CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Part2 – 068


“Rudi.. kamu.. jangan berlebihan..”


.


.


.


Kalimat yang sama terus berputar diotak Rudi begitu saja meskipun Rudi ingin mengacuhkannya.


Rudi bahkan masih memandangi ponsel yang ada ditangannya begitu pembicaraannya dengan pak Rico telah diputuskan oleh pak Rico sejak nyaris dua menit yang lalu.


“Huhhff..”


Nafas Rudi terbuang berat meskipun akhirnya ia memilih memasuki ruang kerjanya yang berada tepat disebelah ruang kerja pak Tian.


Sepertinya pak Rico ada benarnya. Memang tidak seharusnya ia memperhatikan Meta meskipun sejujurnya Rudi merasa ia hanya bersimpati sewajarnya.


Bagaimana pun hingga detik ini Meta merupakan satu-satunya orang yang bisa menjadi temannya, wanita pertama yang bisa membuatnya nyaman, bahkan kalau mau jujur Rudi sempat berharap banyak.


Meta adalah wanita yang istimewa dimata seorang Rudi. Baik, ceria, pekerja keras, dan masih banyak lagi nilai plus Meta yang mungkin memerlukan waktu yang panjang jika Rudi harus mengurainya satu per satu.


Sejak Meta menggantikan posisi ibu Arini sebagai sekretaris pribadi pak Tian, sejak itulah mereka berdua semakin dekat. Rudi sering mengantar jemput Meta jika dirinya tidak sedang bersama pak Tian, Rudi bahkan sudah mengenal dekat ibu Arum dan Mayra, adik Meta.


Tapi mungkin semua ini sudah jalannya. Meskipun Rudi tau bahwa dulu Meta menaruh hati padanya.. dan Rudi bahkan pernah mendengar langsung pernyataan itu saat Meta berbicara dengan ibu Arini.. namun di saat yang sama Rudi belum memiliki kepercayaan diri untuk datang sebagai lelaki sejati untuk meminta Meta secara resmi kepada ibu Arum.


Entahlah.. setiap kali Rudi ingin melangkah maju.. setiap kali pula dirinya meragu.


Secara kasat mata semua orang akan melihatnya sebagai lelaki normal dengan sikap yang cool. Siapa yang akan menyangka jika didalam diri seorang Rudi Winata malah memiliki sebuah trauma mental yang telah berusaha dilawannya selama bertahun-tahun ?


Jika mengingat hal itu, maka secara otomatis kepercayaan dirinya pasti tergerus. Rudi tidak mampu memberikan Meta harapan, karena rasa ketakutan dalam dirinya yang begitu dominan. Dan saat Meta benar-benar tidak bisa ia raih lagi.. maka disitulah penyesalan terbesar Rudi dimulai.


Takdir memang aneh.


Disaat hati Rudi kecewa dengan kenyataan tentang Meta, yang akhirnya resmi menjadi istri pak rico, disaat yang sama ia telah menjadi lelaki brengsek yang tega menodai Laras. Laras yang notabene merupakan adik angkat pak Tian, Laras yang sejak dulu selalu membuatnya kesal karena selalu mengejar cintanya, yang setelah bertahun-tahun kini kembali sebagai wanita sombong yang semakin menjengkelkan.


Perbuatan bodoh Rudi yang awalnya hanya ingin memberi pelajaran pada wanita judes, angkuh, dan kerap menggoda pak Tian dengan sikap yang kekanak-kanakannya itu akhirnya menjerumuskan dirinya semakin dalam, membuatnya harus bertanggung jawab sepenuhnya pada seluruh kehidupan Laras.


Meskipun begitu, Rudi juga tidak tau apakah Laras bisa bertahan dengan kondisi dirinya saat ini, yang masih terus dibayangi.. dan dihantui.. oleh rasa ketakutan yang belum benar-benar pergi kendati ia telah berusaha hingga sejauh ini.


Rudi menghempaskan tubuhnya keatas kursi serta menaruh ponselnya keatas meja manakala ponsel itu kembali berdering. Nama Laras tertera disana, membuat Rudi langsung menerima panggilan itu secepat kilat.


“Halo, kak ?”


Suara manja khas Laras langsung menyapa gendang telinga Rudi. “Iya Ras, ada apa..?”


“Kak.. weekend minggu ini jadi datang kan..?”


Rudi membisu sejenak.


“Kak.. janji yah..”


Todong Laras lagi tanpa ampun. Entah ini sudah kali kesekian Laras melakukannya. Menanyakan hal yang sama setiap hari tanpa absen pada minggu ini. “Tidak bisa janji, Ras.. pekerjaan lagi banyak..”


“Aaaa… selalu begitu !”


“Laras.. lagian awal bulan depan kan kerjaan kamu disitu sudah beres. Itu artinya kamu sudah bisa kembali lagi kesini..”


Hening. Tidak ada jawaban.


Rudi mengusap wajahnya begitu menyadari jika sudah diam seperti ini itu tandanya istri kecilnya yang manja, judes dan pemarah itu sedang melakukan aksi ngambeknya lagi.


“Laras..” panggil Rudi berusaha mengambil hati.


"Kak.. kenapa sih.. semenjak Meta jadi sekretaris kak Tian lagi, kakak jadi makin males kesininya..”


Mendengar tuduhan itu tak urung Rudi terhenyak. Bagaimana mungkin Laras masih saja menghubungkan dirinya dengan Meta, sementara dirinya dan Meta hanya bertegur sapa saat dikantor saja, itupun seperlunya.


Memang terasa canggung.. tapi Rudi juga memakluminya. Karena setelah kejadian di rooftop itu.. baik dirinya maupun Meta sama-sama melakukan hal yang sama. Berusaha saling menghindar satu sama lain, meskipun terasa aneh dan


menjengkelkan.


“Kenapa jadi nyambung ke-Meta sih, Laras ?”


“Nah kan.. belum apa-apa sudah dibelain..”


Meta tidak tau apa-apa.. dan juga tidak pernah melakukan apa-apa. Lagipula Meta sudah jadi istri pak Rico. Jadi tidak mungkin..”


“Istri diatas kertas. Istri pura-pura. Mana mau kak Rico menggantikan posisi kak Lila dengan Meta-nya kamu itu..”


“Huhhff..” Rudi memilih bersandar disandaran kursinya sambil memejamkan mata. Kalau sudah dalam keadaan begini Rudi merasa tidak ada gunanya lagi menjelaskan apa-apa kepada Laras. Percuma. Buang-buang energy, karena sudah jelas Laras tidak akan mendengarkan penjelasan apapun dari dirinya.


“Kak Rudi !!”


“Hhmm…”


“Kenapa diam sih ?”


“Lalu aku harus bicara apa ?” ucap Rudi nyaris putus asa.


“Tidak percaya jika aku bilang Meta itu hanya istri diatas kertas..? dia hanya pura-pura bahagia tapi nyatanya menderita ! karena itu aku kesal jika dia terus berada dekat denganmu kak, bisa saja kan.. karena dia sedang kecewa dengan pernikahannya, lalu dia mencari pelampiasan dan..”


“Laras, aku tidak tertarik untuk membahas persoalan rumah tangga orang lain..” ujar Rudi perlahan, meskipun entah kenapa hatinya tersentil saat mendengar pernyataan Laras tentang kondisi rumah tangga Meta.


‘Apa itu benar ?’


‘Apa benar Meta memang menderita ?’


‘Apa benar selama ini Meta hanya pura-pura bahagia ?’


‘Apa benar pak Rico memperlakukannya dengan buruk ?’


Rudi menggeleng dalam diam. Jika itu memang benar, entah kenapa Rudi merasa hatinya ikut merasakan sakit. Kalau saja dulu ia tidak meragu.. mungkin..


Akhh..!


Rudi menggeleng kuat-kuat. Entah itu Meta.. entah itu Laras.. Rudi bahkan tidak bisa menjamin apakah dirinya bisa membahagiakan seorang wanita dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.


“Kenapa juga kak Rudi tidak membantah ? kakak suka yah saat aku bilang Meta itu Meta-nya kamu ??”


Rudi memijit keningnya ala-ala gaya khas-nya pak Tian saat mendengar ocehan Laras lagi. Kepalanya benar-benar pening jika harus meladeni Laras terus-menerus yang seolah sengaja ingin mengajaknya bertengkar.


“Baiklah.. weekend besok aku pasti akan kesana..” putus Rudi akhirnya, mencoba meredam kekesalan yang mulai menyelimuti hatinya. “Tapi nanti agak sore-an yah..” sambung Rudi lagi berharap dengan mengatakan hal itu maka semuanya akan selesai, dan Laras akan berhenti membuat kepalanya seolah mau pecah. Tapi yang ada Rudi malah menerima kalimat yang semakin membuat kesabarannya meredup..


“Jadi kakak benar-benar suka yah saat aku bilang Meta..”


“Laras, just stop it !” pungkas Rudi sebelum batas kesabarannya benar-benar terlewati. “Tadi aku kan sudah bilang kalau weekend ini aku akan kesana meskipun agak siang. Apakah itu belum cukup..?”


Klik.


Bukan jawaban yang dapat melegakan hati yang diterima oleh Rudi melainkan sambungan telpon yang sengaja diputuskan secara sepihak oleh Laras.


“Damned..”


Desis Rudi perlahan seraya melempar ponselnya keatas meja.


Rudi merasa tidak perlu mencoba menghubungi Laras lagi, itu adalah pekerjaan yang sia-sia. Karena Rudi berani bertaruh bahwa sudah pasti saat ini Laras telah menonaktifkan ponselnya.


Selalu seperti itu setiap kali mereka bertengkar, oleh hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan.. jika Laras mau sedikit saja bersikap dewasa..


.


.


.


Bersambung..


Laras.. jangan marah-marah yah, kamu juga yang baca dilarang marah-marah.. 😀


Ntar malam Inshaallah double up-nya menyusul.. 🤗


Yukk, favoritekan dulu novel ini,


like dan comment setiap bab,


berikan hadiah serta vote yang banyak yah.. 🙏


Thx and Lophyuu all.. 🥰