CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Part2 – 077


Yang belum Like bab sebelumnya.. yukk bantu author untuk genapin Like nya dulu biar performa author gak jalan ditempat.. πŸ€— Terima kasih.. 😘


.


.


.


Kemarin


β€˜Hari ini kamu tidak perlu ke kantorku. Aku sangat sibuk, dan akan lunch diluar dengan klien.’.


Hari ini


β€˜Aku memberimu dispensasi lagi. Tidak perlu datang.’


Meta menghirup nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan seraya menyimpan kembali ponselnya usai membaca pesan yang dikirimkan pak Rico untuknya. Dan seperti halnya kemarin, saat ini pun Meta lebih memilih untuk tidak membalasnya.


Lagi pula kalimat seperti apa yang harus ia ketik untuk membalas pesan pak Rico ?


Akhh.. entahlah.. satu hal yang pasti, seharusnya Meta bersyukur karena dua hari berturut-turut ia telah terbebas dari hal yang super merepotkan, dalam rangka mengikuti kemauan pak Rico yang menginginkannya membawa makan siang selama satu bulan penuh, apalagi dalam dua hari ini ritme pekerjaan di kantor pusat indotama group meningkat tajam pra dua agenda penting yang akan terlaksana pada minggu ini.


Tapi anehnya, pada kenyataanya yang ada Meta merasa tidak senang dan sedikit gegana alias gelisah galau merana. Tidak bisa melihat wajah yang selalu dingin padanya namun terlihat sangat ceria dan ramah jika berhadapan dengan orang lain.. apalagi dengan wanita-wanita cantik. Fuihh..


Meta merasa nasibnya sungguh tragis. Karena yang ada pak Rico tetaplah pak Rico.. dan segala yang ada pada diri lelaki itu tetaplah sama. Entah itu sifatnya.. entah itu sikapnya..


Sudahlah..


Mungkin bermain-main dengan perasaan wanita adalah kegemaran pak Rico yang tidak akan pernah bisa hilang begitu saja. Buktinya meskipun telah berkali-kali Meta berusaha menjauh.. tapi dengan berbagai cara entah disengaja atau tidak, pak Rico selalu bisa membuat hati Meta kembali mendekat. Dan setiap kali hati Meta luruh dan mendekat.. maka pak Rico akan kembali menaruh hatinya lagi begitu jauh. Jauh.. diluar pagar hati lelaki itu..


β€œMeta.. ini laporan yang diminta pak Rudi kemarin sudah kelar, trus yang ini.. titipan pak Rudi yang minta diperbaiki kesalahan pada angka rekapannya sudah aku benahi juga..” kehadiran Lisa yang menyerahkan setumpuk dokumen ke atas meja Meta cukup menerbangkan lamunan Meta, membuatnya kembali ke alam nyata.


β€œBaik.. nanti sekalian aku bawa ke ruangan pak Tian. Soalnya masih menunggu divisi yang belum kelar..”


β€œLoh, masih ada yah..?” Lisa terlihat sedikit kaget mendengar penjelasan Meta.


Meta tertawa kecil. β€œMasih dua divisi lagi.. tapi memang ini sudah injury time sih..”


β€œHuh.. lega deh.. kirain divisi punya kita aja yang belum..” Lisa menghembuskan nafasnya lega.


β€œTrus bagaimana tuh divisi yang belum ?”


β€œSebentar lagi kelar kok.. ini aku juga lagi menunggu. Supaya kalau pak Tian datang sebentar sore, semuanya sudah siap di meja beliau..”


Meta hanya mengangguk kecil saat Lisa mengucapkan pamit sebelum berlalu.


Sepeninggal Lisa, Meta menyandarkan tubuhnya sebentar disandaran kursi.


Wajar saja semuanya sibuk, bagaimana tidak.. dua agenda super penting dilaksanakan dalam tenggang waktu dua hari diminggu yang sama. Itu artinya, siapa pun yang hajat hidupnya berhubungan dengan indotama group pasti akan merasakan ritme kesibukan yang dua bahkan tiga kali lipat lebih berat daripada hari-hari sebelumnya.


Mendadak ingatan Meta kembali terbentur pada sosok pak Rico. Pasti saat ini tingkat kesibukan lelaki itu juga meningkat berkali-kali lipat lebih padat kan ? karena peresmian Indotama Times Square besok siang tidak mungkin tidak menguras waktu, tenaga, dan fikiran, pak Rico yang merupakan mitra penting dalam mega proyek tersebut.


XXXXX


Meta menaruh ponselnya keatas meja begitu saja, memilih berkonsentrasi untuk mengaduk es degan miliknya.


Setelah dua hari yang terlewat dengan sebuah pesan singkat, di hari ketiga ini pak Rico malah tidak memberi kabar sama sekali.


Entah karena terlalu sibuk dengan agenda besar pada hari ini.. atau jangan-jangan pak Rico malas mengirimkan pesan lagi karena selama dua hari dirinya tidak pernah membalas pesan lelaki itu ?


Meta mengedarkan pandangannya keseluruh sudut cafeteria tempat berkumpulnya nyaris sembilan


puluh persen karyawan kantor pusat indotama group pada jam makan siang seperti ini.


Suasana cafetaria disiang itu seperti biasa cukup ramai, terlebih dengan adanya trending topik mengenai peresmian indotama times square yang baru saja selesai dengan sukses.


Hari ini, berita tentang peresmian mall terbesar se-asia tenggara yang berlangsung meriah dan glamour itu nampak menghiasi seluruh layar kaca, dan bahkan mendominasi semua saluran televisi negeri. Apalagi dengan adanya pengisi acara yang terdiri dari beberapa penyanyi terkenal yang ikut memeriahkan acara tersebut.


Seperti biasa, situs resmi indotamagroup.com juga tidak pernah ketinggalan dalam mengambil


bagian untuk menayangkan live streaming pelaksanaan acaranya sejak awal dimulai sampai selesai itu.


β€œIbu Arini tidak terlihat ya..” bisik Yuni, salah satu karyawan divisi keuangan yang duduk tepat dihadapan Meta.


Meskipun sedang menyuap makan siangnya kemulut, tapi fokus perhatian Yuni malah tertuju dilayar ponselnya, sementara tangan kirinya sibuk menscroll ponselnya, mencari-cari berita-berita teranyar, serba-serbi yang biasanya dengan jeli ditangkap para awak media disetiap moment, acap kali indotama group mengadakan event penting yang melibatkan publik.


.


.


.


Jangan lupa di support..


Next..