CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Part2 – 061


Yang belum Like bab sebelumnya.. yukk bantu author untuk genapin.Like nya dulu biar performa author gak jalan ditempat.. 🤗 Terima kasih.. 😘


.


.


.


Saat Meta diam-diam beranjak dari sana untuk menuju kamarnya.. air matanya sudah jatuh tak terbendung lagi. Kenyataan yang telah ia dengar sendiri dari ruang tamu tadi sudah cukup menjelaskan situasi yang ada.


Seharusnya tidak perlu ada yang ditangisi. Meta bahkan tau bahwa lama atau cepat semua ini akan terjadi. Pak Rico pasti akan menyingkirkan dirinya begitu saja, lalu kenapa hatinya bisa sehancur ini ?


Singkatnya wanita itu bernama Shela, dia adalah sepupu jauh Lila. Sejauh yang ia dengar dari pembicaraan di ruang tamu tadi, wanita itu begitu mirip dengan Lila. Jadi sudah pasti Shela berpendidikan tinggi dan berasal dari latar belakang keluarga berada.


Kalau soal wajah jangan ditanya, Shela diibaratkan oleh nyonya Yunita Wijaya dan Tiar Hasyim seperti duplikat seorang Lila. Tidak hanya memperlihatkan selembar foto yang ditunjukkan kedua nyonya kaya itu kepada Rico, keduanya bahkan telah membawa orangnya langsung kedalam rumah ini.


Shela telah bertemu Rei sejak sore tadi, dan sepertinya dengan wajah yang sudah pasti memiliki banyak kemiripan dengan Lila karena bagaimana pun mereka memiliki hubungan darah meskipun hanya sepupu jauh, Shela tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mendekati Rei dan berakrab ria dengan bocah itu.


Sedangkan Rico ?


Rico hanya mengatakan kepada ibunya bahwa dia meminta waktu.


Cihh.. meminta waktu untuk apa ? pasti meminta waktu agar bisa menyingkirkan dirinya terlebih dahulu sebelum bisa menikahi wanita secantik istrinya yang telah susah payah dipersembahkan dengan sepenuh hati oleh ibu dan ibu mertuanya itu, kan ?


Sungguh Meta tidak menyangka jika secepat ini dirinya akan menjadi janda !


“Loh.. non Meta kenapa ?” bik Sumi yang melihat Meta melintasi ruang tengah sontak menegurnya.


Meta yang mendapati kehadiran bik Sumi, serentak menghapus jejak air mata yang ada diwajahnya terlebih dahulu sebelum menoleh. “Tidak apa-apa, bik.. saya baru saja pulang dari kantor, mau kekamar dulu..” ujarnya, sebelum akhirnya menyadari jika bik Sumi sedang membawa nampan berisi gelas susu kosong yang biasanya diperuntukkan untuk Rei sebelum tidur.


“Non, tidak ingin bertemu Rei dulu ?” tanya bik Sumi lagi.


Meta tersenyum getir seraya menggeleng lemah. “Tidak bik.. waktu aku untuk bertemu sesuai dengan jadwal dari pak Rico sudah terlewat, nanti kalau saya ngotot pak Rico bisa marah..” ujarnya sendu sebelum akhirnya kembali menatap bik Sumi lekat. “Rei tidak rewel mencari ku, kan ?”


“Tadi sore sempat nanyain non.. tapi untung ada non Shela tuh pinter banget ngambil hati bocah. Rei suka banget sama non Shela.. wajahnya juga ada mirip-miripnya dengan ibu Lila..”


Mendengar itu bathin Meta semakin tersayat. Benar dugaannya.. jika suatu saat Rei pasti akan melupakannya dengan mudah, semudah saat bocah itu jatuh hati padanya dulu. Tapi begitulah perangai anak kecil.. orang dewasa tidak akan pernah mampu menyelami pemikiran dan keyakinan anak-anak, apalagi yang seusia Rei.


Bik Sumi telah pamit berlalu menuju dapur, sementara Meta memilih meneruskan langkahnya yang sempat tertunda menuju kamar yang letaknya sudah tidak jauh dari tempatnya.


Meta tersenyum kecut. Bahkan wanita bernama Shela itu sudah sedemikian bebasnya bersama Rei, dan Rei juga menyukainya.


Begitu memasuki kamar, Meta telah mengambil tas pakaian yang berada didalam lemari, dan mulai memindahkan satu persatu pakaiannya kedalam sana. Sudah saatnya dirinya bersiap, karena tadi ia bahkan bisa mendengar dengan jelas betapa nyonya Yunita Wijaya yang sama sekali tidak menginginkan dirinya berada didalam rumah pak Rico semakin lama, sementara pak Rico lagi-lagi tidak bisa berbuat banyak dibawah tekanan nyonya besar.


Tidak bisa terkatakan lagi betapa kerasnya hati Meta tertohok mengetahui Pak Rico yang begitu mudah mengalah dan bersedia mendepak dirinya dari dalam rumah ini.


“Ibu tidak mau besok.. ibu mau sekarang, Co.”


“Tapi, bu.. ini sudah malam..”


“Suruh mang Udin untuk mengantarnya pulang. Sudah ibu bilang, ibu tidak mau menunggu sampai besok.. sudah bagus Rei melewati satu hari dengan baik tanpa bertemu dia.”


“Baik, bu.. tapi bukan mang Udin, melainkan aku sendiri yang akan mengantarnya..”


“Tapi, Co..”


“Ibu, aku kan sudah menuruti sekian banyak keinginan ibu. Jadi ijinkan aku yang akan mengantar Meta kerumah orangtuanya. Aku tidak enak jika hanya menyuruh mang Udin. Biar bagaimana pun Meta sudah banyak membantuku sejauh ini, bu..”


“Sudah, jeng.. biarkan saja. Cuma mengantar kan.. yang penting wanita itu sudah enyah dulu dari rumah ini. Jangan sampai keduluan bertemu Shela.. apalagi Rei..” kali ini suara Tiar Hasyim yang terdengar dengan jelas.


“Baiklah.. cepat antarkan wanita itu secepatnya, dan cepat kembali, Co. Jangan membuat ibu menunggu..”


Usai mendengar kalimat itu Meta langsung memutuskan untuk beranjak dari sana. Sudah cukup ia mendengar semuanya.


Dan bagi Meta semuanya sudah terasa sangat jelas.. kehadirannya dirumah ini.. tidak lagi dibutuhkan !


XXXXX


Rico berdiri tepat dibingkai pintu kamar Meta yang memang terbuka lebar, bertepatan dengan Meta yang telah berhasil menarik resleting tas sedang miliknya yang telah terkunci sempurna.


Sedetik kemudian Rico telah melangkah kedalam kamar Meta dengan langkah perlahan, sepasang matanya menatap lekat sosok Meta yang duduk ditepian ranjang dengan sebuah tas pakaian yang telah siap diangkat.


“Meta..”


“Tidak perlu menjelaskan apa-apa.. aku sudah mendengar semuanya..”


“Baiklah, kita pergi sekarang..”


XXXXX


Beberapa saat kemudian mobil Rico kembali membelah jalanan ibukota, dalam keheningan yang begitu panjang. Rico menyetir tanpa kata, sementara Meta terus membuang wajahnya kesamping.


Benak Meta dipenuhi berbagai macam pemikiran yang berat, terlebih tentang alasan apa yang harus ia berikan kepada ibu mengenai kepulangannya kerumah. Meta sendiri tidak tau apa yang akan dilakukan oleh pak Rico nantinya. Apa pak Rico hanya akan mengantarnya sampai didepan gang dan membiarkannya masuk kedalam rumah sendirian, atau pak Rico akan mengantarnya sampai dihadapan ibu ?


Kalau memang pak Rico telah memiliki keberanian yang bulat untuk melakukannya, lalu alasan apa yang nanti akan diucapkan pak Rico dihadapan ibu ? atau jangan-jangan pak Rico akan langsung menalaknya ?


Memikirkan semua itu tidak hanya membuat Meta semakin pusing, bahkan sekarang perutnya ikut-ikutan terasa mual.


Meta terhenyak saat tiba-tiba pak Rico membanting setirnya ke kiri, memasuki sebuah apartemen mewah yang letaknya dipusat kota. Rasa penasarannya bertambah ketika mobil itu benar-benar berhenti di depan lobby apartemen mewah tersebut.


“Tunggu disini sebentar..” ujar pak Rico seraya membuka seatbelt dan keluar dari mobil tanpa mematikan mesin mobilnya terlebih dahulu.


Berjalan kedalam beberapa pihak keamanan apartemen yang berada didepan pintu masuk apartemen nampak langsung membungkuk takjim begitu pak Rico melewati mereka dan masuk kedalam.


Tidak sampai lima menit berlalu, Meta yang masih mengira-ngira apa yang hendak dilakukan lelaki itu didalam sana tiba-tiba kembali dikejutkan lagi dengan kehadiran sosok yang sedang memenuhi benaknya itu.


“Ayo turun sebentar..” ucap pak Rico seraya menatapnya sejenak sebelum memutar kontak untuk mematikan mesin mobil.


Meta membuka seatbelt masih dengan wajah meragu. “Pak Rico.. bukannya pak Rico akan mengantarku pulang..?”


“Nanti. Tapi sekarang aku ada urusan penting ditempat ini dulu. Temani aku sebentar..” lelaki itu kembali turun, membuat Meta mengikuti geraknya, turun dari sisi lain mobil.


Meta melangkah ragu mengikuti punggung kekar yang telah berjalan kedalam mendahuluinya.


Tiba didepan pintu pak Rico menyerahkan kunci mobilnya pada salah seorang pihak keamanan yang dengan cepat meneriman kunci itu sambil kembali menunduk takjim.


Pak Rico kembali masuk kedalam apartemen mewah itu, dan langsung menuju ke arah lift. Sepertinya lelaki itu sangat familiar dengan orang-orang yang bekerja ditempat ini karena Meta bisa melihat dengan jelas bagaimana semua orang menundukkan kepalanya penuh rasa hormat setiap kali berpapasan dengan pak Rico.


Lift naik perlahan menuju lantai sembilan, sesuai nomor yang telah ditekan pak Rico pada panel lift. Sementara Meta masih membisu disamping, sibuk memikirkan wajah ibunya yang akan ia temui tidak lama lagi.


Meta bahkan tidak punya waktu untuk sekedar memikirkan apa yang akan dilakukan pak Rico ditempat ini, dan siapa yang akan dia temui. Meta benar-benar tidak punya waktu untuk memikirkannya !


Keluar dari lift masih tidak ada yang bicara, sampai ketika mereka tiba didepan sebuah pintu dan pak Rico nampak menekan door acces lock yang ada di pintu itu dengan gesit.


“Ayo masuk..” ajak Rico sambil mendahului langkah Meta, masuk kedalam unit apartemen mewah itu tanpa rasa canggung.


“Ini tempat siapa pak ? lalu.. dimana orang yang ingin pak Rico temui ?”


“Tidak ada.”


Sepatah kata itu sanggup menghentikan gerak kepala Meta yang bergerak kesana kemari  sibuk mencari-cari sekiranya ada seseorang yang akan mereka temui.


“Tidak ada ?” ulang Meta sambil terhenyak. “Tapi kenapa kata pak Rico tadi..”


“Apartemen ini milikku. Untuk sementara tinggallah disini.”


“Tapi bukannya aku harus pulang ke..”


“Aku harus memikirkannya dulu. Terus terang aku belum siap menemui ibumu sekarang dan mengembalikan dirimu kepadanya begitu saja..”


‘Ternyata begitu..’


Bathin Meta berbisik sendu. Ia tidak sepenuhnya setuju untuk mengikuti semua keinginan pak Rico, tapi dilain pihak Meta juga tidak bisa memikirkan cara lain yang lebih baik dari langkah yang diambil pak Rico untuknya sekarang, karena bahkan dirinya sendiri belum mampu untuk menemui ibu.. dan menjelaskan semuanya..


.


.


.


Bersambung..


Maafkan author yang jarang up. Karena akhir-akhir ini kesibukan dunia nyata benar-benar menyita waktu.


Tapi meskipun begitu author akan berusaha tetap up setiap hari minimal 1 bab. Kalau lebih Alhamdulilah.. Mohon pengertiannya yah para kesayangan..🙏


Favoritekan novel ini, like dan comment setiap bab-nya, dan berikan hadiah serta vote yang banyak.. karena apapun dukungan kalian merupakan penyemangat author untuk terus berkarya.. 🤗


Thx and Lophyuu all.. 😘