CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Hasil konsultasi


Tidak sia-sia usaha Tian untuk menemui dokter Rina Aminarti, yang merupakan dokter obygyn terkenal yang direkomendasi khusus oleh dokter Hans, pada sehari sebelum konsultasi bersama Arini.


Seperti yang diharapkan Tian, dengan mengetahui dengan jelas apa yang dia inginkan, dokter Rina menjadi tau dengan pasti apa yang harus dilakukan dalam rangka menghadapi nyonya besar yang terlihat sangat manja dengan suaminya itu.


Dokter Rina tersenyum saat melihat pasangan yang terlihat begitu manis dimatanya. Sepertinya wajar saja mengapa wanita yang sering disapa Arini ini terlihat sangat manja.. karena Ceo Indotama Group yang merupakan suaminya benar-benar tidak tanggung-tanggung memperlakukan istrinya layaknya seorang ratu, dan untuk hal ini dokter Rina tidak meragukannya lagi.


Yah tentu saja, karena dimata dokter Rina saat ini, seorang Sebastian Putra Djenar merupakan “The best husband in the world !”


“Jadi selanjutnya bagaimana, dokter..?” tanya Tian sambil menatap serius dokter Rina yang duduk berseberangan meja dihadapan mereka.


Dokter Rina tersenyum tenang usai


mendengarkan keluhan sekaligus keinginan dua pasien istimewanya pada hari ini. Karena secara garis besar sudah mengetahui duduk persoalan sejak kemarin saat pak Tian menemuinya secara langsung diruangan dokter Hans, dokter Rina sudah menyiapkan dengan baik apa yang harus dia katakan dan dia lakukan untuk menghadapi istri Ceo Indotama Group. Bahkan sebelumnya dokter Hans juga sudah mewanti-wanti dirinya untuk melakukan yang terbaik mengingat se-spesial apa pasien yang akan dia tangani saat ini, karena Sebastian Putra Djenar sudah jelas-jelas bukanlah orang sembarangan.


“Begini pak Tian dan bu Arini, untuk general medical check up plus ekg kita akan melakukannya seperti prosedur biasa Sementara untuk test kesuburan dalam rangka program kehamilan, mengingat bahwa kalian terbilang pasangan yang baru menikah dan belum lama melakukan hubungan suami istri, saya menyarankan untuk melakukan test seperti yang biasanya dilakukan oleh pasangan sebelum menikah, karena sebelum menikah kalian juga belum melakukan pre marital check up terlebih dahulu, kan ?”


“Iya dokter, kami memang belum sempat melakukan-nya sebelum menikah..” Tian menjawabnya dengan lugas.


“Baiklah, kalau begitu saya memutuskan untuk melakukan serangkaian prosedur tersebut, untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, sekaligus untuk mengetahui seberapa besar peluang kalian untuk memiliki keturunan.”


“Maaf, dokter, tapi apa dengan semua prosedur pemeriksaan seperti itu cukup mampu mengetahui kondisi kesehatan rahim saya ?” Arini bertanya dengan nada tak sabar.


Melihat itu dokter Rina mengulum senyum. “Tentu saja, bu Arini, karena melalui dua prosedur tersebut, jangankan kondisi kesehatan rahim serta organ reproduksi masing-masing, kalian bahkan bisa saling mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan sekaligus mengantisipasi resiko penyakit jika ada..”


Akhirnya Arini manggut-manggut mendengar penjelasan dokter Rina. Arini bahkan sangat bersemangat saat kemudian dirinya melakukan pemeriksaan laboratorium yang ada di klinik dokter Rina dengan didampingi langsung dokter Rina dan petugas laboratorium.


Meski sebelumnya ia sempat protes saat Tian akan menjalani pemeriksaan sendiri diruangan yang terpisah oleh petugas laboratorium yang lain namun akhirnya ia memilih mengalah saat dokter Rina menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan serta pengambilan sample antara pria dan wanita tidak sama, dan tentu saja dibantu oleh Tian yang harus membujuknya sebentar, karena pada kenyataannya dia hanya berpura-pura dan tidak perlu melakukan check up.


“Kapan hasilnya bisa didapat, dokter ?” Arini bertanya dengan tidak sabar usai mereka kembali ke ruangan dokter Rina begitu selesai melakukan pengambilan sampel yang nantinya akan diserahkan ke bagian distribusi sampel untuk dicek keakuratan data dan kondisinya


“Lamanya WSHP atau Waktu Selesai Hasil Pemeriksaan, itu bervariasi, bu Arini. Dipengaruhi oleh lamanya setiap tahapan yang ada didalam proses pemeriksaan tersebut yang melewati serangkaian tahap seperti praanalitik, analitik dan pasca analitik. Dengan begitu saya lebih menyarankan agar pak Tian dan bu Arini bisa kembali kesini pada besok hari..”


Begitu ucapan dokter Rina, dengan senyum yang tak pernah lepas.


--- 


Keesokan harinya.. bertempat ditempat yang sama.. pada jam yang sama..


Tian dan Arini sudah berada tepat dihadapan dokter Rina Aminarti, yang sedang menatap keduanya dengan sepasang tatapan yang menyorot tenang.  Ditangannya terdapat beberapa lembar hasil pemeriksaan laboratorium.


“Apa hasilnya sudah ada dokter ?” Arini bertanya dengan mimik tidak sabar bercampur tegang, sementara Tian yang ada disampingnya duduk tenang dengan wajah datar. Ia bahkan begitu kesulitan membalas senyum dokter Rina yang berkali-kali melemparkan senyum kearahnya.


“Semua hasilnya sudah ada.. dan disini menyatakan bahwa.. secara garis besar kesehatan pak Tian dan ibu Arini sangat baik, begitupun dengan hasil test kesuburan. Hanya ada beberapa persoalan kecil seperti tekanan darah bu Arini yang sedikit rendah tapi itu bisa disiasati dengan istirahat yang cukup serta pola makan yang baik..” dokter Rina nampak menyerahkan lembaran hasil pemeriksaan tersebut dengan mengulum senyum.


Arini menerima beberapa lembar hasil pemeriksaan tersebut dengan tangan gemetar, namun sepasang matanya terlihat berbinar, menatap dokter Rina dan suaminya Tian berganti-ganti. “B-benarkah dokter ? dokter yakin dengan hal ini kan ? saya benar-benar bisa hamil kan dokter ?” ia bahkan tanpa sengaja sudah melemparkan pernyataan beruntun.


“Tentu saja bisa. Jika bu Arini sudah ingin melakukan program kehamilan secepatnya, saya menyarankan agar bu Arini dan pak Tian kedepannya bisa lebih memperhatikan kesehatan, menjaga pola makan, dan yang paling penting tidak boleh stress. Karena sudah banyak kasus yang terjadi pada pasangan yang sebenarnya subur namun justru mengalami hambatan dalam hal ini di akibatkan kesulitan dan kekacauan secara emosional..” jelas dokter Rina kemudian dengan gamblangnya.


Mendengar itu Tian serta merta mengambil jemari Arini yang awalnya saling meremas diatas pangkuannya.


“Kamu dengar kan, sayang apa kata dokter ?” sambil meremas jemari Arini dengan lembut, seolah ingin berbagi kekuatan. “Kita berdua tentunya bisa memiliki anak, sayang.. jadi mulai sekarang, berhentilah memikirkan hal yang tidak-tidak serta khawatir berlebihan.. karena semua itu hanya akan menyulitkan keinginan kita kedepannya..”


Arini menatap Tian serta merta. Tanpa sadar sepasang matanya sudah bertelaga.


“Yang dikatakan pak Tian itu benar..” ujar dokter Rina lagi menambahkan. “Bagi beberapa wanita, stres bisa mempengaruhi ovulasi dengan mengubah sinyal pada pusat otak yang mengatur beberapa hormon yang memicu ovarium lebih jarang berovulasi. Sedangkan bagi pria, stres juga dapat mempengaruhi kadar testosteron dan produksi sp er ma. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stres yang berlebihan secara langsung akan mempengaruhi otak yang bisa mengganggu kemampuan reproduksi. Jadi saya menyarankan, cobalah menjadi bahagia dan mengembangkan hubungan yang sehat antara pikiran dan tubuh, berusahalah untuk relaks, selalu berpikir positif, kompak dan terbuka dengan pasangan serta yang tak kalah penting tentu saja adalah berdoa..”


--- 


Usai menyuruh Rudi untuk mendampingi Arini pulang kerumah dengan diantar mang Asep, Tian berdalih ingin menemui klien sebentar sebelum pulang kerumah.


Tapi sebenarnya, begitu bayangan Arini dan Rudi menghilang disalah satu tembok klinik, dengan fikiran yang dipenuhi seribu satu rasa yang campur aduk, Tian kembali melangkah lunglai kedalam ruangan dokter Rina yang terlihat juga tengah menunggu dirinya dengan senyum yang tenang.


“Duduk dulu, Pak Tian..” tawarnya ramah.


Tian menghempaskan tubuhnya keatas tempat duduk dengan berat hati. Menatap dokter Arini yang berada dihadapanya dengan wajah yang lesu. “Jadi bagaimana hasil sebenarnya, dokter ?”


Dokter Rina tersenyum mendengar suara lunglai yang mengiringi kalimat nyaris putus asa tersebut.


“Pak Tian.. masih ingat saran saya tadi mengenai mencoba lebih bahagia dan mengembangkan hubungan yang sehat antara pikiran dan tubuh, dan berusaha untuk relaks serta selalu berpikir positif ?”


Tian menautkan alis mendengar penuturan dokter Rina yang terdengar absurd ditelinganya.


“Saya menyarankan hal tersebut tidak hanya untuk bu Arini saja.. melainkan saran tersebut berlaku untuk pak Tian juga..”


“Apa maksudnya, dokter ? saya tidak mengerti..” Tian memijit keningnya serta merta. “Tapi meskipun begitu saya mengucapkan terima kasih, dokter telah mengatakan hal yang baik-baik untuk istri saya Arini..”


Dokter Rina tersenyum lebar. “Pak Tian.. tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu karena kondisi kesehatan ibu Arini bahkan sangat baik, hasil medical check up serta test kesuburan yang dilakukan bahkan tidak menunjukkan hal yang negatif.”


Tian menatap wajah dokter Rina serentak, mengira-ngira..


“Yang saya katakan didepan ibu Arini tadi adalah hal yang benar. Saya tidak berbohong saat mengatakannya. Bahwa sesuai hasil laboratourium yang saya terima, istri pak Tian.. dinyatakan benar-benar sehat secara keseluruhan..”


Tian menatap dokter Rina tak percaya. Bibirnya mendadak kelu.


“Pak Tian..” panggil dokter Rina kemudian saat menyadari Ceo Indotama Group itu terlihat membeku tanpa suara.


Sedetik saat tersadar tubuh Tian terhempas dikursi begitu saja. “Dokter, apakah saya sedang tidak salah dengar ? apa yang dikatakan dokter ini semuanya benar..?” terlihat panik namun dipenuhi kebahagiaan.


Dan dokter Rina bisa menangkap, hanya sedetik saat ia menjawab pertanyaan lelaki itu dengan angukan.. sepasang mata seorang Sebastian Putra Djenar, Ceo Indotama Group itu, sudah terlihat berkaca-kaca....


.


.


.


.


Bersambung…


Di awal bulan Ramadhan author ingin minta maaf jika mungkin hanya bisa up 1 bab sehari dengan waktu up kira-kira sesaat setelah sholat maghrib WITA. Mohon pengertiannya yah Readers.. 🙏


Oh yah.. btw, Novel "CTIR" ini dalam waktu dekat juga akan tamat loh.. 🤗 next project bisa jadi #Season_2 atau cerita baru, tapi author harap kalian tetap stay terus, Favorite-kan terus CTIR agar jika ada #Season_2 bisa dapet Notice nya.. 🤗


Selamat berpuasa, jangan lupa untuk dukung author terus baik lewat LIKE, COMENT, DAN VOTE yah.. 😁


Lophyuu my readers.. more and more.. 😘