CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Bonus makan siang


Hai.. ketemu lagi.. 😅


.


.


.


Hampir setahun bekerja di Indotama Group namun ini adalah kali pertama Meta memasuki ruangan Ceo.


Saat jam makan siang tiba Arini terlebih dahulu menyuruh salah seorang OB untuk memesan makan siang dari café yang terletak didepan gedung kantor pusat, dan mereka menunggu ruangan senyap terlebih dahulu sebelum akhirnya Arini mengajak Meta kedalam ruangan Tian.


Menginjakkan kaki pertama kali disana kesan pertama yang dirasakan Meta adalah kesejukan yang entah kenapa terasa berbeda meskipun seluruh gedung ini semuanya disejukkan oleh air conditioner.. tapi hawanya seperti terasa lebih nyaman.. belum juga aroma ruangan yang maskulin bercampur kesegaran yang elegan.


“Rin, apa kita benar-benar harus makan disini..?” tanya Meta dengan kepala yang masih setia celingak-celinguk kesana kemari. “Kenapa kita tidak pergi ke café depan saja dan makan siang langsung disana..?”


“Aku juga maunya seperti itu, Met.. tapi..” mengambang.


“Tidak boleh ya ?” bisik Meta hati-hati.


Arini menganguk pelan sambil tersenyum sedikit salah tingkah.


Meta menelan ludahnya lagi.


'Ternyata pak Tian se-posesif itu rupanya..'


Bathin Meta.


Meskipun pemilik ruangan pada saat ini sedang tidak berada dikantor bahkan sejak tadi pagi karena memiliki urusan diluar seharian ini, tapi tetap saja Meta merasakan aura dingin Pak Tian seolah tertinggal didalam ruangan yang luas tersebut.


Meta masih saja sibuk mengabsen seluruh isi ruangan itu satu persatu. Meja besar pak Tian nampak berada diujung sisi yang lain, lengkap  dengan kursi kebesaran yang terlihat kokoh dan mahal.


“Itu pintu apa, Rin ?” tunjuk Meta kearah sebuah pintu yang ada disudut.


“Itu pintu yang menuju kamar pribadi Tian. Toiletnya ada didalam sana juga..”


“Kamar pribadi ?”


“Hhmm..”


“Ada tempat tidurnya juga yah ?”


 “Iyalah..”


Meta menelan ludahnya seraya melirik Arini sekilas. “Kamu pasti sering tidur disana dengan pak Tian. Iya kan ?” bisiknya nekad.


Mendengar kalimat itu Arini sontak melotot. Pipinya mendadak bersemu saat menyadari entah sudah seberapa seringnya ia dan Tian tidur disana dan berbagi kehangatan ? Terlalu sering. Bahkan nyaris setiap hari dengan frekuensi sekurang-kurangnya satu kali. Itupun kalau waktunya benar-benar mepet..


“Wahh.. Arini kenapa wajahmu sampai memerah seperti itu.. apa aku benar yah ? kalian mesum sekali.. melakukannya sementara kami fokus bekerja diluar sana..” protes meta dengan wajah terhenyak.


“Bicara apa sih, Met ?” tepis Arini serentak mendengar kalimat Meta yang sudah under control. Sungguh saat ini ia merasa sangat malu.


Tapi bukannya berhenti Meta malah seperti ketagihan untuk mencari tau. Jiwa kepo Meta seolah meronta-ronta. “Arini, katakan padaku apa pak Tian orang yang romantis..?”


“Meta, aku mengajakmu bicara karena aku ingin meminta maaf dengan begitu banyaknya kebohonganku padamu. Bukan untuk menceritakan hubunganku dengan Tian.. masa iya kamu bahkan menanyakan hal seperti itu..”


“Haiih. Ya sudah kalau tidak mau cerita sebesar apa keromantisan suamimu. Dasar pelit..”


Melihat tampang Meta yang seperti itu tawa Arini mendadak pecah begitu saja. “Kamu ini sudah lebih berbahaya dari wartawan. Segala hal seperti itu ditanyakan..”


Meta merenggut sejenak karena Arini menertawakannya, namun detik berikutnya ia juga sudah ikut tertawa saat menyadari betapa tidak tau malunya pertanyaannya kepada Arini.


Lagian, jangankan dirinya, siapapun orangnya mana mungkin tidak akan merasa penasaran dengan hubungan fenomenal pak Tian ?


Meta saja bahkan benar-benar penasaran ingin mengetahui kira-kira bagaimana cara pak Tian dan Arini saling bicara, karena selama ini dirinya pun tidak pernah benar-benar memperhatikan interaksi keduanya.


Yang diingat Meta adalah betapa seringnya interkom dimeja Arini berbunyi setiap hari yang selalu diakhiri dengan Arini yang melangkah kedalam ruangan Ceo.


Selebihnya, ia tidak terlalu peduli. Siapa juga yang menyangka kalau mereka sepasang suami istri ? tingkah mereka bahkan terlalu normal dimata semua orang, dan Meta hampir pingsan saat pertama kali melihat tayangan kejadian di mall xx itu.. tidak menyangka bahwa karyawan wanita yang pernah diisukan memiliki hubungan khusus dengan pak Tian itu benar-benar ada.. dan wanita itu adalah.. Arini..!


Mereka menghempaskan tubuh disofa empuk yang ada disudut ruangan. Sebelumnya Arini menelpon Tian untuk meminta ijin keluar makan siang dengan Meta, tapi Tian tidak mengijinkan dirinya keluar bahkan meskipun hanya pergi ke café depan kantor. Tian bahkan menyuruhnya untuk makan siang diruangannya saja bersama Meta dengan memesan makanan.


“Jadi.. selama ini.. kamu selalu makan siang disini bersama pak Tian ya ?”


Arini mengangguk. “Tapi kalau dia tidak ada seperti sekarang, aku makan diluar..” yang dimaksud Arini dengan diluar itu adalah dimeja kerjanya.


Meta manggut-manggut. “Rin.. jadi.. ceritamu yang menikah dengan pelaut itu.. bohong ya..?“ tanya Meta tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya lebih lama lagi.


Meta mana mungkin lupa dengan cerita Arini tentang suami pelautnya yang jarang pulang itu..? ternyata bukannya jarang pulang.. suami Arini malah ada didepan matanya setiap saat. Haihh.. Meta benar-benar tidak habis fikir..


“Maaf.. aku sudah membohongimu..” Arini tersenyum kikuk.


“Trus.. yang tempo hari kamu di hotel mewah bersama seorang pria saat aku video call itu..? yang pamer cincin kawin di bandul kalung itu.. itu..”


Arini menganguk lagi, kali ini ia sudah meringis kecil saat menyadari betapa banyaknya ia membohongi Meta selama ini.


“Astaga Rin.. jadi orang yang bicara denganku waktu itu pak Tian ?” Meta sudah terhenyak. “Astaga.. aku benar-benar merasa malu terlihat se-kepo itu dihadapan pak Tian..”


Kali ini Arini sudah tertawa kecil melihat raut wajah Meta yang pias. “Sekali lagi maaf, Met.. ternyata catatan kebohonganku padamu sudah begitu banyak.. maaf yah..”


“Ahh untuk apa minta maaf ? kamu pasti punya alasan melakukannya. Menjadi istri Ceo Indotama Group kan tidak semudah yang semua orang bayangkan. Justru aku yang minta maaf padamu, Rin.. maaf sudah ngefans berat pada suamimu selama ini.. kamu pasti kesal dengan sikap lebayku kan..”


“Iya, Met.. saking kesalnya rasanya aku pengen mencekikmu tiap kali bicara soal ‘pak Tian kita’ ...”


“Kyaaaa… Arini jangan membuatku malu ! aku mohon.. jangan katakan semua kelakuan halu-ku itu.. mau ditaruh dimana mukaku, Rin ? bisa-bisa aku malah dipecat kalau ketahuan melakukan semua itu padamu..”


Arini terpingkal-pingkal menyaksikan betapa menyenangkannya menggoda Meta seperti ini.


Ketukan dipintu beberapa kali membuat canda mereka terhenti.


“Itu pasti OB yang membawa pesanan makanan kita. Biar aku yang buka..”


Meta beranjak kearah pintu, dan benar saja seorang OB nampak berdiri disana membawa pesanan makanan dari café depan kantor Indotama Group.


--- 


"Huahh.. aku kenyang sekali.. “ Meta sampai harus mengusap perutnya yang kekenyangan. Makan sambil mengobrol ngalor-ngidul memang menyenangkan, membuat mereka berdua tidak sadar sudah meratakan semua makanan yang ada.


Saat ini jam makan siang hampir usai, mungkin sekitar sepuluh menit lagi.


Meta memperhatikan OB yang telah selesai membereskan sisa makan siang mereka sekaligus membersihkannya dengan cekatan. Dan saat OB tersebut beranjak pamit keluar ia serta merta menatap Arini yang ada disampingnya.


“Terima kasih traktirannya yah nyonya Ceo Indotama Group.. sering-sering saja mentraktir karyawanmu ini..”


“Apaan sih..?!” Arini melotot mendengar celotehan Meta yang menggodanya.


Meta ingin menggoda Arini lebih lanjut manakala..


“Sayang..? kenapa sudah kembali ?” seolah melupakan Meta yang masih ada disampingnya, refleks Arini sudah berdiri menyambut kehadiran Tian yang tiba-tiba muncul dari bingkai pintu dengan Rudi yang setia dibelakangnya.


Saat Tian melemparkan senyumnya yang khas, mendadak Arini tidak lagi berfikir dua kali untuk memeluk lelaki tampan yang sudah setengah hari ini tidak terlihat.


Rudi yang sudah terbiasa menyaksikan adegan seperti itu melenggang acuh untuk menaruh map file keatas meja, seolah tidak melihat apa-apa..


Namun naas bagi Meta yang nyaris pingsan ditempat, karena tidak pernah menyangka jika bisa mendapatkan bonus makan siang berupa adegan pelukan mesra yang diakhiri dengan bertautnya dua insan yang saling melepas rindu.. seolah baru habis terpisah ribuan tahun..


.


.


.


Bersambung…


Jangan Lupa LIKE, COMMENT, VOTE, FOLLOW, SUBSRCIBE, apapun itu untuk menunjukkan dukungan kalian untuk novel ‘CTIR’ ini. 🤗


Jangan lupa yah.. author kan sudah kasih ‘BONUS’ juga hari ini.. Ehhemm.. 😍😍 okeh gaiss..? Besok jangan telat sahur yah.. 😊


See you and lopphyuu… 😘