantik" kata laki-laki setengah bule itu.
"Leon?" Mila sedikit kaget namun dia tetap mencoba tersenyum tipis
"aku kangen senyum licikmu itu" kata Leon
"sikapmu tidak kalah licik dengan senyumku" sahut Mila
Mila sedikit mengetahui ,anjloknya saham Mawardi Utama saat itu , HCC group yang menjadi dalangnya, tapi siapa lagi kalo bukan Leon yang dendam padanya.
"sepertinya kita berjodoh, mau bermain denganku malam ini" tangan Leon menghampiri pipi Mila, namun secepat kilat Antoni menepisnya.
"haha, jadi jongosmu ini masih setia kepadamu. . atau jangan-jangan kalian sudah menikah?"
"jaga mulut anda tuan Leon yang terhormat" Mila melangkahkan kakinya meninggalkan Leon
"cih , lihat betapa seksinya dia saat sedang marah, membuatku semakin tergoda" ucap Leon lirih dan terus menatap Mila yang meninggalkannya..
sementara itu dari kejauhan Elang sudah mengepalkan tangannya, tapi ditahan oleh Aris karena Elang ingin menghampiri istrinya itu. . .
"mas Elang kenapa?, cemburu? " tanya Sasa memperhatikan sikap elang dari tadi
elang pun tidak tahu harus berkata apa , tapi Aris berinisiatif menjawabnya "maaf Sasa kita sedang berdinas jadi bisakah kamu memanggil dengan sebutan bapak".
semua pengusaha dari Indonesia kini memasuki hotel yang sudah dirervasi sebelumnya, darisana setiap perusahaan masing-masing mendapatkan dua kamar, tapi untungnya Aris sudah berinisiatif memesan 3 kamar. ia sangat tidak ingin bila Sasa dan Elang sekamar.
mereka memasuki kamarnya masing-masing. setelah Aris melihat Sasa memasuki kamarnya , Aris langsung masuk menghampiri Elang...
"pak"
"Hem"
"mau sekamar dengan Bu Mila saja"
"tidak usah ris, semua orang yang disini kan tidak tahu kalau kita suami istri. . nanti malah menimbulkan banyak pertanyaan"
"baiklah pak, bapak istirahat dulu saja nanti kita acara kita hanya makan malam bersama rekan yang dari Indonesia saja"
"iya" mood elang benar-benar kacau saat ini.
.
.
.
setelah makan mereka semua berbincang dengan yang lain...
Mila berbincang dengan salah satu pengusaha disana , tanpa ia sadari Elang mengamatinya dari tadi..
"apa-apaan dia ris, lihat dia menebar senyumnya kemana-mana"
Aris yang melihat bosnya begitu hanya tersenyum
kemudian Sasa datang dengan dua minuman ditangannya.
"pak Aris ambil sendiri saja ya, ini untuk pak Elang" katanya
Elang yang dari tadi kesal melihat kearah Mila lalu menghabiskan minuman yang diberikan oleh Sasa.
Sasa tersenyum, ia hendak pergi dan berbisik pada Elang "mas, nanti kekamarku ya"
Elang masih tidak paham apa yang dimaksud oleh saja "iya" hanya begitu jawabannya.
Aris yang habis mengambil minuman untuk dirinya sendiri menghampiri Elang ,
"kenapa pak" tanya Aris yang melihat wajahnya Elang begitu memerah.
"kenapa disini panas sekali ris" Elang mencopot jasnya dan mengipasi dirinya dengan tangannya
namun tiba-tiba Antoni menghampiri mereka "bapak Elang sebaiknya ke kamar Bu Mila sekarang"
"ada apa dengannya?" ucap Elang
"bukan Bu Mila tapi bapak?" jawab Antoni
"apa maksudmu?"
"seseorang ingin menjebak bapak sepertinya"
"apa?!" Elang merasa sekujur tubuhnya semakin memanas
"sudahlah sebaiknya bapak ikuti saya dulu, nanti saya jelaskan"